Ini 4 gejala pada bayi baru lahir yang tak perlu bikin Anda panik

Ini 4 gejala pada bayi baru lahir yang tak perlu bikin Anda panik

Inilah panduan bagi para orang tua baru tentang segala gejala pada bayi baru lahir, sehingga Anda tak perlu panik karenanya.

Tidak ada yang lebih membahagiakan selain menjadi orang tua baru, dan menghabiskan banyak waktu untuk memandanginya. Tapi bayi baru lahir Anda menunjukkan gejala-gejala yang, menurut Anda, tak wajar dan Anda pun merasa panik karenanya. Padahal gejala itu sangat umum dialami seorang bayi baru lahir. Gejala pada bayi baru lahir apa sajakah itu?

Gejala pada bayi baru lahir yang umum
1. Napas tidak teratur

Paru-paru bayi baru lahir belum terbentuk sempurna dan bayi baru lahir memerlukan waktu beberapa saat untuk bernapas secara wajar. Karena paru-parunya masih belajar atau berlatih untuk bernapas, maka adalah suatu hal yang wajar jika napas bayi baru lahir kadang tampak tersengal-sengal.

Bayi baru lahir umumnya akan bernapas dengan tidak teratur, dan selang waktu di antara nafasnya biasanya tidak terlalu lama.

Jangan buru-buru membawa bayi baru lahir Anda ke dokter, karena pak dokter akan tersenyum lebar dan tahu kalau Anda masih hijau dalam hal pengetahuan tentang bayi baru lahir.

2. Bersin

Si kecil mungkin akan bersin beberapa kali, dan gejala pada bayi baru lahir ini tidak selalu identik dengan flu atau alergi seperti bersin pada orang dewasa. Bersin pada bayi baru lahir biasanya disebabkan oleh sedikit cairan yang tertinggal dalam paru-parunya sebelum dan selama persalinan.

Ia akan terus menerus bersin sampai cairan benar-benar sirna. Dokter yang memeriksa bayi waktu ia baru dilahirkan bisa saja tak mengetahui adanya cairan ini karena cairan tak selalu terdeteksi dalam tarikan atau hembusan nafas. Namun, Anda sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter jika bersin pada bayi baru lahir disertai dengan demam, keringat dingin atau sesak nafas.

3. Buang air besar tidak teratur

Bayi baru lahir bisa saja buang air besar empat kali dalam sehari, atau bahkan sekali dalam sehari. Anda mungkin membandingkan cara kerja pencernaan bayi dengan orang dewasa yang buang air besar setiap hari. Namun, sekali lagi, bayi baru lahir masih dalam tahap menyesuaikan diri, dan inkonsistensi sistem tubuhnya bisa saja terjadi.

Baca juga : Amati Warna Kotoran Bayi Anda, Apakah Normal?

Kami menganjurkan Anda untuk menemui dokter ketika tinja bayi terlalu lembek atau bercampur dengan darah. Demikian juga bila bayi mendadak sering mengejan namun tidak mengeluarkan tinja, karena bisa jadi ia sedang mengalami konstipasi.

4. Mata berkaca-kaca

Mungkin Anda melihat bayi baru lahir Anda sering mengeluarkan air mata, padahal ia sedang tidak menangis. Atau matanya berkaca-kaca dan sering mengeluarkan kotoran.

Gejala pada bayi baru lahir ini memang kerap terjadi. Kadang kotoran matanya mengering dan membuat bulu matanya melekat satu sama lain. Ini bukan berarti bayi Anda sedang sakit mata, Bunda. Air mata dan kotoran mata yang keluar diakibatkan oleh saluran air mata bayi yang belum berfungsi sempurna, seperti bagian tubuh bayi baru lahir lainnya.

Pijatan lembut di sekitar area hidung dan tepat di bawah alis dapat membantu saluran air mata bayi baru lahir bekerja lebih baik. Gunakan kain lembut yang telah dibasahi air hangat untuk membersihkan mata bayi dari kotoran, dan gunakan kain yang berbeda setiap kali melakukannya. Jika kotoran sulit dibersihkan karena mengering, tempelkanlah kain basah beberapa saat untuk melunakkannya.

Baik air mata maupun kotoran mata pada bayi baru lahir biasanya akan berhenti keluar segera sebelum bayi berusia satu tahun.

Parents, semoga informasi di atas bermanfaat.

Baca juga:

Panduan untuk orangtua baru: Seberapa sering bayi harus menyusu? (disertai infografik)

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

jpqosinbo

app info
get app banner