3 Tanda kekerasan seksual pada anak yang wajib Parents tahu

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Tak semua anak bisa bicara mengenai pelecehan seksual yang ia alami. Maka dari itu, Parents wajib tahu tanda kekerasan seksual anak berikut.

Banyaknya kasus kekerasan seksual pada anak membuat kewaspadaan orangtua harus ditingkatkan. Tidak banyak orangtua yang menyadari bahwa anak menunjukkan tanda kekerasan seksual.

Sekalipun sudah ada banyak tips agar anak mau memberitahukan hal bahaya yang ia alami, namun beberapa anak memang sulit untuk memberitahukan apa yang terjadi padanya. Bisa jadi karena rasa takut, terkejut, bingung, dan sebagainya.

Maka dari itu, orangtua harus lebih peka terhadap hal yang ada di sekitar anak. Berikut beberapa hal yang perlu Parents perhatikan tentang lingkungan sekitar dan sikap anak yang barangkali bisa jadi tanda kekerasan seksual yang dialaminya:

Tanda kekerasan seksual 1: Perhatikan orang yang punya hubungan sangat dekat dengan anak

Hal ini bisa termasuk anggota keluarga, tetangga, kerabat, dan lainnya. Ia akan tampak seperti orang yang sangat dekat dengan anak.

Ini bukan berarti bahwa Parents harus selalu curiga pada siapa pun yang dekat dengan anak. Tapi jika ia memperlakukan anak terlalu spesial dibanding yang lainnya, maka Anda patut curiga padanya.

Misalnya,  ada seorang kerabat yang senang dengan anak kita sampai terlalu sering memberi hadiah, menjemput, dan mengajaknya jalan-jalan. Parents memang boleh senang karena ada orang yang perhatian pada anak Anda, tapi hati-hati dengan apa yang ada di baliknya.

Artikel terkait: Kartu tanda keamanan tubuh untuk ajari anak agar terhindar dari kekerasan seksual.

Tanda kekerasan seksual yang paling kentara jika ada yang mencurigakan adalah jika anak Anda yang awalnya akrab dengan orang tersebut kemudian tampak takut. Reaksi lainnya adalah jika ia justru tampak malu-malu bertemu orang tersebut.

Sebagian besar korban kekerasan seksual mengenal pelakunya. Maka jangan heran jika ternyata pelakunya adalah orang yang justru Anda percaya.

Tanda kekerasan seksual 2: Perubahan perilaku

Respon anak terhadap peristiwa pelecehan seksual yang mereka alami akan berbeda-beda. T tidak ada tanda kekerasan seksual yang seragam antar satu korban dengan yang lainnya.

Semua tergantung dengan bagaimana anak tersebut diperlakukan, reaksi mentalnya, dan lingkungan tempatnya dibesarkan.

Bisa jadi anak yang awalnya ceria mendadak jadi pendiam. Atau dia mendadak suka menyendiri, menggambar sesuatu yang tak wajar, atau memperlakukan mainannya seolah menjurus pada sesuatu yang terkait dengan hubungan badan.

Artikel terkait: Anak yang jadi korban kekerasan seksual ini ungkapkan kasusnya lewat gambar.

Beberapa anak tampak menggesek-gesek, memegang, maupun menempelkan bagian tubuhnya yang sensitif ke tembok. Beberapa lainnya justru merasa kesakitan saat buang air kecil hingga berdarah.

Saat menemukan sesuatu yang mencurigakan terjadi pada anak, Parents harus peka. Sebelum hati Anda hancur dan kalap dengan situasi yang terjadi, ingatlah bahwa anak Anda yang polos tidak mengerti apa-apa ini akan lebih bingung nantinya daripada Anda sendiri.

Membuat anak panik akan menyebabkan mentalnya makin turun. Yang paling tepat adalah Parents membuatnya percaya bahwa orangtuanya adalah tempat paling aman yang akan melindunginya dari kejahatan apapun.

Tanda kekerasan seksual 3: Kenali ciri pelaku

Banyak orang dewasa yang memang suka dengan anak kecil. Namun, para predator seksual yang mengincar anak-anak selalu memiliki kecenderungan untuk lebih suka berada di sekitar anak kecil daripada di sekitar orang dewasa.

Artikel terkait: Cara menghadapi pertanyaan anak seputar pemerkosaan.

Ia bisa saja berwujud orang sopan yang menawarkan diri menjaga anak-anak kita. Tapi wajarnya ia juga bisa memiliki kehidupan sosial dengan orang dewasa lain.

Mencurigai setiap orang sebagai pedofil memang tak baik. Namun, mempercayai bahwa semua orang baik juga bukan tindakan bijak.

Asah kepekaan dan berusahalah untuk jadi tempat paling aman untuk anak. Karena, jika bukan orangtuanya sendiri, maka ia akan bingung mau lari ke mana lagi saat sedang ketakutan.

Pemulihan psikologis korban kekerasan seksual adalah hal pertama yang harus dilakukan, terlepas dari apakah orangtua ingin menempuh jalur hukum atau tidak.

Jika Anda mengetahui adanya kekerasan seksual pada anak, perempuan, maupun keluarga, segera hubungi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum APIK Jakarta. Jalan. Raya Tengah no. 31 RT. 01/09, Kramat 021 87793300. Hotline: 081285552430. Email: [email protected] Anda akan mendapatkan konsultasi, bantuan hukum, dan pendampingan gratis dari LBH APIK.

 

Baca juga:

Wajib Simpan! Kontak darurat pertolongan KDRT dan kekerasan seksual di seluruh Indonesia

 





Better Parenting