TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Event
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • EventEvent
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Waspada, Ini 4 Ciri-Ciri Air Ketuban Berkurang dan Cara Mengatasinya

Bacaan 6 menit
Waspada, Ini 4 Ciri-Ciri Air Ketuban Berkurang dan Cara Mengatasinya

Ciri-ciri air ketuban berkurang antara lain gerakan bayi menurun, perut lebih kecil, perubahan cairan vagina, hingga detak jantung bayi tidak stabil. Segera konsultasi ke dokter jika mengalami tanda-tanda tersebut.

GENERATOR NAMA BAYI

Generator Nama Bayi, gunakan tools generator ini untuk menambah inspirasi Anda dalam mencari nama yang cocok untuk si buah hati.

Jenis Kelamin

Preferensi Nama Depan

Preferensi Nama Belakang

Air ketuban penting untuk melindungi dan mendukung tumbuh kembang bayi dalam kandungan. Jika volumenya berkurang atau biasa dikenal dengan istilah oligohidramnion, janin berisiko mengalami berbagai komplikasi. Yuk, kenali ciri-ciri air ketuban berkurang agar dapat segera mengambil tindakan.

Artikel terkait: 9 Penyebab Air Ketuban Sedikit, Ciri-ciri, dan Cara Mengatasinya

Daftar isi

  • Apa Itu Oligohidramnion?
  • Apa yang Dirasakan Ibu Hamil Jika Air Ketuban Kurang?
  • Mengapa Air Ketuban Berkurang?
  • Bagaimana Cara Mengetahui Air Ketuban Berkurang?
  • Apa Efek Air Ketuban Sedikit?
  • Bagaimana Penanganan Air Ketuban Sedikit?
  • Pertanyaan Populer Terkait Ciri-ciri Air Ketuban Berkurang

Apa Itu Oligohidramnion?

ciri-ciri air ketuban berkurang 1

Oligohidramnion adalah kondisi ketika jumlah cairan ketuban (juga disebut cairan ketuban) di sekitar bayi Anda lebih rendah dari kisaran normal yang diharapkan. Kondisi ini hanya terjadi pada sekitar 4% kehamilan.

Jika tidak ada cairan ketuban yang terukur di sekitar bayi Anda, kondisi ini disebut anhidramnion. Oligohidramnion dan anhidramnion hanya dapat didiagnosis setelah pemindaian ultrasonografi (USG).

Kisaran level air ketuban yang normal sedikit berubah bergantung pada usia dan tahap kehamilan. Jika saat pemeriksaan cairan ketuban, ada area. yang memiliki kedalaman kurang dari 2cm, kondisi ini dianggap lebih rendah dari normal.

Ibu hamil biasanya memiliki sekitar setengah hingga 1 liter (500 ml hingga 1.000 ml) cairan ketuban. Terlalu banyak atau terlalu sedikit cairan ketuban dapat menyebabkan masalah terhadap kehamilan Anda.

Apa yang Dirasakan Ibu Hamil Jika Air Ketuban Kurang?

Jika air ketuban berkurang bisa saja ibu hamil tidak mengetahuinya. Menurut Eran Bornstein, MD, wakil ketua OB/GYN di Rumah Sakit Northwell Lenox Hill di New York City, banyak kelainan yang berhubungan dengan oligohidramnion mungkin tidak bergejala. Namun, menurutnya ciri-ciri air ketuban berkurang bisa berupa:

  • Cairan keluar dari vagina. Hal ini dapat terjadi ketika selaput ketuban pecah, yang sering disebut sebagai pecahnya ketuban. Kondisi ini biasanya terjadi setelah persalinan. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi di awal kehamilan. Kondisi ini disebut ketuban pecah dini atau prelabor rupture of membranes (PROM). Cairan yang keluar ini tidak selalu berupa semburan air, tetapi bisa berupa tetesan.
  • Ukuran janin lebih kecil dari ukuran normal. 
  • Perut yang lebih kecil dari yang diharapkan untuk usia kehamilan Anda.
  • Tidak cukup cairan ketuban saat pemeriksaan ultrasound.

Untuk memastikan kondisi air ketuban, Anda perlu melakukan ultrasound untuk mengevaluasi ukuran janin dan level cairan ketuban, karena keduanya bisa memengaruhi ukuran perut ibu hamil.

Mengetahui ciri-ciri air ketuban berkurang sangat penting. Jika Anda merasakan gejala di atas sebaiknya segera ke dokter ya, Parents.

Artikel terkait: Ukuran perut ibu hamil dipengaruhi 7 faktor ini, Bumil wajib tahu!

Mengapa Air Ketuban Berkurang?

Menurut laman Cedars Sinai, sda beberapa faktor yang menyebabkan air ketuban berkurang, di antaranya:

  • Air ketuban pecah sebelum waktu persalinan.
  • Perkembangan janin yang tidak sesuai usianya.
  • Kehamilan melewati Hari Perkiraan Lahir (HPL).
  • Cacat lahir (kemungkinan besar terjadi masalah ginjal dan saluran kemih)
  • Anda hamil kembar identik yang berbagi satu plasenta (disebut twin-to-twin transfusion syndrome/TTTS)

Artikel terkait: Perbedaan Cairan Ketuban dan Keputihan Saat Hamil, Bumil Wajib Tahu!

Bagaimana Cara Mengetahui Air Ketuban Berkurang?

Melansir Cleveland Clinic, petugas kesehatan mengukur jumlah cairan ketuban di rahim selama beberapa kali selama kehamilan dengan menggunakan ultrasound. Jika jumlahnya kurang dari yang direkomendasikan sesuai dengan usia kehamilan dan umur janin, maka kemungkinan Anda mengalami oligohidramnion.

Ada dua cara mengetahui air ketuban berkurang, yakni:

  • Amniotic fluid index (AFI). Proses membagi rahim menjadi empat bagian dan mengukur kantong terdalam dari setiap bagian. Ukuran keempat bagian ditambahkan untuk mendapatkan AGI. Normal AFI adalah lebih dari 5 sentimeter.
  • Maximum vertical pocket (MVP). Proses melibatkan mengukur satu kantong terdalam dari cairan ketuban. Idealnya, MVP harus kurang dari 2 cm.

Artikel terkait: Warna Air Ketuban Jadi Tanda Kondisi Janin, Kapan Harus Waspada?

Apa Efek Air Ketuban Sedikit?

Mengutip laman NHS, efek air ketuban tergantung dari level kondisi oligohidramnion dan kapan kondisi ini dideteksi pertama kali. Mengetahui oligohidramnion di akhir-akhir kehamilan emungkinan besar tidak memengaruhi bayi Anda.

Efek air ketuban sedikit di antaranya:

  • Jika air ketuban berkurang secara signifikan atau tidak ada saat kehamilan berusia kurang dari 24 minggu, ini bisa berarti paru-paru bayi Anda tidak berkembang secara efektif (disebut pulmonary hypoplasia) dan anggota tubuh dan persendian bayi mungkin tidak dapat bergerak dengan baik setelah lahir. Berita buruknya, beberapa bayi ini tidak akan bertahan hidup saat lahir dengan kondisi ini.
  • Jika level air ketuban Anda berkurang karena air ketuban pecah sebelum usia kehamilan 24 minggu, ini meningkatkan risiko keguguran dan timbulnya infeksi.
  • Jika terdapat kelainan ginjal yang parah, hal ini juga akan memberikan dampak jangka panjang yang negatif bagi bayi Anda. Dokter Anda akan membahas hal ini dengan Anda secara lebih rinci.

Di sisi lain, bahkan saat mengalami oligohidramnion, bayi Anda bisa lahir dengan sehat. Rendahnya level air ketuban merupakan kondisi serius, tetap di mayoritas kasus, bayi lahir dengan sehat.

Bagaimana Penanganan Air Ketuban Sedikit?

Tujuan penanganan dan perawatan air ketuban sedikit adalah menjaga kehamilan Anda selama mungkin dan membuat Anda tetap nyaman. Penanganan dan perawatannya bergantung pada gejala, usia kehamilan dan kondisi ibu hamil, serta keparahan kondisinya.

Perawatan dapat meliputi:

  • Pemantauan. Ini berarti memantau jumlah cairan ketuban secara ketat.
  • Pemeriksaan rutin. Dokter Anda mungkin ingin memeriksa Anda lebih sering.
  • Amnioinfusi. Dalam prosedur ini, cairan khusus dimasukkan ke dalam kantung ketuban. Ini dilakukan untuk menambah cairan. Anda mungkin memerlukan ini jika Anda akan melahirkan dan ketuban Anda pecah. Anda tidak akan menjalani prosedur ini jika Anda tidak akan melahirkan.
  • Melahirkan bayi. Jika masalah terlalu berisiko bagi Anda atau bayi Anda, Anda mungkin perlu melahirkan bayi lebih awal.

Pertanyaan Populer Terkait Ciri-ciri Air Ketuban Berkurang

Apa yang Dirasakan Ibu Hamil Jika Air Ketuban Berkurang?

Saat air ketuban berkurang, ibu hamil mungkin akan merasakan Gerakan janin yang berkurang karena ruang geraknya jadi lebih sempit.

Meski begitu, ciri-ciri air ketuban berkurang memang seringkali tidak terdektsi. Maka itu, pemeriksaan rutin ke dokter kandungan dibutuhkan untuk memastikan hal ini tidak terjadi.

Bagaimana Cara Mengetahui Air Ketuban Normal?

Air ketuban dianggap normal jika berwarna bening kekuningan, tidak berbau, dan volumenya sesuai dengan usia kehamilan. Anda bisa memantaunya melalui pemeriksaan USG.

Apa yang Dirasakan Ketika Air Ketuban Merembes?

Yang ibu hamil rasakan Ketika air ketuban merembes adalah keluarnya cairan bening atau kekuningan secara terus-menerus dari vagina.

Rembesan tersebut umumnya tidak dapat ditahan.

Artikel Terkait: 20 Tanda-tanda Hamil Muda di Minggu Pertama Sebelum Telat Haid

Tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mencegah oligohidramnion. Jadi, hadiri semua pemeriksaan prenatal dan konsultasikan gejala serta riwayat medis Anda dengan dokter Anda.

Mengetahui apakah Anda berisiko mengalami kekurangan cairan ketuban adalah peluang terbaik untuk mendiagnosis dan mengobati kondisi tersebut.

Itulah informasi seputar ciri-ciri air ketuban dan penanganannya. Semoga informasi ini bermanfaat.

What Is Oligohydramnios?
www.webmd.com/baby/what-is-oligohydramnios

Oligohydramnios
my.clevelandclinic.org/health/diseases/22179-oligohydramnios

I have less amniotic fluid than expected in my pregnancy (Oligohydramnios)
www.newcastle-hospitals.nhs.uk/resources/i-have-less-amniotic-fluid-than-expected-in-my-pregnancy-oligohydramnios/#what-does-it-mean-for-the-pregnancy

Oligohydramnios
www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/o/oligohydramnios.html

Baca Juga:

7 Ciri Air Ketuban Rembes Sebelum Waktu Bersalin, Wajib Tahu!

Polihidramnion Kondisi Ketika Cairan Ketuban Terlalu Banyak, Ini Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengatasi

"Cairan ketuban keruh membuat bayiku meninggal dunia"

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

theAsianParent Indonesia

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Waspada, Ini 4 Ciri-Ciri Air Ketuban Berkurang dan Cara Mengatasinya
Bagikan:
  • Air Ketuban Seperti Apa? Inilah Ciri-Ciri yang Perlu Bunda Tahu

    Air Ketuban Seperti Apa? Inilah Ciri-Ciri yang Perlu Bunda Tahu

  • Ciri-ciri ASI Akan Keluar saat Hamil yang Perlu Diketahui

    Ciri-ciri ASI Akan Keluar saat Hamil yang Perlu Diketahui

  • 8 Penyebab Warna Urine Kuning Pekat Saat Hamil, Bahayakah Kondisi Ini?

    8 Penyebab Warna Urine Kuning Pekat Saat Hamil, Bahayakah Kondisi Ini?

  • Air Ketuban Seperti Apa? Inilah Ciri-Ciri yang Perlu Bunda Tahu

    Air Ketuban Seperti Apa? Inilah Ciri-Ciri yang Perlu Bunda Tahu

  • Ciri-ciri ASI Akan Keluar saat Hamil yang Perlu Diketahui

    Ciri-ciri ASI Akan Keluar saat Hamil yang Perlu Diketahui

  • 8 Penyebab Warna Urine Kuning Pekat Saat Hamil, Bahayakah Kondisi Ini?

    8 Penyebab Warna Urine Kuning Pekat Saat Hamil, Bahayakah Kondisi Ini?

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti