Suplemen zat besi untuk anak, apakah perlu? Ini penjelasan pakar gizi

lead image

Ketika anak mengalami anemia defisiensi zat besi, bolehkah orangtua memberikan suplementasi zat besi untuk anak? Yuk Bun ketahui jawabannya.

Asupan zat besi sangat dibutuhkan oleh manusia agar tetap kuat dan sehat. Zat besi berfungsi untuk membantu sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Asupan zat besi untuk anak pun penting untuk orangtua perhatikan.

Apabila kekurangan zat besi, si kecil berisiko sebabkan anemia defisiensi besi. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak dan bayi. Kondisi anemia defisiensi zat besi membuat anak kekurangan darah yang kaya oksigen sehingga membuatnya lemas dan tidak fokus.

Selain itu, anak yang kekurangan zat besi juga akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang lambat. Dengan demikian, orangtua wajib memberikan asupan zat besi untuk anak yang sesuai untuk mencegah terjadinya defisiensi besi.

Artikel terkait : Infografis: 10 Tanda Anak Kekurangan Zat Besi

zat besi untuk anak

Risiko anemia defisiensi zat besi dapat mengintai setiap anak, termasuk anak yang mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan. Meskipun risiko tertinggi tetap saja mengintai pada anak-anak yang diberi susu formula.

“Bukan cuma anak-anak dengan penambahan susu formula saja yang lebih rentan alami defisit zat besi. Para anak yang diberikan ASI eksklusif juga memiliki risiko kekurangan zat besi,” ujar dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK dalam suatu acara yang diselenggarakan pada Kamis, 31 Januari 2019.

Anak yang mengalami kekurangan zat besi biasanya akan terlihat dari fisik mereka yang lesu. Tanda anak kekurangan gizi pada dasarnya sama saja seperti orang dewasa.

“Tanda paling mudah mengetahui anak anemia zat besi yaitu dia gampang ngantuk meskipun bukan di jam tidurnya. Lalu, anak terlihat lemas meskipun dia sudah makan dan sudah istirahat, pertumbuhan dan perkembangannya juga berbeda,” jelas Diana.

Diana melanjutkan, anak yang kekurangan zat besi lebih rentan terkena infeksi. Dia akan sering terserang batuk dan pilek, walaupun makanan yang dimakan sehat dan bersih.

Artikel terkait: Tumbuh kembang anak bisa terganggu karena anemia, waspadai gejalanya

Cara menambah asupan zat besi untuk anak yang harus Parents lakukan

zat besi untuk anak

Agar anak terhindar dari anemia defisiensi zat besi, maka orangtua harus memastikan jika anak mendapatkan asupan zat besi yang cukup. Biasanya dapat dimulai sejak anak MPASI dengan menambahkan makanan kaya akan zat besi seperti hati ayam ke dalam menu makan.

Meski demikian, ternyata satu hati ayam saja tak bisa memenuhi kebutuhan zat besi anak. Setidaknya anak harus memakan 5 pasang hati ayam agar kebutuhan zat besi terpenuhi.

“Bisa makan hati ayam, tapi itu harus dalam jumlah yang banyak, setidaknya butuh 5 pasang hati ayam dalam sehari untuk memenuhi sekian miligram zat besi. Tapi, memakan 5 pasang ati ayam tentunya itu tidak mungkin bisa dilakukan oleh bayi atau anak,” kata Diana saat ditemui di kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan.

Oleh karena itu, agar kebutuhan zat besi untuk anak terpenuhi, Parents bisa memberikan tambahan suplementasi zat besi. Harus Parents ketahui bahwa pemberian suplementasi zat besi untuk anak boleh dilakukan dan aman bagi mereka.

“Tidak ada salahnya menambahkan suplementasi, karena kalau hanya dari MPASI home made, itu tidak bisa mencukupi kebutuhannya. Jika orangtua menambahkan bayam dan brokoli juga tetap tidak memenuhi kebutuhan zat besi anak, karena zat besi dibagi menjadi 2 jenis yaitu zat besi ham dan nonham, di mana yang dibutuhkan adalah zat besi ham dari hewani,” ungkap Diana.

“Zat besi ham dari hewani lebih mudah dipakai oleh badan untuk membuat sel darah merah, sehingga percuma saja jika makan banyak bayam atau brokoli, karena penyerapannya berbeda. Untuk itu, dibutuhkan tambahan suplementasi zat besi,” tambahnya.

Maka dari itu, jika anak mulai muncul gejala kurang zat besi, lebih baik Parents mulai memberikan suplementasi zat besi agar kondisinya tidak semakin parah. 

Nah, itulah informasi tentang pemberian suplementasi zat besi untuk anak yang ternyata diperbolehkan, semoga bermanfaat.

 

Baca juga :

Zat Besi ; Bayi 9 Bulan Membutuhkannya Lebih dari Pria Dewasa

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner