Bayi Harus Sering Tummy Time (Tengkurap) Untuk Menghindari 3 Hal Ini

Bayi Harus Sering Tummy Time (Tengkurap) Untuk Menghindari 3 Hal Ini

Tummy time penting dilakukan untuk membantu perkembangan dan ketrampilan motorik bayi. Sebaliknya, jika jarang tengkurap bayi akan mengalami masalah fisik.

Sebuah postingan yang viral dari laman Facebook Kids Unlimited, sebuah klinik terapi pediatrik di Mid County, Amerika, ini memperingatkan para orangtua akan pentingnya tummy time, atau waktu tengkurap bagi bayi.

Postingan tersebut menampilkan foto seorang anak usia 11 bulan yang memiliki 3 masalah ini:

  1. Kepala rata pada bagian belakang (peyang) atau istilah medisnya plagiocephaly (flat skull)
  2. Punggung berbentuk kurva ‘C’ yang menyebabkan sulit belajar merangkak
  3. Pinggul dan kaki yang kaku sehingga ia tidak bisa meluruskan lutut kakinya

Ketiga masalah fisik yang terlihat tersebut disebabkan oleh kurangnya tummy time. Bayi yang cukup mendapat waktu tengkurap harusnya memiliki kepala yang bulat penuh, leher dan punggung yang membentuk kurva ‘S’, serta kaki yang fleksibel sehingga bisa duduk dalam berbagai macam posisi.

Bayi Harus Sering Tummy Time (Tengkurap) Untuk Menghindari 3 Hal Ini

Selain itu, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tummy time bisa dimulai sejak bayi pulang dari rumah sakit. Para ahli sepakat bahwa bayi yang tidak banyak menghabiskan waktunya dalam posisi tengkurap sering mengalami keterlambatan perkembangan fisik dan keterampilan motorik.

Sehingga dapat menghambat bayi untuk menjadi aktif. Dan efek jangka panjangnya membuat anak cenderung terlambat dalam perkembangan kognitif.

Baca: Bayi Aktif Sama Dengan Bayi Cerdas?

Bagaimana melakukan tummy time atau waktu tengkurap yang baik?

Lakukan tummy time sesering mungkin saat bayi sedang tidak tidur. Namun pastikan bayi tidak dalam kondisi lapar atau lelah.

Jangan tengkurapkan bayi dalam keadaan perutnya penuh. Tunggu sekitar satu jam setelah makan untuk menghindari ‘gumoh’ atau muntah.

Bayi Harus Sering Tummy Time (Tengkurap) Untuk Menghindari 3 Hal Ini

Ketika bayi mulai menangis, coba untuk membujuknya agar bertahan sedikit lebih lama dengan mengajaknya berbicara atau bermain dengannya. Parents sebaiknya juga dalam posisi tengkurap ketika melakukan hal ini.

Jika bayi benar-benar merasa tidak nyaman, sudahi sesi tummy time dengan mengangkat lalu mengusap-usap perutnya.

Tingkat toleransi bayi terhadap waktu tengkurap cenderung akan meningkat secara bertahap. Dan kebanyakan bayi akan lebih nyaman ketika mereka mulai bisa mengangkat kepalanya sendiri (sekitar usia 3 minggu).

Untuk lebih jelasnya tentang bagaimana cara membantu bayi melakukan tummy time setiap hari, Parents bisa lihat video ini:

7 Manfaat Tummy Time untuk Bayi

Tummy time sangat penting bagi bayi untuk membangun kekuatan dan membantu perkembangan motorik mereka. Bayi perlu tidur telentang, tetapi selama mereka bangun atau saat bermain, tummy time atau tengurap memiliki banyak manfaat, seperti dirangkum Baby Chick.

1. Kekuatan leher

Bayi berkembang dari kepala ke kaki, sehingga mereka perlu membangun kekuatan leher sebelum mereka dapat memiliki kekuatan, stabilitas dan ketangkasan di lengan dan tangan mereka. Tengkurap membantu membangun kekuatan leher karena bayi mengangkat kepala dan memutarnya dari sisi ke sisi.

2. Kekuatan inti

Bayi membutuhkan kekuatan inti untuk mempersiapkan diri merangkak, duduk, dan berjalan. Tengkurap membantu mengembangkan kekuatan inti bayi . Setiap kali bayi mendorong ke atas tangan atau menarik lutut saat tengkurap, mereka menguatkan bahu, pinggul, otot perut, dan punggung.

3. Menghindari kepala rata

Bayi yang sering tengkurap biasanya memiliki kepala bundar yang indah tanpa bagian datar atau botak. Bayi yang menghabiskan banyak waktu dalam boks dalam kondisi telentang rentan mengalami kepala rata dari kompresi pada tengkorak mereka.

melatih bayi tengkurap

4. Pengembangan visual

Tengkurap membantu perkembangan visual. Meletakkan mainan di depan bayi tengkurap bisa mengembangkan pengalaman fokus dan pelacakan.

5. Sensorik

Bayi yang menghabiskan banyak waktu tengkurap biasanya memiliki pemrosesan sensor yang lebih baik. Mereka merasakan sensasi karpet, lantai atau selimut pada sebagian besar kulit dan telapak tangan mereka.

6. Peregangan pinggul

Tengkurap menjadi satu-satunya waktu dalam sehari ketika kaki bayi diregangkan, dan sepenuhnya memperluas otot pinggul bayi. Ini penting untuk simetri merangkak dan berjalan.

7. Mencegah torticollis

Bayi yang menghabiskan waktu dengan tengkurap cenderung terhindar dari tortikolis atau pengencangan otot leher yang membuat bayi sulit memalingkan kepala.

Parents harus ingat, saat bayi melakukan tummy time, bayi harus diawasi dan normal jika bayi sedikit rewel saat pertama kali ditengkurapkan.

Semoga informasi ini bermanfaat, Parents!

 

Baca juga:

5 Cara Mencegah Kepala Peyang pada Bayi

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner