TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Risiko Henti Jantung Ancam Penggemar Gorengan, Beralihlah ke Diet Mediterania

Bacaan 4 menit
Risiko Henti Jantung Ancam Penggemar Gorengan, Beralihlah ke Diet Mediterania

Risiko henti jantung mendadak amat rendah pada kelompok pengonsumsi diet mediterania. Temuan ini merupakan hasil penelitian yang berlangsung 18 tahun.

Sebuah penelitian besar menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tinggi lemak, gorengan, daging olahan, serta minuman manis terkait dengan risiko kematian henti jantung mendadak yang lebih tinggi. Penelitian yang diterbitkan di Journal of American Heart Association ini meneliti pola diet pada lebih dari 21.000 orang berusia 45 tahun ke atas. Penelitian ini berlangsung selama 18 tahun.

Melansir dari WebMD, dalam penelitian tersebut, partisipan dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mengonsumsi beberapa jenis makanan saja. Misalnya, satu kelompok mengonsumsi makanan tinggi lemak, gorengan, daging olahan, serta minuman manis, kemudian kelompok lain mengonsumsi makanan berbasis sayur dan buah, dan seterusnya. 

Risiko Henti Jantung Mendadak Lebih Tinggi pada Kelompok Ini

makanan digoreng naikkan risiko henti jantung mendadak

Dari pengelompokan tersebut, para peneliti melihat bahwa kelompok yang mengonsumsi makanan dengan lemak tambahan, makanan yang digoreng, telur dan hidangan telur, daging organ, daging olahan, serta minuman manis cenderung memiliki risiko kematian henti jantung mendadak yang lebih tinggi sebesar 46 persen daripada kelompok yang tidak mengonsumsi makanan tersebut. Sementara itu, penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa diet Mediterania dikaitkan dengan risiko 26 persen lebih rendah untuk kematian jantung mendadak. 

Penulis utama studi James Shikany, DrPH, profesor kedokteran di University of Alabama di Birmingham, mengatakan hasil penelitian menunjukkan bahwa diet adalah faktor yang dapat kita kendalikan untuk mengurangi risiko kematian akibat henti jantung mendadak.

“Saya harap ini adalah bagian lain dari teka-teki yang akan membantu orang membuat perubahan,” katanya.

 “Jadi, alih-alih makan daging sekali atau dua kali sehari, mereka sebaiknya mengurangi konsumsinya menjadi dua atau tiga kali seminggu. Saya suka perubahan kecil dan bertahap karena itu lebih cenderung bertahan. ”

Artikel terkait: Sayangi Jantung Anda! 10 Cara Ini Bisa Bantu Cegah Serangan Jantung

Untuk membuat perubahan yang langgeng, Stephen Juraschek, MD, PhD, anggota Komite Nutrisi American Heart Association dari Lifestyle and Cardiometabolic Health Council, menyarankan untuk fokus pada dua hal, yakni konsumsi sayur dan buah serta mengurangi asupan garam.

“Kita semua harus memikirkan cara untuk meningkatkan jumlah porsi buah dan sayuran yang kita makan setiap hari,” katanya. 

“Kita juga perlu mengurangi paparan garam dengan makan lebih banyak di rumah dan menghindari produk tinggi garam atau makanan cepat saji yang mengandung banyak garam.”

Penelitian ini merupakan penelitian terakhir dari beberapa penelitian sebelumnya. Pada tahun 2018, Shikany dan rekan-rekannya melaporkan bahwa orang dewasa berusia 45 tahun ke atas dengan penyakit jantung memiliki kaitan dengan konsumsi lemak tambahan, makanan yang digoreng, telur dan hidangan telur, daging organ, daging olahan, dan minuman manis. 

Mereka juga melihat adanya risiko kematian yang lebih rendah pada orang-orang yang mengonsumsi diet mediterania. Lalu apa sebenarnya diet Mediterania itu?

Artikel terkait: Sering Minum Air Es Bikin Sakit Jantung? Ini Penjelasan Dokter

Diet Mediterania Turunkan Risiko Terkena Henti Jantung Mendadak

diet mediterania

Melansir dari Mayo Clinic, diet mediterania merupakan cara makan berdasarkan masakan tradisional negara-negara yang berbatasan dengan Laut Mediterania. Meskipun tidak ada definisi tunggal dari diet Mediterania, diet ini biasanya kaya akan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun. Komponen utama diet Mediterania meliputi:

  • Konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan lemak sehat setiap hari
  • Asupan mingguan ikan, unggas, kacang-kacangan dan telur
  • Porsi sedang dari produk susu
  • Batasi asupan daging merah
  • Konsumsi wine secara moderat
  • Beraktivitas fisik secara teratur

Artikel terkait: Orang Terdekat Berduka saat Pandemi, Ini 7 Hal yang Sebaiknya Dilakukan

Manfaat diet mediterania

diet mediterania

Selain menurunkan risiko terkena penyakit henti jantung, diet mediterania juga memiliki beberapa manfat lainnya. Beikut beberapa di antaranya, seperti dilansir dari Help Guide.

  • Mencegah penyakit jantung dan stroke. Mengikuti diet Mediterania membatasi asupan roti olahan, makanan olahan, daging merah, dan mengonsumsi anggur merah. Semua faktor ini dapat membantu mencegah penyakit jantung dan stroke .
  • Menjaga tetap gesit. Nutrisi yang diperoleh dengan diet Mediterania dapat mengurangi risiko mengembangkan kelemahan otot dan tanda-tanda kelemahan sekitar 70 persen.
  • Mengurangi resiko alzheimer. Penelitian menunjukkan bahwa diet Mediterania dapat meningkatkan kesehatan pembuluh darah secara keseluruhan, yang pada gilirannya dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer atau demensia .
  • Mengurangi separuh risiko penyakit Parkinson. Tingginya tingkat antioksidan dalam diet Mediterania dapat mencegah sel-sel mengalami stres oksidatif, sehingga mengurangi risiko penyakit Parkinson.
  • Meningkatkan umur panjang. Diet Mediterania terbukti dapat menurunkan risiko kematian hingga 20 persen.
  • Melindungi dari diabetes tipe 2. Diet Mediterania kaya akan serat yang dicerna dengan lambat, mencegah perubahan besar dalam gula darah, dan dapat membantu mempertahankan berat badan yang ideal.

Baca juga:

Henti jantung, kondisi yang sebabkan Didi Kempot meninggal, ini gejalanya!

Ashraf Sinclair meninggal karena serangan jantung, kenali gejalanya sejak dini

Hilang Indra Penciuman Pertanda Baik bagi Pasien COVID-19, Ini Penjelasannya

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

theAsianparent

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Risiko Henti Jantung Ancam Penggemar Gorengan, Beralihlah ke Diet Mediterania
Bagikan:
  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

    Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

  • 11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

    11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

    Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

  • 11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

    11 Minuman yang Mengandung Asam Folat Alami, Bagus untuk Bumil!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti