Kontrasepsi Darurat, solusi untuk yang tak ingin hamil setelah seks tanpa pengaman

Kontrasepsi Darurat, solusi untuk yang tak ingin hamil setelah seks tanpa pengaman

Kontrasepsi darurat dipercaya dapat mencegah kehamilan sekitar 80 hingga 90 persen.

Saat ini sudah ada banyak jenis kontrasepsi yang dapat Anda pilih, seperti pil dan suntik KB, IUD, KB implan dan kondom. Tak ketinggalan, jenis kontrasepsi darurat pun bisa menjadi pilihan lainnya untuk Anda yang ingin menunda kehamilan dengan praktis.

Kontrasepsi darurat merupakan pil pencegah kehamilan yang digunakan perempuan setelah melakukan hubungan seksual tanpa kondom. Bahkan, kontrasepsi ini juga dapat digunakan sampai 5 hari ke depan sejak hari pertama Anda berhubungan seksual.

Cara kerja kontrasepsi ini yaitu dengan mencegah atau menunda ovulasi. Sehingga tidak ada sel telur matang yang dikeluarkan dari ovarium untuk dibuahi.

Siapa saja yang dapat menggunakan kontrasepsi darurat?

kontrasepsi darurat

Menurut World Health Organization (WHO), mereka yang dapat menggunakan kontrasepsi ini yaitu perempuan yang sudah mengalami periode menstruasi dan memasuki usia produktif untuk bereproduksi. Serta, tidak ada batasan usia untuk bisa menggunakannya.

WHO menjelaskan, kontrasepsi ini pun tidak memiliki kontraindikasi medis absolut. Sehingga, perempuan yang sudah menggunakan alat kontrasepsi IUD juga dapat menggunakan kontrasepsi darurat, kalau memang dibutuhkan.

Artikel terkait : Cegah kebobolan dengan KB darurat, berikut faktanya!

Walau demikian, ada baiknya jika Anda terlebih dahulu berkonsutasi dengan dokter saat ingin menggunakan kontrasepsi darurat. Sebab, penggunaan yang terlalu sering dapat mengakibatkan peningkatan efek samping, seperti menstruasi yang tidak teratur.

Meski dapat digunakan oleh semua perempuan, tapi jenis kontrasepsi ini dianggap kurang efektif untuk perempuan obesitas. Akan tetapi, hal itu bukan berarti mereka tidak dapat mencoba untuk menggunakannya.

Dosis dan cara penggunaan KB darurat yang disarankan

kontrasepsi darurat

Dilansir dari situs European Consortium for Emergency Contraception (ECEC), sebenarnya terdapat 4 jenis metode kontrasepsi darurat yang tersedia. Salah satunya yaitu levonorgestrel, yang dipercaya dapat mencegah kehamilan dengan tingkat keberhasilan sekitar 80 hingga 90 persen.

Levonorgestrel berbentuk tablet siap minum yang tersedia dalam 2 macam, yaitu sediaan 1 tablet dan sediaan 2 tablet. Untuk yang sediaan 1 tablet, dianjurkan meminumnya kurang dari 72 jam atau 3 hari sejak melakukan hubungan seksual.

Sementara untuk sediaan 2 tablet, maka tablet pertama harus segera diminum dalam 72 jam pertama setelah melakukan hubungan seksual, lalu tablet kedua dikonsumsi 12 jam setelah mengonsumsi tablet pertama.

Disarankan juga untuk mengonsumsinya setelah makan, serta segera setelah hubungan seks tanpa pengaman. Untuk hasil yang maksimal, gunakan obat ini secepatnya, paling lambat 3 hari.

Untuk lebih pastinya, Anda dapat mengikuti petunjuk pemakaian yang tersedia di label kemasan, atau konsultasikan pada dokter jika tidak jelas. Hubungi dokter juga jika terjadi gejala muntah, mual, pusing, lemas, nyeri perut kurang dari 2 jam setelah mengonsumsinya untuk mendapat penangannya yang tepat.

Itulah informasi terkait kontrasepsi darurat yang patut Anda ketahui. Semoga bermanfaat.

***

Kontrasepsi Darurat, solusi untuk yang tak ingin hamil setelah seks tanpa pengaman

Referensi : WHO, ECEC, Alodokter

Baca juga :

Seks tanpa kontrasepsi, takkan hamil bila minum ini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner