TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Waspada Gejala Long Covid Syndrome, Istilah Resmi WHO untuk Kondisi Long Covid

Bacaan 4 menit
Waspada Gejala Long Covid Syndrome, Istilah Resmi WHO untuk Kondisi Long Covid

WHO telah memberikan istilah resmi untuk long Covid syndrome. Kenali gejala dan upaya pencegahannya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan istilah resmi pertama tentang apa yang dimaksud dengan long covid syndrome atau sindrom long Covid.

Melansir dari Healthline, komunitas medis telah menyadari bahwa kebanyakan orang pulih dari COVID-19 dalam hitungan minggu, tetapi beberapa dari mereka juga mengalami gejala yang menetap. Bisa terjadi 4 minggu atau lebih, setelah orang tersebut terinfeksi virus penyebab COVID-19, Virus Corona baru.

Artikel terkait: Penyintas COVID-19, Ini Aturan Terbaru Vaksinasi yang Perlu Diketahui

WHO Tetapkan Istilah Resmi untuk Long Covid: Long Covid Syndrome

Waspada Gejala Long Covid Syndrome, Istilah Resmi WHO untuk Kondisi Long Covid

Hingga kini, sudah banyak penyintas COVID-19 yang mengalami kondisi Long Covid. Namun, pada saat itu belum ada definisi medis mengenai fenomena ini secara resmi.

Banyak yang mengatakan Long Covid sebagai kondisi pasca COVID-19. Kondisi tersebut terjadi pada individu dengan riwayat infeksi SARS-CoV-2 yang mungkin atau terkonfirmasi, biasanya 3 bulan sejak awal COVID-19. Gejala yang berlangsung setidaknya 2 bulan dan tidak dapat dijelaskan dengan diagnosis alternatif.

Definisi lebih lanjut menyatakan, bahwa gejala umum mungkin termasuk kelelahan, disfungsi kognitif, dan beberapa lainnya yang dapat memengaruhi fungsi sehari-hari.

Gejala-gejala ini mungkin baru muncul setelah pemulihan awal dari penyakit atau kelanjutan dari penyakit awal. Serta, gejalanya juga dapat berubah atau kambuh seiring waktu.

Menyikapi hal tersebut, WHO lantas memberikan istilah resmi mengenai kondisi ini, yakni kondisi pasca-Covid-19 atau Long Covid Syndrome.

Seberapa Lama long Covid Syndrome Dapat Memengaruhi Seseorang?

long covid syndrome

Inimary Toby , PhD, asisten profesor di Departemen Biologi di Universitas Dallas dan anggota American Physiological Society, mengatakan kondisi Long Covid dapat mempengaruhi orang dalam beberapa cara. Orang mungkin mengalami gejala terus-menerus, atau mungkin mengikuti perjalanan remisi dan kambuh. 

Gejala juga dapat sangat bervariasi tetapi dapat mencakup disfungsi kognitif, kelelahan, dan sesak napas. 

Beberapa komplikasi yang dijelaskan dengan baik dari Long Covid termasuk stroke atau serangan jantung. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa selama sakit akut, cenderung ada tiga kelompok gejala:

  • Gejala pernapasan, termasuk batuk, dahak, dan sesak napas
  • Munculnya gejala muskuloskeletal, termasuk nyeri otot dan sendi, sakit kepala, dan kelelahan
  • Gejala enterik, termasuk sakit perut, muntah, dan diare

Joseph A. Roche, profesor di Program Terapi Fisik di Wayne State University dan anggota American Physiological Society yang telah melakukan penelitian tentang efek long Covid syndrome juga menjelaskan tentang hal ini.

Mengutip Healthline, ia mengatakan bahwa pada kasus Covid-19, seseorang juga bisa mengalami masalah kelelahan fisik secara terus-menerus dan berulang. Hingga, kondisi ini bisa juga memengaruhi kesehatan paru-paru, jantung, hingga organ lainnya. 

“Bukan hanya kelelahan fisik dan mental, tetapi juga masalah terus-menerus dan berulang yang memengaruhi paru-paru, jantung, pembuluh darah, dan organ lainnya,” kata Roche. 

Artikel terkait: 4 Fakta Varian Lambda, Disebut Lebih ‘Kebal’ Vaksin COVID-19!

Berapa Lama Long Covid Bertahan?

long covid syndrome

Sumber: Freepik

Lebih lanjut Toby mengatakan, sekitar 10 hingga 20 persen orang akan mengalami gejala Covid-19 selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Roche juga menambahkan, para tenaga kesehatan saat ini benar-benar tidak dapat memprediksi dengan pasti berapa lama kondisi ini akan berlangsung.

Dia menyebut, data yang dia dan tim kumpulkan mengungkapkan bahwa orang dengan SARS memiliki gejala yang menetap bahkan sampai 4 tahun.

Roche mengungkap, “Ini memang mengganggu. Saya telah berhubungan dengan pasien yang memiliki Covid-19 selama gelombang pertama infeksi dan masih belum pulih sepenuhnya.”

“Meskipun saya berharap pasien dengan kondisi pasca COVID-19 akan membaik dari waktu ke waktu, kekhawatiran saya yang sebenarnya adalah bahwa beberapa pasien mungkin tidak akan pernah pulih sepenuhnya,” tuturnya.

Artikel terkait: Covid Nails Tanda Infeksi Virus Corona pada Kuku, Ini Cirinya

Upaya Pencegahan Long Covid Syndrome

long covid syndrome

Cara terbaik untuk menghindari long Covid syndrome adalah dengan melakukan pencegahan.

Roche mengatakan, ini dimulai dengan edukasi yang menyoroti bagaimana dampak infeksi Covid-19 terhadap tubuh. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya edukasi mengenai vaksinasi juga.

“Vaksinasi terhadap COVID-19 mengurangi risiko infeksi SARS-CoV-2 dan karenanya mengurangi risiko keseluruhan orang dalam populasi umum yang mengalami kondisi pasca COVID-19 atau Long Covid,” kata Roche.

Cerita mitra kami
Tips 5 Aktivitas untuk Tingkatkan Skill Anak Saat Pandemi
Tips 5 Aktivitas untuk Tingkatkan Skill Anak Saat Pandemi
Pengantin baru sebaiknya sewa apartemen dahulu sebelum beli rumah, ini alasannya!
Pengantin baru sebaiknya sewa apartemen dahulu sebelum beli rumah, ini alasannya!
Inilah Bukti bahwa Tumbuh Kembang Anak Berawal dari Perut Sehat
Inilah Bukti bahwa Tumbuh Kembang Anak Berawal dari Perut Sehat
Idealkah asupan nutrisi sarapan anak dengan kebutuhan energi hariannya?
Idealkah asupan nutrisi sarapan anak dengan kebutuhan energi hariannya?

Langkah-langkah pencegahan seperti menggunakan masker, menjaga jarak fisik atau sosial, melakukan pelacakan kontak, isolasi diri ketika sakit dan pengawasan genomik virus tetap penting untuk dilakukan. 

Langkah-langkah ini juga sangat penting untuk anak di bawah 11 tahun yang belum memenuhi syarat untuk divaksinasi, sehingga kemungkinan dapat mengembangkan gejala Long Covid.

Demikianlah penjelasan tentang Long Covid Syndrome atau kondisi setelah COVID-19 yang kini sudah mendapat istilah resmi dari WHO. Untuk terhindar kondisi ini, upaya pencegahan Virus Corona tentunya sangat penting diperhatikan. Maka itu, tetap terapkan disiplin protokol kesehatan, jalani pola hidup sehat, dan senantiasa menjaga kebersihan, ya, Parents!

***

Baca juga:

4 Negara Ini Sudah Lakukan Vaksinasi COVID-19 untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Benarkah Plasenta Bisa Lindungi Janin dari COVID-19? Simak Penjelasan Ini

Beredar Hoaks Vaksin Pfizer Berbahaya untuk Ibu Menyusui, Cek Faktanya!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Galih Pangestu Jati

  • Halaman Depan
  • /
  • COVID-19
  • /
  • Waspada Gejala Long Covid Syndrome, Istilah Resmi WHO untuk Kondisi Long Covid
Bagikan:
  • Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

    Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

  • Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

    Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

  • Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

    Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

  • Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

    Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

  • Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

    Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

  • Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

    Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti