theAsianparent Logo

9 tanda bayi cukup ASI, nomor 4 sering terlewatkan!

Semua ibu yang menyusui selalu bertanya-tanya dan khawatir apakah bayi cukup ASI. Cobalah berbagai cara ini untuk kenali tanda bayi cukup ASI

Kita tidak pernah dapat mengetahui berapa banyak ASI yang diminum bayi. Terutama bila ia langsung mengisapnya dari payudara. Ketidaktahuan ini membuat sebagian besar ibu menyusui merasa khawatir dan selalu bertanya-tanya apakah bayi mendapat ASI yang cukup. Apakah tanda bayi cukup ASI?

Inilah beberapa cara yang dapat kita gunakan untuk menebak apakah bayi benar-benar meminum ASI atau hanya tampak mengisap padahal tidak ada ASI yang keluar.

Saya gunakan kata “menebak”, karena sebagian cara ini tidak dapat memberikan jawaban secara pasti. Walaupun demikian, inilah 9 tanda bayi cukup ASI yang dapat membantu kita, di halaman berikut ini :

Kenaikan berat badan bayi adalah indikator kecukupan ASI yang baik.

Kenaikan berat badan bayi adalah indikator kecukupan ASI yang baik.

1. Kenaikan berat badan bayi

Ini adalah cara paling akurat dibandingkan cara lainnya. Sebelum menyusui, timbanglah berat badan bayi dengan timbangan digital. Setelah menyusui 15 menit untuk setiap payudara, timbanglah kembali bayi Anda dengan timbangan yang sama.

Selisih berat badannya, menunjukkan jumlah ASI yang ia minum selama 30 menit tersebut. Cara ini hanya dapat dilakukan bila tersedia timbangan digital.

Berat badan bayi yang baru lahir cenderung turun pada beberapa hari pertama. Namun pantaulah agar penurunannya tidak lebih dari 10%. Bila sudah lebih dari 10%, kemungkinan karena ia tidak mendapatkan cukup ASI.

Setiap bulannya, periksalah berat badan bayi. Tanda bayi cukup ASI adalah kenaikan 400 gram hingga 1 kg setiap bulannya. Gunakan Kartu Menuju Sehat untuk memantau pertumbuhan bayi Anda.

Baca juga : Apakah Berat Bayi Anda Ideal?

2. Jumlah diaper basah

Salah satu tanda bayi cukup ASI adalah banyaknya air seni yang ia keluarkan setiap hari. Jumlah diaper basah untuk bayi baru lahir minimal 6 diaper per hari.

Walaupun bayi Anda buang air kecil lebih dari 6 kali per hari, tetap pantau juga kecukupan ASI nya dengan cara-cara lainnya, karena jumlah air seni yang membahasi diaper relatif dan tidak dapat diukur.

3. Jumlah dan warna pup

Bayi yang meminum ASI eksklusif memiliki pup berwarna kuning cerah dan lebih encer, sedangkan bayi yang meminum susu formula pupnya hijau karena sufor banyak mengandung zat besi.

Untuk bayi yang meminum ASI dan sufor, kita dapat melihat kedua warna tersebut pada pupnya. ASI lebih mudah diserap tubuh, sehingga tidak banyak yang dibuang menjadi pup.

Tanda bayi cukup ASI adalah pup minimal 1 kali dalam sehari. Bila ia tidak pup dalam beberapa hari, Anda perlu curiga bahwa ia kurang ASI.

Bayi baru lahir pupnya berwarna hitam pada 1-2 hari pertama, bacalah juga tentang arti warna-warna pup bayi di sini.

4. Tanda bayi cukup ASI, perhatikan gerakan dagu bayi

Ini adalah salah satu cara instan untuk mengetahui apakah si bayi meminum ASI atau hanya melakukan gerakan menghisap tanpa mendapatkan ASI.

Ketika ia menyusu, lihatlah bagian di antara leher dengan dagu. Ketika ia menghisap, dagunya akan bergerak turun naik. Setelah beberapa kali turun naik, dagu akan terlihat turun lebih jauh ke bawah beberapa saat sebelum kembali lagi ke posisi semula. Jeda inilah yang menandakan bahwa ia menegak ASI.

Mengapa ada jeda tersebut? Gerakan naik turunnya dagu terjadi ketika si bayi sedang menstimulasi payudara dengan isapannya, sedangkan ketika dagu turun ke bawah dan berhenti beberapa saat, saat itulah ASI mengisi rongga mulutnya. Jadi, bila dagu bayi Anda hanya turun naik terus tanpa ada jeda yang diikuti dengan dagu , berarti ia tidak menegak ASI.

5. Bunyi ketika mengisap payudara

Tidak semua bayi mengeluarkan bunyi ketika ia menegak ASI, namun sebagian bayi memberikan bunyi misalnya “He, he, he…”, “Glek, glek, glek…” atau “Slurp, slurp…..”.

Membuat semburan ASI adalah cara membangunkan bayi yang tertidur sambil menyusu

Membuat semburan ASI adalah cara membangunkan bayi yang tertidur sambil menyusu

6. Tekan payudara ketika bayi menyusu

Cara ini dilakukan untuk mengetes apakah ASI kita keluar ketika si bayi sedang menyusu. Caranya, ketika ia sedang menyusu, peraslah perlahan payudara Anda ke arah puting.

ASI akan menyembur dan mengganggu kenyamanan si bayi yang sedang menyusu. Bila ia tidak terlihat terganggu, berarti tidak ada semburan ASI. Cara ini juga dapat dilakukan untuk membangunkan bayi yang sering tertidur ketika menyusu.

7. ASI terlihat di sekitar bibir bayi

Tidak semua ibu menyusui memiliki aliran ASI yang deras, sehingga cara ini tidak tentu berlaku untuk semua orang. Terkadang, kita dapat melihat ASI pada sudut bibir bayi ketika ia sedang menyusu. Itulah tandanya ASI kita keluar saat ia menghisapnya.

8. Payudara yang melunak

Bila Anda mulai menyusui saat payudara terasa penuh, Anda akan merasakan payudara Anda kosong, lunak, dan kempis setelah menyusui. Bila payudara tetap saja penuh, berarti si bayi tidak meminum ASI Anda.

Bila payudara terlalu keras si bayi tidak dapat mengisapnya. Kompreslah payudara dengan handuk hangat lalu perahlah dengan jari-jari Anda. Setelah ASI keluar dan payudara agak lunak, bayi dapat mengisapnya.

Mari bergabung di Komunitas Ibu Menyusui

Klik di sini untuk bergabung di Komunitas Ibu Menyusui

 9. Bayi kenyang akan tertidur pulas

Bayi yang kenyang akan tertidur pulas

Bayi yang kenyang akan tertidur pulas

Khusus bayi baru lahir, ia akan tertidur pulas seperti ‘drunken master’ ketika kenyang menyusu. Lehernya langsung lunglai ke bahu Anda bila Anda menggendongnya secara tegak. Ia akan bangun kembali dan menangis 2-3 jam kemudian setelah meminum ASI, begitu seterusnya hingga berusia beberapa bulan.

Bunda, semoga ulasan di atas bermanfaat.

 

Baca juga:

Tipe bayi menyusui berdasarkan zodiak, sesuaikah dengan karakter bayi Bunda?