Apakah kondisi bayi terlilit tali pusar berbahaya? Ini penjelasan dokter

lead image

Bayi terlilit tali pusar bisa terjadi selama persalinan, atau dalam masa kehamilan. Bila lilitannya longgar tidak berbahaya, tapi bila ketat bisa mengancam keselamatan bayi.

Kondisi bayi terlilit tali pusar adalah salah satu komplikasi kehamilan yang ditakuti para ibu hamil. Karena bila bayi terlilit tali pusar, asupan oksigen dan makanannya bisa terhambat, dan bisa mengancam keselamatan bayi. 

Dr.  Idries Abdur-Rahman, seorang pakar kandungan yang berbasis di Illinois mengatakan, bahwa kondisi bayi terlilit tali pusar di leher terjadi pada 35% kehamilan. Kondisi yang juga disebut dengan nuchal cord ini biasanya tidak berbahaya. 

“Tali pusar yang melilit leher bayi biasanya longgar, jadi aliran darah dari plasenta tidak akan terganggu. Bila lilitan tali pusar ketat, seperti saat bayi turun ke kanal lahir selama persalinan, detak jantung bayi akan menurun dan aliran darah ke bayi juga berkurang,” papar Dr. Idries.

Hal ini bisa diatasi dengan mengubah posisi ibu di ranjang persalinan, atau menyuntikkan cairan ke dalam rahim, yakni prosedur yang disbeut amnioinfusion. 

bayi terlilit tali pusar

Bila cara tersebut tidak berhasil, dan lilitan tali pusar di leher bayi terlalu ketat hingga membahayakan keselamatannya. Maka operasi caesar adalah jalan terbaik untuk menyelamatkannya. 

Kadang, kondisi bayi terlilit tali pusar di leher juga bisa terlihat saat pemeriksaan USG. Namun ini tidak berbahaya, karena situasi seperti ini sering ditemui. Sementara itu, ukuran tali pusar tidak memengaruhi risiko benda itu melilit leher bayi di kandungan, biasanya disebabkan oleh aktifnya janin bergerak di rahim.

Sayangnya, menurut Dr. Idries tidak ada cara untuk mencegah tali pusar melilit bayi selama masa kehamilan ataupun saat persalinan. Bagi mereka yang mengalami kesulitan melahirkan karena bayinya terlilit tali pusar, biasanya akan disarankan melakukan operasi caesar.

Tapi, ibu hamil atau ibu yang sedang melahirkan tidak perlu cemas jika diberitahu tali pusar melilit leher bayi, karena biasanya hal ini bisa diatasi dengan baik oleh tim medis.

Penyebab bayi terlilit tali pusar

bayi terlilit tali pusar 2

Seperti yang telah dijelaskan oleh Dr. Idries di atas, kondisi tali pusar yang melilit leher bayi biasanya disebabkan oleh gerakan janin dalam kandungan. Dan ini adalah hal yang normal terjadi, sekitar 35% ibu hamil mengalami kondisi ini. 

Selain gerakan janin, leher bayi bisa terlilit tali pusar karena cairan ketuban yang berlebihan, ibu mengandung janin kembar, serta tali pusar yang panjang.

Ibu biasanya tidak mengalami gejala apapun yang menandakan bayinya terlilit tali pusar, sehingga kondisi ini hanya bisa diketahui saat pemeriksaan USG atau ketika persalinan sedang berlangsung, ketika kondisi janin dipantau oleh tim medis.

Apa yang harus dilakukan jika bayi saya terlilit tali pusar?

bayi terlilit tali pusar 1

Jika kondisi tali pusar yang melilit leher bayi longgar, dokter bisa melepasnya dengan mudah. Tapi bila lilitannya ketat dan bersimpul, bisa jadi dokter akan memotong tali pusar tersebut sebelum bayi dilahirkan dari perut ibu. 

Ibu hamil juga bisa merasakan tanda bayi terlilit tali pusar atau tidak, dengan memerhatikan gerakannya. Bayi yang mengalami lilitan biasanya akan bergerak dengan cepat dan mendadak, lalu kemudian gerakannya melambat hingga diam sama sekali.

Bayi yang bergerak dengan lamban di minggu-minggu menjelang HPL juga bisa menjadi tanda ia terlilit tali pusar. 

Kabar baiknya, kondisi ini tidak berbahaya, dan bisa dideteksi sejak dini jika Anda rutin memeriksakan kandungan setiap bulan. Pemeriksaan USG yang rutin juga bisa memantau kondisi bayi, termasuk apakah tali pusarnya melilit bayi atau tidak. 

Semoga bermanfaat.

 

 

Sumber referensi: Romper, Alodokter

Baca juga:

3 Komplikasi tali pusar bayi yang berbahaya selama proses persalinan