Si Bossy Yang Banyak Aksi

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Bossy merupakan sikap yang biasa tumbuh pada balita karena faktor lingkungan. Bagaimana mengelola sikap bossy agar berdampak positif bagi perkembangan anak?

Si Kecil sering <em>bossy</em>?

Si Kecil sering bossy?

Memiliki anak yang memiliki sikap bossy itu seringkali menguras emosi. Betapa tidak, kebiasaan si kecil yang selalu memerintah, kerap menimbulkan kejengkelan tersendiri. Mengapa si kecil yang dulu menggemaskan, tiba-tiba menjelma menjadi Bos Kecil yang tidak bisa diabaikan perintahnya?

Parents, anak sejatinya adalah makhluk sosial yang tengah belajar berinteraksi dengan lingkungannya dengan cara melakukan pengamatan terhadap lingkungannya. Dengan kecerdasan yang dimilikinya, anak akan melakukan uji coba terhadap lingkungannya dengan bersikap bossy.

Sikap bossy yang dimiliki anak memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang. Yaitu, sisi positif dan negatif.

Sisi positifnya adalah munculnya sifat kepemimpinan pada si anak, anak terlihat menonjol dibanding teman-temannya dan biasanya tidak mudah terpengaruh.

Sisi negatifnya adalah tumbuhnya kecenderungan anak untuk mengintimidasi dan memanipulasi, supaya keinginannya terpenuhi.

Menurut Psikolog Dra. Henny Eunike Wirawan kepada Tabloid Nova, sikap bossy ini kerap dijumpai pada anak yang berusia 3-4 tahun. Sikap ini muncul dalam bentuk seperti : semua keinginannya harus segera dituruti, mau menang sendiri, dan lainnya. Menurut beliau, prilaku ini juga sebetulnya sudah terlihat ketika si anak berumur setahun.

Mengapa anak bersikap bossy?

1. Egosentris

Anak prasekolah masih melihat dunia dengan cara pandangnya sendiri. Jadi ia mengharapkan ada orang lain bertindak sesuai keinginannya. Hal ini berimplikasi pada kecenderungan untuk sering main perintah.





Batita Pra Sekolah