Cairan vagina yang dikeluarkan oleh perempuan adalah normal, itu tidak selalu bermakna bahwa tubuhnya tidak sehat atau sedang terkena penyakit, lho, Bunda.
Cairan vagina juga bisa hadir dalam berbagai bentuk. Seperti bening, putih, lengket, atau seperti ingus yang bisa melar. Memahami bentuk cairan vagina sendiri, bisa membantu Anda untuk tahu jika ada sesuatu yang salah pada kesehatan.
Bahkan, perbedaan bentuk dari cairan yang dikeluarkan mulut rahim ini, juga bisa membantu para wanita mengetahui kapan masa suburnya.
Sehingga, bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk berhubungan intim, saat sedang merencanakan kehamilan.
Melansir dari laman My First Baby, kami berikan penjelasannya pada Anda berikut ini.
Bagaimana Cara Mengetahui Masa Subur Lewat Cairan Vagina?
Pada dasarnya, Anda bisa mengetahui masa subur melalui cairan vagina dengan mengamati perubahan teksturnya. Biasanya, saat masa subur, cairan akan lebih bayak, jernih atau bening, licin, dan elastis seperti putih telur.
Selama periode menstruasi, mulut rahim memproduksi lendir atau cairan vagina yang berbeda. Lendir ini akan terlihat setelah haid berakhir.
Awalnya akan nampak berwarna keruh dan bisa melonggar saat direnggangkan dengan dua jari, atau malah tidak bisa direnggangkan sama sekali.
Saat tubuh perempuan mula mendekati masa ovulasi (pematangan sel telur), lendir tersebut akan menjadi lebih jernih dan bisa direnggangkan lebih dari satu inci. Perubahan pada cairan ini berfungsi untuk membantu sperma bertahan lebih lama di dalam vagina.
Lendir yang dihasilkan pada masa ovulasi, juga akan membantu sel sperma dalam perjalanannya untuk membuahi sel telur.
Karena itu, biasanya cairan vagina berwarna jernih, dianggap sebagai tanda bahwa seorang perempuan sedang berada di masa subur.
Setelah masa ovulasi berakhir, lendir ini akan kembali menebal dan kering.
Hal ini menjadi penting bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan. Mencatat kondisi lendir serviks setiap hari, adalah cara terbaik untuk mengetahui kapan Anda sedang berovulasi.
Gambar Cairan Vagina untuk Mengetahui Masa Subur Wanita
Berikut ini adalah gambar yang bisa menjadi panduan Anda dalam mengetahu masa ovulasi.
1. Cairan kering dan tebal
Lendir yang tebal dan kering, menandakan bahwa Anda sedang tidak dalam masa subur
Lendir yang tebal dan kering ini, biasanya muncul pada akhir masa haid. Jika menemukan cairan ini, berarti Anda sedang tidak berada di masa subur.
2. Cairan seperti krim dan lengket
Lendir berbentuk seperti krim dan lengket. Ini juga menandakan bahwa Anda belum memasuki masa subur
Meski lendir dengan bentuk ini biasa muncul saat mendekati masa ovulasi, tetapi Anda belum berada pada masa subur jika masih mengeluarkan cairan vagina dengan bentuk seperti ini.
3. Cairan berwarna keputihan
Berwarna putih seperti awan, dan bisa direnggangkan. Ini menandakan bahwa Anda mulai memasuki masa subur
Lendir ini biasanya muncul di hari pertama masa subur Anda. Jika seorang wanita mengeluarkan cairan vagina seperti ini, dia dianggap memasuki masa setengah subur.
4. Cairan bening dan lentur
Cairan berwarna jernih, dan bisa direnggangkan. Menandakan bahwa wanita sedang dalam masa subur.
Bila seorang perempuan mengeluarkan lendir seperti ini, berarti dirinya sedang sangat subur. Sehingga, sangat dianjurkan untuk berhubungan dalam masa ini, agar program hamil memiliki kemungkinan berhasil lebih besar.
Pertanyaan Populer Terkait Cara Mengetahui Masa Subur Lewat Cairan Vagina
Bagaimana Cara Mengetahui Masa Subur Wanita?
Cara mengetahui masa subur wanita dapat dilakukan melalui beberapa metode yang teruji secara klinis. Salah satu cara paling populer adalah menggunakan alat prediksi ovulasi (ovulation test pack) yang mengukur hormon luteinisasi (LH) lewat urine, ketika lonjakan LH mengindikasikan masa paling subur.
Selain itu, perubahan lendir serviks menjadi bening, licin, dan elastis seperti putih telur serta pengukuran suhu basal tubuh (BBT) setiap pagi dengan termometer khusus dapat membantu mengidentifikasi masa subur.
Untuk siklus menstruasi yang teratur, masa subur biasanya terjadi 5 hari sebelum dan selama ovulasi, sekitar hari ke-11 hingga ke-21 setelah hari pertama haid terakhir dalam siklus 28-32 hari menurut Healthline.
Kapan Waktu Terbaik Cek Masa Subur?
Waktu terbaik untuk mengecek masa subur adalah pada pertengahan siklus menstruasi, biasanya sekitar 13-15 hari sebelum periode menstruasi berikutnya untuk siklus 28 hari karena di sinilah peluang terjadinya ovulasi paling tinggi.
Nah, itulah beberapa penjelasan tentang mengetahui masa subur lewat cairan vagina. Bunda bisa mencobanya untuk menentukan waktu terbaik berhubungan intim dengan pasangan sehingga peluang hamil lebih tinggi, ya.
Semoga bermanfaat!
***
Baca Juga:
Cara Hitung Masa Subur Perempuan untuk Tingkatkan Peluang Kehamilan
Cara Menghitung Masa Subur dan Tandanya, Bantu Melancarkan Program Hamil
Menghitung Masa Subur yang Benar, Begini Caranya!
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.