TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Event
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • EventEvent
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Siap Siap! Vaksin Kanker Serviks akan Diwajibkan. Begini Faktanya

Bacaan 4 menit
Siap Siap! Vaksin Kanker Serviks akan Diwajibkan. Begini Faktanya

Untuk menekan angka pasien kanker serviks, kini vaksin kanker serviks masuk dalam imunisasi atau vaksin wajib anak perempuan usia 10 tahun ke atas

Pertambahan kasus kanker di Indonesia cukup mencengangkan. Berdasarkan data dari Global Cancer Observatory (GCO) yang dikutip dari Kumparan  per tahun 2020, total kasus kanker di tanah air mencapai 396.914 kasus dimana urutan pertama Kanker Payudara disusul selanjutnya kanker serviks. Keaadaan yang memprihatinkan ini mendorong Menkes Budi Gunadi Sadikin berencana menambahkan vaksin kanker serviks sebagai vaksin wajib.
 
Melansir dari DetikHealth, ditemui pada acara Pertemuan Diaspora Kesehatan Indonesia Kawasan Amerika & Eropa Menkes Budi mengatakan, “Kita akan naikkan vaksin wajibnya kita dari 11 antigen menjadi 14, kita tambah vaksin (Human Papillomavirus) HPV, PCV sama rotavirus, terutama karena kematian cancer itu paling banyak wanita Indonesia tuh serviks sama breast cancer, serviks ada vaksinnya” ungkapnya.
 
Artikel Terkait: Vaksin kanker serviks, mengurangi resiko kanker di masa depan

Kasus Kanker  Serviks di Indonesia

Vaksin kanker Serviks

Setelah kanker payudara, kanker serviks menepati posisi terbanyak kedua dengan 36.633 kasus. Namun jumlah kematian akibat penyakit ini lebih tinggi dari kanker payudara yaitu sebanyak 21.003 jiwa atau lebih dari 57 persen dibanding kanker payudara sebanyak 31,9 persen seperti dikutip dari Kumparan.
 
Artinya kanker serviks lebih berbahaya dan mematikan karena kasus dan jumlah kematiannya tinggi. Walaupun demikian, penyakit ini bisa dicegah dengan pemberian vaksin sedangkan vaksin untuk kanker payudara masih di tahap pengujian. 
 
Menyambut hal tersebut, Budi berpendapat diperlukan langkah pencegahan untuk menangani hal tersebut salah satunya dengan pemberian vaksin.
 
Memberikan vaksin untuk mencegah kanker serviks akan jauh lebih murah bila dibanding dengan mengobatinya. Selain itu, vaksin bisa mencegah masyarakat terhindar dari penderitaan akibat penyakit tersebut.

“Daripada kita mengurusnya di rumah sakit yang mahal dan menderita buat rakyatnya, kita urusnya di preventif aja, jauh lebih murah daripada dioperasi di rumah sakit, dikemo di rumah sakit dan jauh lebih nyaman juga bagi si ibunya daripada masuk rumah sakit,” tutur Budi.

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ditambahkannya vaksin ini sebagai vaksin wajib dan masuk imunisasi rutin, maka Parents perlu tahu beberapa fakta mengenai vaksin yang sudah dirangkum dari berbagai sumber. Yuk simak fakta-faktanya disini.

Artikel Terkait: Kanker Serviks Mengancam Kesehatan Perempuan Indonesia, Waspadai 5 Faktor Risikonya!

Fakta Fakta Vaksin Kanker Serviks

Vaksin Kanker Serviks

Sumber: freepik

1. Kanker yang Tumbuh di Rahim

Mengutip dari Alodokter, kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di dalam rahim. Yang menjadi penyebab kanker ini  umumnya virus yang biasa disingkat HPV (Human Papillomavirus). Penularannya bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama hubungan seks berisiko yang sering berganti pasangan seksual atau berhubungan seks tanpa pengaman (kondom).

2. Bisa Diberikan pada Remaja hingga Wanita Dewasa

Vaksin kanker serviks sudah bisa diberikan pada remaja perempuan mulai dari usia 10 tahun ke atas. Usia tersebut paling disarankan  untuk diberikan vaksin ini.

Demikian pula untuk remaja yang berusia  10–13 tahun, pemberian vaksin  ini  diberikan dalam 2 dosis, sedangkan remaja usia 16–18 tahun membutuhkan 3 dosis, dengan interval jarak 1–6 bulan setiap dosis penyuntikan.

Kendati demikian, wanita yang usianya lebih dewasa juga masih bisa mendapatkan vaksin ini sesuai dengan anjuran dari Dokter.

3. Bisa Diberikan Untuk Pria

Karena virus HVP  juga menyebabkan penyakit kutil kelamin, kanker anus, serta kanker tenggorokan yang bisa terjadi pada pria. Berkaitan dengan hal itu, pria bisa juga menerima manfaat dari vaksin ini sebagai bentuk pencegahan dari penyakit yang disebabkan virus ini.

Artikel Terkait: Jangan abaikan gejala kanker serviks yang tak biasa ini, peringatan dari pasien penyintas kanker

4. Beragam Jenis Vaksin Kanker Serviks yang Harus Diketahui

Sebelum melakukan vaksinasi kanker serviks, ada baiknya Parents mengetahui jenis jenis vaksin yang beredar berdasarkan variannya. Virus HPV ini memiliki beberapa varian yang di antaranya dapat menyebabkan penyakit ini. Oleh sebab itu, vaksin kanker serviks tersedia dalam beberapa jenis seperti dilansir dari Alodokter.

Beberapa jenis vaksin kanker serviks diantaranya Vaksin Cervarix, Vaksin Gardasil, Vaksin Gardasil 9. Berkonsultasilah  kepada dokter untuk mendapatkan perlindungan dari virus HPV  sesuai dengan Parents butuhkan. 

4. Efek Samping yang Mungkin Terjadi

Seperti umumnya vaksin jenis lain yang mungkin menimbulkan efek samping, vaksin ini umumnya menyebabkan efek samping  yang tergolong ringan. Beberapa efek samping yang dikeluhkan diantaranya  sakit kepala, bengkak, nyeri dan kemerahan pada area suntikan.

5. Tidak Menyebabkan Kemandulan

Adanya beberapa informasi negatif mengenai vaksin ini menyebabkan beberapa wanita ragu untuk melakukan vaksinasi. Padahal isu yang disebutkan tersebut adalah hoax seperti yang dilansir dari DetikHealth.  Sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan keterkaitan hubungan kejadian Premature Ovarian Failure (POF) atau menopause dini dengan pemberian vaksin ini pada wanita.

Fakta Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks yang Bakal Diwajibkan Menkes
health.detik.com/berita-detikhealth/d-6039494/fakta-vaksin-hpv-untuk-cegah-kanker-serviks-yang-bakal-diwajibkan-menkes

Melihat Data Kasus Kanker Payudara dan Serviks yang Paling Mematikan di RI
kumparan.com/kumparannews/melihat-data-kasus-kanker-payudara-dan-serviks-yang-paling-mematikan-di-ri-1xuCjlIJ7Mm/full

Ini Pentingnya Vaksin Kanker Serviks
www.alodokter.com/ini-pentingnya-vaksin-kanker-serviks

Cerita mitra kami
TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yesica Tria

  • Halaman Depan
  • /
  • Vaksinasi
  • /
  • Siap Siap! Vaksin Kanker Serviks akan Diwajibkan. Begini Faktanya
Bagikan:
  • TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
    Cerita mitra kami

    TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!

  • Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

    Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

  • Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

    Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

  • TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!
    Cerita mitra kami

    TAP on the Go Berlangsung Sukses di Yogyakarta, Dihadiri Ratusan Keluarga!

  • Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

    Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!

  • Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

    Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti