TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Tradisi Bakar Batu dari Papua, Wujud Rasa Syukur dan Toleransi

Bacaan 3 menit
Mengenal Tradisi Bakar Batu dari Papua, Wujud Rasa Syukur dan Toleransi

Bakar batu merupakan salah satu tradisi unik dari Papua yang dilakukan oleh suku yang tinggal di pegunungan sebagai lambang rasa syukur dan toleransi.

Papua, pulau paling timur di Indonesia ini memiliki potensi yang indah termasuk keunikan tradisinya. Papua menyimpan warisan kebudayaan yang wajib dilestarikan supaya tidak punah. Salah satu keunikan budaya Papua adalah upacara tradisional yang bernama Bakar Batu.

Melansir dari laman Jeratpapua.org, bakar batu merupakan salah satu tradisi terpenting yang melambangkan rasa syukur, menyambut kebahagiaan atas kelahiran, kematian, atau untuk mengumpulkan prajurit saat berperang.

Tradisi ini dilakukan oleh suku yang tinggal di pegunungan yang terkenal dengan cara memasak dengan membakar batu. Tradisi ini pun memiliki berbagai nama misalnya masyarakat Paniai menyebutnya Gapiia, sedangkan masyarakat Wamena menyebutnya Kit Oba Isogoa.

Artikel terkait: Indahnya Noken, Tas Tradisional Papua yang Jadi Warisan Dunia

Tata Cara Melakukan Tradisi Bakar Batu

bakar batu

Tradisi bakar batu rayakan Perdamaian di lapangan Hawai, Sentani, Kabupaten Jayapura. (Foto: Ricky Febrian/kumparan)

Mengutip dari Portal.merauke.go.id, persiapan awal tradisi ini dimulai dengan setiap kelompok menyerahkan babi sebagai persembahan. Sebagian dari mereka ada yang menari sedangkan yang lain menyiapkan kayu dan batu. Proses membakar awalnya menumpuk batu sedemikian rupa kemudian dibakar sampai batu menjadi panas.

Setelah itu, babi yang sudah dipersiapkan langsung dipanah. Kepala suku biasanya yang melakukan hal ini. Dalam ritual ini, ada pandangan yang cukup unik. Ketika kepala suku telah memanah babi dan babinya langsung mati maka acara akan sukses. Jika babi tidak langsung mati maka acara tersebut diyakini tidak akan sukses.

Tahap selanjutnya yaitu memasak babi. Para lelaki mulai menggali lubang cukup dalam kemudian batu panas dimasukkan ke dalam galian yang sudah diberikan alas daun pisang dan alang-alang sebagai penghalang supaya uap panas batu tidak menguap. Di atas batu panas ada dedaunan lagi baru kemudian disimpan potongan daging babi bersama sayuran dan ubi jalar.

Artikel terkait: Punya Banyak Keunikan, Inilah Jenis Tarian Papua dan Fakta Menarik di Baliknya

Setelah makanan matang, semua orang berkumpul dengan kelompoknya masing-masing dan mulai makan bersama. Tradisi ini diyakini bisa mengangkat solidaritas serta kebersamaan setiap orang.

Tradisi Bakar Batu bukan hanya untuk merayakan kebahagiaan dan kelahiran, tetapi juga mulai digunakan untuk menyambut tamu besar yang datang ke Papua seperti pejabat dan sebagainya.  

Wujud Toleransi Masyarakat Papua

Mengenal Tradisi Bakar Batu dari Papua, Wujud Rasa Syukur dan Toleransi

Tradisi bakar batu rayakan Perdamaian di lapangan Hawai, Sentani, Kabupaten Jayapura. (Foto: Ricky Febrian/kumparan)

Komunitas Muslim Papua misalnya di daerah Walesi Jayawijaya dan komunitas Muslim Papua daerah lain dalam menyambut Ramadan mereka juga bakar batu. Namun, media yang dibakar diganti dengan ayam. Ini bisa menjadi bukti lain dari tingginya toleransi masyarakat Papua.

Tradisi bakar batu memiliki nama berbeda pada setiap daerah yang melangsungkannya. Prosesnya kurang lebih seperti ini. Batu-batu berukuran besar dibakar dalam perapian dengan menggunakan kayu-kayu. Kayu akan habis terbakar hingga panas. Kemudian, batu akan dipindahkan ke dalam lubang yang sudah dibuat.

Artikel terkait: Kehidupan Masyarakat Suku Asmat, Perempuan Jadi Tulang Punggung Keluarga

bakar batu

Foto: ublik.id

Batu akan diletakkan di dasar lubang kemudian ditumpuk daging yang akan dimasak di atasnya. Tidak harus babi, daging ayam, sapi, atau ubi pun juga boleh dimasak. Lubang kemudian ditutup dengan dedaunan pisang. Tunggu sampai daging benar-benar matang dan bisa dinikmati bersama.

Selain sebagai bentuk rasa syukur, tradisi bakar batu juga diyakini bisa memperkuat kebersamaan. Warga yang terlibat akan merasa lebih dekat dengan proses memasak bersama. Ritual tersebut saat ini tidak hanya dilakukan untuk mengumpulkan warga kampung, tetapi juga dilakukan untuk menyambut tamu dari luar.

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Upacara bakar batu menjadi simbol kesederhanaan masyarakat Papua. Muaranya adalah persamaan hak, keadilan, kebersamaan, kekompakan, ketulusan, dan keikhlasan yang membawa perdamaian.  

Baca juga:

https://id.theasianparent.com/nama-papua

https://id.theasianparent.com/artis-keturunan-papua

https://id.theasianparent.com/banjir-papua  

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yuniati Rohmah

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Mengenal Tradisi Bakar Batu dari Papua, Wujud Rasa Syukur dan Toleransi
Bagikan:
  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

    60 Arti Mimpi yang Sering Terjadi, Lengkap dengan Penjelasannya!

  • 8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

    8 Doa Setelah Sholat Subuh Agar Dimudahkan Rezeki

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti