Bolehkah ibu menyusui minum soda? Ketahui jawabannya sekarang

Bolehkah ibu menyusui minum soda? Ketahui jawabannya sekarang

Soda termasuk minuman bergas yang dianggap berbahaya untuk ibu menyusui, tapi apakah itu benar?

Pertanyaan mengenai bolehkah ibu menyusui minum soda sering dilontarkan oleh beberapa ibu menyusui. Pasalnya, ibu menyusui memang harus menjaga pola makan yang sehat agar bisa mendapatkan kualitas ASI yang baik.

Beberapa bayi sering rewel ketika ia meminum ASI yang mengandung gas atau memiliki rasa yang berbeda akibat makanan tertentu. Maka dari itu, ibu hamil disarankan untuk menjauhi jenis makanan tertentu.

Makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil yaitu cokelat, rempah-rempah seperti kayu manis, bawang putih, cabai, dan bumbu kari. Lalu jeruk lemon atau limau, sayuran mengandung gas seperti kubis atau kol, mentimun, dan paprika, serta buah yang memiliki efek pencahar.

Terkait dengan pertanyaan bolehkah ibu menyusui minum soda, nyatanya ibu menyusui harus pikir dua kali jika benar-benar ingin minum soda. Minuman soda ternyata juga memiliki kandungan kafein yang harus diwaspadai oleh ibu menyusui.

Artikel terkait : Bolehkah ibu menyusui minum kopi? ini penjelasannya

Bolehkah ibu menyusui minum soda?

bolehkah ibu menyusui minum soda

Dilansir dari situs Klikdokter, minuman soda memiliki kandungan kafein. Meskipun terdapat penelitian yang menyatakan jika kandungan kafein kemungkinannya hanya sedikit yang dapat disalurkan ke bayi melalui ASI.

Kandungan kafein dengan jumlah sedikit yang ada pada air susu pun tidak terlalu memengaruhi denyut jantung maupun tidur sang bayi. Walau demikian, akan lebih baik jika setelah minum minuman berkafein seperti soda, ibu menyusui harus memantau bagaimana  reaksi bayi setelah setiap kali disusui.

American Academy of Pediatrics menetapkan jika ibu menyusui tidak boleh minum minuman dengan kafein lebih dari 500 mg setiap harinya. Jika terlalu banyak, maka dapat terakumulasi pada tubuh bayi dan memberikan efek seperti rasa gelisah.

Minum minuman berkafein seperti soda harus lebih diperhatikan pada ibu menyusui dengan bayi prematur. Sebab, bayi prematur lebih rentan terkena efek samping dari kafein yang dikonsumsi ibu selama menyusui.

Efek samping soda pada ibu dan bayi

Bolehkah ibu menyusui minum soda? Ketahui jawabannya sekarang

Dilansir dari situs Parents, untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi, batasi asupan soda hanya sekitar 200 hingga 300 miligram perhari. Jumlah tersebut setara dengan dua sampai tiga cangkir kopi kecil atau lima kaleng soda.

Apabila ibu menyusui minum kafein atau soda terlalu banyak, maka bayi pun akan dirugikan. Efek samping yang akan dirasakan oleh bayi yaitu diuretik atau diare.

Saat bayi diare, maka ia akan kehilangan banyak vitamin dan mineral dari tubuhnya. Pada akhirnya bayi pun mengalami kekurangan nutrisi pada tubuh.

Tidak hanya dapat memberikan efek negatif untuk bayi, soda juga dapat memberikan beberapa efek negatif untuk tubuh ibu menyusui. Adapun efek yang dimaksud ialah:

a. Penurunan fungsi ginjal

studi Harvard Medical School selama 11 tahun pada 3.318 wanita, para peneliti menemukan bahwa cola dikaitkan dengan peningkatan risiko dua kali lipat untuk penurunan ginjal.

b. Meningkatkan risiko diabetes

Kadar gula yang tinggi dalam soda menempatkan banyak tekanan pada pankreas, sehingga berpotensi membuatnya tidak dapat mengimbangi kebutuhan tubuh akan insulin. Minum satu atau dua minuman manis per hari meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 25%.

c. Menyebabkan masalah jantung hingga reproduksi

Kaleng soda dilapisi dengan pengganggu endokrin bisphenol A (BPA), yang telah dikaitkan dengan segala sesuatu mulai dari penyakit jantung, obesitas, hingga masalah reproduksi.

d. Penyebab kanker

soft-drink-4280835_1280

Pewarnaan coklat buatan dalam cola adalah proses kimia, tidak dibuat dari gula karamel. Itu dibuat dengan mereaksikan gula dengan amonia dan sulfit di bawah tekanan dan suhu tinggi.

Reaksi kimia ini menghasilkan pembentukan 2-methylimidazole (2-MI) dan 4 methylimidazole (4-MI), yang dalam studi dapat menyebabkan kanker paru-paru, hati, atau tiroid atau leukemia pada tikus laboratorium.

e. Menghilangkan enamel gigi

Pengujian laboratorium terhadap keasaman soda menunjukkan bahwa jumlah asam dalam soda cukup untuk menghilangkan enamel gigi. Tingkat pH dalam soda bisa serendah 2,5, karena kerangka asam baterai referensi memiliki pH 1, air memiliki pH 7,0.

f. Menghabiskan tingkat mineral

Soda yang mengandung asam fosfat menghilangkan kalsium yang sangat dibutuhkan dari tulang.

g. Mengubah metabolisme

Hans-Peter Kubis, direktur kelompok Latihan dan Rehabilitasi Kesehatan di Universitas Bangor di Inggris, telah menemukan bahwa minum soda secara teratur sebenarnya dapat mengubah metabolisme dalam tubuh manusia.

Peserta minum 140 gram gula setiap hari selama empat minggu (itu kurang dari dua kaleng 20 ons Coke). Hasilnya: metabolisme mereka berubah setelah empat minggu, sehingga lebih sulit bagi mereka untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan.

Maka dari itu, jika pertanyaan bolehkah ibu menyusui minum soda masih sering terlontar, jawabannya adalah boleh, tapi dalam jumlah yang terbatas. Jika ibu menyusui minum soda terlalu banyak, hal itu bisa membuat bayi diare.

Referensi: Parents, Klikdokter, foodrevolution.org

Baca juga:

Sering pusing saat menyusui? Waspada bahaya dehidrasi pada Busui!

Bolehkah ibu menyusui minum soda? Ketahui jawabannya sekarang

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner