Parents, waspadai testis tidak turun pada bayi laki-laki

Parents, waspadai testis tidak turun pada bayi laki-laki

Testis tidak turun pada bayi harus diatasi sejak dini karena dapat mengakibatkan infertilitas dan kanker testis di kemudian hari. Jadi, kenali ciri-cirinya ya!

Testis tidak turun atau undescended testis adalah kondisi testis yang belum pindah ke posisi yang tepat dalam kantong kulit yang tergantung di bawah penis (skrotum). Biasanya hanya satu testis yang terkena, tetapi sekitar 10% dari kasus yang terjadi, kedua testis tidak turun.

Undescended testis adalah keadaan yang cukup umum terjadi pada bayi laki-laki yang lahir prematur atau lahir dengan kondisi tubuh sangat kecil. Dokter tidak benar-benar tahu apa yang menyebabkannya. Kondisi ini umumnya terjadi karena faktor keturunan.

Kebanyakan, testis yang belum turun akan bergerak ke posisi yang tepat dengan sendirinya, dalam beberapa bulan pertama setelah kelahiran. Jika testis bayi Anda belum turun pada saat usianya 6 bulan, segera periksakan ke dokter.

Bagaimana mendeteksi testis tidak turun?

Kondisi testis tidak turun tidak menyebabkan rasa sakit atau gejala lainnya. Skrotum bayi mungkin terlihat sedikit lebih halus, kurang berkembang (di satu sisi atau keduanya), atau terlihat kecil dan datar.

Ketika bayi lahir, dokter biasanya akan memeriksa skrotum bayi. Jika testis bisa ditemukan namun tidak di dalam skrotum, dokter akan memeriksa ulang pada usia bayi 3 atau 6 bulan.

Kadang, dokter tidak bisa menemukan testis bayi. Hal tersebut bisa disebabkan karena testis terlalu kecil, masih di dalam perut bayi, atau tidak ada sama sekali.

Waspadai testis tidak turun pada bayi; undescended testis adalah

Kondisi testis tidak turun pada anak. Sumber: urologyhealth

Pada kasus ini, dokter biasanya akan menyarankan operasi laparoscopy untuk menemukan testis tersebut. Jenis operasi ini hanya membutuhkan sayatan kecil di bawah pusar, yang akan cepat sembuh.

Jika kedua testis tidak dapat ditemukan di selangkangan, dokter akan melakukan tes hormon darah untuk mengetahui apakah testis benar-benar tidak ada.

Penyebab undescended testis adalah..

Waspadai testis tidak turun pada bayi; undescended testis adalah

Waspadai testis tidak turun pada bayi

Penyebab pasti dari testis yang tidak turun atau undescended testis belum diketahui. Kombinasi genetika, kesehatan ibu yang mengandung bayi, dan faktor lingkungan dapat mengganggu hormon, perubahan fisik, dan aktivitas saraf yang memengaruhi perkembangan testis bayi.

Faktor risiko undescended testis

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko testis yang tidak turun pada bayi baru lahir meliputi:

  • Berat badan lahir rendah
  • Lahir prematur
  • Memiliki riwayat keluarga dengan testis yang tidak turun atau masalah perkembangan genital lainnya
  • Mengalami kondisi tertentu yang dapat membatasi pertumbuhan, seperti sindrom Down atau cacat dinding perut
  • Penggunaan alkohol oleh sang ibu selama kehamilan
  • Sang ibu merokok atau terpapar asap rokok saat hamil
  • Sang ibu terpapar pestisida saat hamil.

Cara mengatasi undescended testis adalah…

bayi menangis foto bayi menangis Menyebabkan Bayi Merasa Tidak Boleh Sedih

Biasanya dokter akan menyarankan untuk menunggu dan melihat perkembangannya untuk bayi yang baru lahir.

Jika testis tidak turun sendiri dalam waktu 6 bulan, dokter akan merekomendasikan operasi (orchiopexy atau orchidopexy).

Pembedahan dilakukan ketika bayi berusia 9 sampai 15 bulan. Operasi ini cukup aman dan efektif. Kebanyakan bayi sembuh dengan cepat.

Pengobatan lain undescended testis adalah dengan terapi hormon. Ini dapat membantu testis turun ke dalam skrotum, namun dapat menimbulkan efek samping.

Operasi atau pengobatan ini penting, karena memiliki testis yang tidak turun dapat meningkatkan risiko:

  • Infertilitas. Kerusakan kemampuan testis menghasilkan sperma dapat terjadi sejak usia 12 bulan. Itu sebabnya banyak dokter menyarankan mengatasi testis yang tidak turun pada saat bayi berusia 1 tahun dan tidak lebih dari usia 2 tahun.
  • Kanker testis. Pria yang lahir dengan testis tidak turun memiliki tingkat lebih tinggi terkena kanker testis dibandingkan laki-laki lain. Jenis kanker ini dapat disembuhkan jika terdeteksi lebih awal.
  • Torsi testis. Torsi testis adalah kondisi terplintirnya tali sperma (spermatic cord), yang berisi pembuluh darah, saraf, dan saluran yang membawa semen dari testis ke penis. Kondisi ini dapat menghambat aliran  darah ke testis. Jika tidak segera diobati, ini bisa menyebabkan hilangnya testis. Torsi testis terjadi 10 kali lebih sering pada testis yang tidak turun (undescended testis) daripada pada testis normal.
  • Trauma. Jika testis terletak di pangkal paha, testis mungkin rusak karena tekanan dari tulang kemaluan.
  • Hernia inguinalis. Jika lubang antara perut dan saluran inguinalis terlalu lebar, sebagian usus dapat mendorong masuk ke selangkangan dan menyebabkan hernia.

Itulah informasi mengenai testis tidak turun pada bayi laki-laki, semoga bermanfaat ya, Bunda!

Sumber: webmd, mayoclinic

Baca juga:

Jangan abaikan ambeien pada anak, begini cara mengatasinya dengan tepat!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner