TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Muncul Varian Baru COVID-19 IHU Setelah Omicron, Ini Faktanya

Bacaan 4 menit
Muncul Varian Baru COVID-19 IHU Setelah Omicron, Ini Faktanya

Omicron belum selesai, kini ditemukan jenis varian baru COVID-19 IHU. Berikut fakta lengkap tentang varian tersebut.

Belum lama berembus tentang kabar tentang merebaknya virus COVID-19 varian Omicron, kini sudah ditemukan lagi jenis baru varian COVID-19 lain yaitu IHU.

Seperti mengutip dari NDTV, Rabu 5 Januari 2022, varian COVID-19 IHU atau B.1.640.2 pertama kali terdeteksi di Prancis pada bulan lalu. Kini, varian tersebut telah menjadi perhatian global.

Peneliti di Institut Rumah Sakit Universitas Infeksi Mediterranee (IHU) yang berbasis di Marseille, menjelaskan bahwa varian ini memiliki 46 mutasi. Ini artinya, jika suatu virus memiliki kemampuan mutasi berkali-kali, ia kemungkinan menjadi lebih resisten terhadap vaksin yang ada.

Namun, menurut para ahli, masih terlalu dini untuk menilai seberapa bahaya varian IHU ini.

Artikel terkait: Waspada Gejala Long Covid Syndrome, Istilah Resmi WHO untuk Kondisi Long Covid

Awal Mula Ditemukannya Varian COVID-19 IHU

Muncul Varian Baru COVID-19 IHU Setelah Omicron, Ini Faktanya

Kasus pertama ditemukannya varian COVID-19 IHU adalah di daerah Marseille Prancis. Setidaknya, 12 orang dinyatakan terinfeksi virus ini, dan mereka dirawat di rumah sakit. Kondisi mereka dikaitkan dengan usai perjalanan ke negara Afrika, Kamerun.

Orang-orang tersebut didiagnosis dengan SARS-CoV-2 melalui tes RT-PCR yang dilakukan di laboratorium medis swasta. Gejala yang dialami umumnya yaitu gangguan pernapasan ringan.

Kemudian, sampel pernapasan yang dikumpulkan dari tujuh pasien, dinyatakan positif COVID-19 yang menunjukkan kombinasi mutasi yang sama.

Artikel terkait: Disebut Gabungan Varian Delta dan Omicron, Inilah Fakta Tentang Virus Delmicron

Penelitian Tentang Varian COVID-19 IHU

Para peneliti IHU pertama kali mendeteksi varian tersebut pada 10 Desember. Setidaknya sejauh ini, 46 mutasi telah ditemukan di dalamnya.

Berdasarkan tes yang dilakukan, SARS-CoV-2 ini membawa mutasi N501Y, pertama kali terlihat pada varian Alpha, yang diyakini para ahli dapat membuatnya lebih menular.

Selain itu, ditemukan pula E484K, yang bisa berarti bahwa varian tersebut akan lebih resisten terhadap vaksin.

Dari penelitian ini, setidaknya ilmuwan memeroleh fakta terkait ketidakpastian munculnya varian SARS-CoV-2, dan bagaimana penyebaran virus-virus ini di wilayah geografis tertentu di luar negeri.

WHO sendiri belum memberikan label apa pun tentang penemuan varian baru ini. Namun, dipastikan bahwa keberadaannya terus diselidiki.

Artikel terkait: 4 Fakta Asal-usul Kasus Penularan Omicron di Indonesia, Masih Ada yang Tak Terdeteksi

Punya Potensi Lebih Menular, Tapi Tidak Lebih Berbahaya dari Omicron

varian Covid-19 IHU

Para ahli menyarankan agar masyarakat tetap berhati-hati, sampai peneliti menemukan lebih banyak fakta dan pengenalan terhadap varian baru Covid, baik itu Omicron maupun IHU, dan lainnya.

Mereka mengatakan varian baru terus muncul selama pandemi, tetapi tidak semuanya akan mematikan atau menyebabkan penyakit parah. Jadi, langkah bijaksana yang bisa kita ambil adalah menunggu informasi lebih lanjut dan tidak langsung mengambil kesimpulan.

“Ada banyak varian baru yang ditemukan sepanjang waktu, tetapi itu tidak berarti mereka akan lebih berbahaya. Apa yang membuat varian lebih terkenal dan berbahaya adalah kemampuannya untuk berkembang biak karena jumlah mutasi yang terkait dengan virus asli,” kata ahli epidemiologi Eric Feigl-Ding, dikutip dari NDTV.

Feigl-Ding mengatakan bahwa dia belum khawatir tentang IHU. “Saya ragu itu akan lebih cepat (menular) dibanding Omicron (5-6x lebih cepat dari Delta) atau Delta (yang 2x lebih cepat dari aslinya)”

Di masa ini, Omicron menjadi varian COVID-19 yang dominan di negara Perancis, termasuk sejumlah negara Eropa lainnya seperti Inggris dan Portugal.

Varian Omicron telah memicu rata-rata kasus yang dikonfirmasi setiap hari menjadi lebih dari 160.000 per hari selama seminggu terakhir, dengan puncak di atas 200.000 kasus.

Sebagai upaya memerangi lonjakan kasus yang terjadi, otoritas berwenang Perancis telah mengusulkan undang-undang yang mengharuskan sebagian besar orang divaksinasi Covid-19 untuk memasuki ruang publik seperti bar, restoran, dan transportasi umum jarak jauh.

Kasus Omicron di Indonesia Meningkat

Sementara itu, di Indonesia sendiri kasus infeksi Omicron mengalami penambahan. Melansir laman resmi Kemenkes RI, hingga Selasa (4/1) kemarin, ada sekitar 92 kasus baru COVID-19 varian B.1.1.529 atau Omicron. 

Sehingga, keseluruhan kasus kini mencapai 254 terhitung sejak diumumkan kasus pertama kalinya sejak Desember lalu. 

Adapun, dari jumlah tersebut, 239 kasus merupakan pelaku perjalanan internasional atau imported case, serta 15 lainnya adalah transmisi lokal. 

Itulah informasi seputar munculnya varian baru COVID-19 IHU. Melihat peningkatan kasus Omicron ditambah pemberitaan adanya varian baru, maka kita tetap perlu waspada, ya, Parents. Selalu terapkan prokes dan upaya pencegahan Virus Corona secara keseluruhan demi menjaga kesehatan diri dan keluarga. 

***

Cerita mitra kami
Sederhana! Ini Cara Mengembangkan Potensi Anak Sejak Usia Dini
Sederhana! Ini Cara Mengembangkan Potensi Anak Sejak Usia Dini
Cara Memilih Tisu Basah Bayi yang Tepat untuk Merawat Si Kecil
Cara Memilih Tisu Basah Bayi yang Tepat untuk Merawat Si Kecil
Serunya Menabung! Ini 5 Alasan Kenapa Si Kecil Perlu Belajar Menabung Sejak Dini dengan Tabungan BRI Junio via BRImo
Serunya Menabung! Ini 5 Alasan Kenapa Si Kecil Perlu Belajar Menabung Sejak Dini dengan Tabungan BRI Junio via BRImo
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Baca juga: 

Tidak Memiliki Gejala, Pasien Terinfeksi Omicron Ceritakan Pengalamannya hingga Sembuh 

Deretan Kisah Hewan Positif COVID-19 Termasuk Indonesia, Ini Gejalanya!

Benarkah Anemia Bisa Perburuk Gejala COVID-19? Ini Faktanya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

alikarukhan

  • Halaman Depan
  • /
  • COVID-19
  • /
  • Muncul Varian Baru COVID-19 IHU Setelah Omicron, Ini Faktanya
Bagikan:
  • Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

    Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

  • Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

    Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

  • Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

    Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

  • Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

    Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

  • Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

    Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

  • Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

    Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti