TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kemenkes Konfirmasi 2 Kasus Subvarian Arcturus, Ini Gejalanya

Bacaan 4 menit
Kemenkes Konfirmasi 2 Kasus Subvarian Arcturus, Ini Gejalanya

Varian terbaru yang berasal dari India ini tengah dalam pantauan WHO.

Sempat menurun, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi adanya varian terbaru Omicron. Setelah Orthrus atau CH.1.1, kini subvarian Arcturus terdeteksi di Indonesia.

Subvarian Arcturus Ditemukan di India

Subvarian Arcturus Ditemukan di India

Varian ini pertama kali diidentifikasi di India, yakni dua sampel pada Januari 2023, 59 sampel pada Februari 2023, dan 15 sampel pada bulan Maret 2023.

Arcturus paling banyak terdeteksi di India, kemudian disusul Amerika Serikat. Varian ini disebut lebih mudah menular dari varian sebelumnya. Subvarian ini diperkirakan menjadi penyebab lonjakan kasus di India.

Adapun saat ini, sudah ada dua kasus Arcturus yang ditemukan di Indonesia. Kasus itu ditemukan pada tanggal 23 dan tanggal 27 Maret 2023 oleh dua orang yang berbeda.

“(Hanya) satu (orang) yang pelaku perjalanan luar negeri dari India,” tutur Juru Bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Mohammad Syahril melansir Liputan6.

Syahril menyampaikan, gejala yang dialami pasien tidak tergolong berat. Ia pun mengakui subvarian ini memang lebih cepat menular, namun tidak fatal. Dari dua orang yang terkena, satu orang yang berusia 33 tahun harus dirawat di rumah sakit.

“Hanya 1 yang dirawat yang usia 33 tahun. Yang usia 56 tahun tidak dirawat. Dia dirawat di rumah sakit karena ada gejala sekaligus nafsu makan turun sehingga diperlukan infus,” lanjutnya.

Saat ini Kemenkes masih terus melakukan pemeriksaan epidemiologi. Namun ia memastikan, pasien tersebut sudah sehat.

“Saat ini keduanya sudah sehat, hanya (sakit) 5-6 hari saja,” ungkap Nadia.

Sebelumnya diberitakan, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperingatkan bahaya COVID-19 subvarian baru Arcturus. XBB.1.16 atau dijuluki “Arcturus” ini sangat mirip dengan “Kraken” XBB.1.5 yang dominan di AS. “Kraken” adalah varian COVID-19 yang paling menular.

Mutasi tambahan pada protein lonjakan virus yang menempel dan menginfeksi sel manusia berpotensi membuat varian tersebut lebih menular dan bahkan menyebabkan penyakit yang lebih parah. Inilah sebabnya, XBB.1.16 dianggap salah satu varian yang harus diperhatikan.

Artikel terkait: Varian Omicron BA.2.75 atau Centaurus Masuk Indonesia, Simak Fakta-Faktanya

Gejala Tidak Jauh Berbeda

Subvarian Arcturus Ditemukan di India

Selain India, varian Arcturus ini juga telah dilaporkan menjangkiti negara lain termasuk AS, Australia, dan Singapura.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Kesejahteraan Keluarga India, jumlah kasus baru COVID-19 di negaranya mencapai 5.880 dan diduga didominasi oleh subvarian Arcturus.

Sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan di Universitas Tokyo menemukan bahwa COVID-19 Arcturus 1,2 kali lebih menular daripada strain Kraken yang sebelumnya juga menjadi sorotan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mereka memperingatkan, subvarian Arcturus akan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu dekat.

Hingga saat ini, berikut gejala COVID-19 Arcturus yang dirasakan di negara lain:

  • Demam dan menggigil
  • Batuk
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit tenggorokan

Sebagai langkah preventif kini dua negara bagian India, yakni bagian utara Haryana dan bagian selatan Kerala memberlakukan kembali anjuran pemakaian masker di tempat umum karena kasus mencapai jumlah mingguan tertinggi dalam kurun waktu tujuh bulan, menurut The Telegraph melaporkan pada hari Rabu.

Artikel terkait: 3 Subvarian Omicron Ditemukan di Australia, Waspada!

Pemerintah Imbau Mayarakat Tidak Panik

Subvarian Arcturus Ditemukan di India

Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), dr Iwan Ariawan, MSPH mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu panik terhadap subvarian baru Arcturus.

“Dari hasil survei serologi yang sudah dilakukan Kemenkes dan FKM UI pada Januari 2023 didapatkan hasil bahwa hampir seluruh masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi terhadap COVID-19 baik dari infeksi maupun vaksinasi,” ujar Iwan melansir laman Merdeka.

Iwan menjelaskan, Arcturus atau XBB 1.16 ini merupakan subvarian baru dari Omicron yang penularannya cepat namun gejala yang ditimbulkan cenderung ringan dibandingkan varian sebelumnya seperti Delta.

Jika seseorang melengkapi vaksinnya sampai booster kedua, maka antibodi tubuhnya menjadi lebih kuat dan risiko kematian menjadi lebih rendah.

Selain vaksin, pencegahan terbaik lainnya adalah tetap menerapkan protokol kesehatan dan memperhatikan tempat yang risiko penularannya tinggi dan siapa saja yang berisiko sakit berat.

“Karena penularannya melalui droplet atau percikan air liur, sangat dianjurkan untuk menggunakan masker di transportasi umum atau tempat ramai lainnya yang memiliki risiko penularan yang tinggi. Hal ini berlaku baik Arcturus atupun varian lainnya,” jelas Iwan.

Dengan ditemukannya subvarian Arcturus di Indonesia, jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan ya.

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Baca juga: 

Varian Baru Omicron BA.4 dan BA.5 Dideteksi Telah Masuk Indonesia, Ini Fakta-Faktanya

Varian Omicron Baru Bisa Tembus Antibodi, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

Setelah Omicron XE, Ditemukan Lagi Varian COVID-19 XJ di Thailand

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Kemenkes Konfirmasi 2 Kasus Subvarian Arcturus, Ini Gejalanya
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti