Ingin Menunda Kehamilan Tapi Aktivitas Seks Tetap Lancar? Terapkan 7 Cara Ini!

Selain menggunakan alat kontrasepsi, apa lagi yang bisa dilakukan?

“Saya dan suami sama-sama memutuskan untuk menunda kehamilan dulu. Selain menggunakan kontrasepsi, adakah cara mencegah kehamilan setelah berhubungan intim?

Di antara Parents ada yang ingin menunda kehamilan lebih dulu setelah menikah? Ya, tidak sedikit pasangan pengantin baru yang berpikir untuk menunda kehamilan lebih dulu.

Alasannya pun sangat beragam, ada yang memang merasa belum siap secara finansial, harus menyelesaikan sekolah lebih dulu, atau harus menjalankan hubungan jarak jauh.

Bisa juga lantaran ingin menikmati momen pacaran lebih lama.

Bukankah ketika sudah memiliki anak, akan banyak perubahan hidup yang dirasakan oleh pasangan suami istri?

Tidak mengherankan jika pada akhirnya banyak yang mencari tahu cara mencegah kehamilan setelah berhubungan intim.

Namun, memutuskan  menunda kehamilan dan mecari cara mencegah kehamilan setelah berhubungan intim tentu saja perlu disepakati lebih dahulu oleh kedua belah pihak, baik istri dan suami.

Berikut 7 cara menunda kehamilan yang aman yang bisa Anda dan pasangan pertimbangkan.

Artikel terkait: 16 Makanan Pencegah Kehamilan, Cocok untuk yang Ingin Tunda Punya Anak

7 Cara Menunda Kehamilan yang Aman dan Efektif

1. Menggunakan Alat Kontrasepsi

Langkah ini merupakan langkah umum yang dilakukan pasangan yang ingin menunda kehamilan ataupun mengatur jarak kehamilan pertama dengan anak ke-2.

Saat ini pilihan alat kontrasepsi sudah sangat banyak, mulai dari kondom, pil KB, IUD atau spiral, implan ataupun KB suntik.

Untuk memutuskan menggunakan alat kontrasepsi, tentu saja perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan.

Artikel terkait: Bingung milih alat kontrasepsi yang paling cocok? Ini tips dari dokter kandungan

2. Ejakulasi di Luar

Seperti yang kita telah ketahui, kehamilan bisa terjadi pada saat sel sperma pria bertemu dengan sel telur perempuan. Proses inilah yang dinamakan sebagai pembuahan atau konsepsi.

Untuk itulah salah satu cara mencegah kehamilan setelah berhubungan intim adalah dengan mengeluarkan sperma di luar rahim, atau ejakulasi di luar.

Hal ini tentu saja sebagai salah satu cara efektif untuk mencegah kehamilan.

3. Hindari Melakukan Hubungan Intim saat Masa Ovulasi

Setiap perempuan sebenarnya memiliki siklus menstruasi berbeda-beda. Ada yang 21 hari ada juga yang 31 hari.

Saat pendarahan terhenti, saat itulah seorang perempuan mengalami masa subur atau masa ovulasi.

Masa awal ovulasi disebut juga sebagai masa subur karena pada saat ini tubuh sedang bersiap melepaskan sel telur.

Jika Anda berhubungan seks pada masa ini, maka kemungkinan kehamilannya akan tinggi. Oleh karenanya untuk menunda kehamilan, cobalah berhubungan di luar masa ovulasi.

4. Minum Pil Kontrasepsi Darurat

Salah satu cara mencegah kehamilan bisa menggunakan alat kontrasepsi darurat. Namun penggunaannya tentu saja perlu di bawah pengawasan dokter terlebih dahulu.

Dikutip dari laman Alodokter, dokter bisa saja meresepkan obat berupa alat kontrasepsi darurat yang berisi Levonorgestrel  yaitu suatu hormon progesteron sintetik dalam dosis yang tinggi. Namun, obat ini hanya dapat bekerja dalam waktu kurang dari 72 jam setelah hubungan seks untuk memastikan keefektifannya.

Obat ini hanya mencegah pembuahan, namun tidak bisa menggagalkan/menggugurkan pembuahan apabila sudah terjadi.

Perlu Anda ketahui bahwa obat jenis ini tidak dijual bebas dan memerlukan resep dokter karena memang obat ini memiliki efek samping sehingga tidak boleh dikonsumsi secara bebas bebas.

Artikel terkait: Pil Kontrasepsi Darurat, Bisakah Cegah Kehamilan Setelah Sperma Terlanjur Masuk?

5. Menggunakan KB Implan

Penggunaan KB implan bisa menjadi alternatif lain untuk mencegah kehamilan. KB jenis ini merupakan alat kontrasepsi fleksibel berukuran batang korek api yang dimasukkin di bawah kulit lengan atas.

Alat kontrasepsi ini bisa mencegah kehamilan dengan melepaskan hormon progestin. Hormon ini  bisa menyulitkan sperma untuk menuju ke sel telur. Ini bisa efektif sekitar 3-4 tahun.

6. Memilih KB Suntik

KB suntik bekerja di tubuh dengan menebalkan atau mengentalkan lender serviks untuk menghalangi pergerakan sperma. American Congress of Obstetricians and Gynecologists mengungkapkan mekanisme tersebut agar sel sperma tidak berenang dan membuahi sel telur.

Agar efektif, biasanya KB suntik diinjeksi dalam waktu 7 hari sejak menstruasi pertama dimulai.

7. Memasang IUD

Menggunakan intrauterine device (IUD) atau KB spiral menjadi pilihan lain yang bisa dipertimbangkan. Alat kontrasepsi berbentuk T ini disematkan di dalam rahim oleh dokter.

Jangka waktu efektivitas bagi IUD tembaga ialah 10-12 tahun. Sementara IUD hormonal sekitar 3-5 tahun..

Pertanyaan Populer Seputar Cara Menunda Kehamilan

Habis hubungan intim agar tidak hamil minum apa?

Dr Jay Mehta, seorang IVF spesialis, mengatakan bahwa agar tidak hamil setelah berhubungan intim, cobalah untuk minum pil kontrasepi darurat (yang bekerja dalam 72 jam setelah berhubungan seks).

Menurutnya, ada beberapa cara alami yang sering dilakukan, di antaranya mengonsumsi vitamin C, atau pepaya dalam kuantitas yang besar

Bagaimana cara agar tidak hamil jika sperma terlanjur masuk?

Alat kontrasepsi darurat adalah satu-satunya metode efektif yang dapat Anda gunakan untuk mencegah kehamilan setelah sperma memasuki vagina selama hubungan seksual tanpa pengaman. Ada dua jenis utama kontrasepsi yang tersedia saat ini, yakni pil kontrasepsi darurat dan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD atau spiral).

Cara biar tidak hamil makan apa?

Tidak ada makanan tertentu yang dapat mencegah kehamilan. Satu-satunya cara untuk mencegah kehamilan adalah dengan menggunakan metode kontrasepsi, seperti kondom, pil KB, alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), atau bentuk kontrasepsi lain yang diresepkan oleh dokter.

Apa yang harus dilakukan agar pembuahan tidak berhasil?

Agar pembuahan tidak berhasil, Anda bisa mengonsumsi pil kontrasepsi. Pasalnya, pil ini berfungsi membuat penghalang yang menghalangi sperma mencapai sel telur, membunuh sperma, mencegah sel telur dilepaskan oleh ovarium, mengubah lendir serviks untuk menghalangi sperma bergerak ke rahim, dan mengubah jaringan yang melapisi rahim sehingga sel telur yang telah dibuahi tidak dapat menempel.

***

Jika memang Parents berencana untuk menunda kehamilan, idealnya tentu saja lebih baik melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Harapannya, agar hasil bisa maksimal dan menghindari kondisi yang tidak diinginkan.

****

Semoga bermanfaat!

Baca Juga:

Ingin Menunda Kehamilan, Perhatikan Syarat Ini

7 Posisi Seks untuk Anda yang Ingin Tunda Kehamilan

Tak Ingin Hamil dalam Waktu Dekat? Ini 10 Cara Pencegahan yang Bisa Dipilih