TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Waspada, Kesehatan Mental Dapat Pengaruhi Kesehatan Reproduksi

Bacaan 4 menit
Waspada, Kesehatan Mental Dapat Pengaruhi Kesehatan Reproduksi

Kesehatan reproduksi ternyata dipengaruhi oleh kesehatan mental. Demikian pula sebaliknya, gangguan reproduksi akan mempengaruhi kesehatan mental.

Taukah, Parents, bahwa kesehatan mental dapat memengaruhi kesehatan reproduksi kita? Mungkin terdengar asing, tetapi kesehatan mental dengan kesehatan reproduksi memang saling berhubungan. 

Apabila ada masalah dengan kesehatan mental, kesehatan reproduksi pun bisa kena imbasnya. Pun sebaliknya, masalah pada kesehatan reproduksi pun bisa berdampak pada kesehatan mental seseorang. 

Dua topik yang cukup tabu dibicarakan di masyarakat Indonesia ini pun diangkat dalam sebuah Webinar bertajuk “Out of Sexpectation: Mengatasi Masalah Reproduksi terkait Kesehatan Mental”. 

Acara yang diselenggarakan oleh lembaga non-profit, Alpas Indonesia ini menghadirkan dua pembicara, yakni dokter spesialis kedokteran jiwa, dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ., dan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Beeleonie, BMed., Sp.OG-KFER. 

Hubungan Antara Kesehatan Mental dengan Kesehatan Reproduksi

kesehatan mental pengaruhi kesehatan reproduksi

Pada sesi pertama, dr. Andreas Kurniawan sebagai seorang psikiater menjelaskan hubungan antara kesehatan mental dengan kesehatan reproduksi. Pada dasarnya, seseorang dianggap memiliki gangguan mental ketika memiliki masalah dalam ranah berpikir, perasaan, dan perilaku. 

Apabila masalah dari ketiganya menimbulkan distress atau penderitaan dan disfungsi atau gangguan fungsional, hal itu pun dianggap sebagai gangguan mental. Dalam hubungannya dengan kesehatan dalam hal reproduksi, hal ini tecermin dari adanya arousal non-concordance, yakni putusnya hubungan antara pengalaman kesenangan mental/emosional dan tubuh. 

Dalam kasus ini, basanya pikiran tidak sinkron dengan tubuh. Ketika menerima rangsangan, tubuh merasa bergairah, tetapi pikiran menolaknya. Sebaliknya, bisa juga tubuh menolak, tetapi pikiran merasa bergairah.

Artikel terkait: Jangan Asal Pilih, Ini 3 Jenis Tes Kesehatan Mental dengan Hasil Akurat

Lebih jauh, dr. Andreas menjelaskan bahwa kondisi ini tidak bisa lepas dari stres. Ketika seseorang mengalami stres, hormon stres, yakni kortisol, endorphin, dan adrenalin, mengalami peningkatan. Akibatnya, pencernaan, ginjal, kekebalan tubuh, dan fungsi seksual pun terpengaruh. 

Seharusnya, kondisi ini berlangsung sebentar, tetapi menjadi masalah jika stres berlangsung lama dan tidak ditangani secara benar. Beberapa masalah yang mungkin muncul adalah siklus mens terganggu, susah hamil, dan mengalami disfungsi ereksi. Oleh karena itu, jika Anda mengalami stres lebih dari 2 minggu, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau psikolog.

Di samping itu, beberapa gangguan kesehatan mental lainnya pun berdampak terhadap kesehatan reproduksi. Misalnya, seseorang yang mengalami gangguan kecemasan biasanya tidak bisa menikmati ketika berhubungan seksual karena tidak bisa being present saat melakukannya. 

Contoh lainnya, pada penderita depresi, masalah yang biasa dihadapi terkait dengan reproduksi adalah impotensi dan dispareunia.

Untuk mengatasi beberapa masalah tersebut, dr. Andreas pun menyarankan untuk melakukan beberapa hal berikut.

  • Name it to tame it, yakni sebuah praktik untuk menyadari dan menuliskan apa yang dirasakan
  • Komunikasikan dengan pasangan
  • Kenali sumbernya
  • Konsultasi pada ahli
  • Lakukan self-love dan self-care
  • Olahraga
  • Makan makanan dengan gizi seimbang
  • Istirahat cukup

Artikel terkait: Jangan Diabaikan, Ini Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental sejak Dini

Sebaliknya, Gangguan Reproduksi Pengaruhi Kesehatan Mental

gangguan reproduksi pengaruhi kesehatan mental

Kemudian, pada sesi kedua, dr. Beeleonie menjelaskan bagaimana gangguan reproduksi bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental. Ia mengatakan bahwa beberapa masalah reproduksi yang menyebabkan masalah mental adalah masalah fertilitas, gangguan pasca persalinan, kanker saluran reproduksi, dan penyakit menular seksual. 

Masalah fertilitas biasanya terjadi karena kecemasan, kesedihan, dan depresi yang timbul karena perjalanan panjang mendapatkan buah hati. Selain itu, pemeriksaan medis berulang yang memakan waktu dan uang juga menjadi hal yang cukup mengganggu. Masalah fertilitas yang tidak bisa diterima pasangan dan tekanan dari keluarga juga menjadi penyebab gangguan mental yang dialami seseorang.

Artikel terkait: Sedang promil? Perbanyak konsumsi 5 buah untuk kesuburan rahim ini!

Di samping itu, dr. Beeleonie juga menjelaskan beberapa masalah reproduksi lain yang juga menyebabkan gangguan kesehatan mental. Misalnya, depresi pasca melahirkan, baby blues, dan lain sebagainya. dr. Beeleonie pun menyarankan beberapa langkah yang bisa menjadi terapi emotional healing, yakni sebagai berikut.

  • Tidur cukup
  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang
  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan omega-3
  • Melakukan olahraga ringan
  • Lakukan me time
  • Berinteraksi dengan teman, keluarga, atau komunitas
  • Banyak minum air putih
  • Lakukan hal-hal yang bisa menyenangkan, seperti menonton film komedi

Baca juga:

Anak rentan alami gangguan kesehatan mental, orangtua jadi salah satu pemicunya

5 Hal Ini Bisa Memengaruhi Kesehatan Organ Reproduksi, Yuk Cari Tahu!

8 Perubahan Tubuh Perempuan Setelah Berhubungan Badan Pertama Kali, Apa Saja?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

theAsianparent

  • Halaman Depan
  • /
  • Pernikahan
  • /
  • Waspada, Kesehatan Mental Dapat Pengaruhi Kesehatan Reproduksi
Bagikan:
  • 50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

    50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

    12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

  • 50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

    50 Ucapan dan Doa Ulang Tahun untuk Suami, Romantis Penuh Berkah!

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

    12 Cara 'Memainkan' Miss V dan U-Spot yang Bikin Perempuan Melayang

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti