TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Wajib Tahu! Tingkat Saturasi Oksigen Normal serta Gejala dan Bahayanya jika Menurun 

Bacaan 4 menit
Wajib Tahu! Tingkat Saturasi Oksigen Normal serta Gejala dan Bahayanya jika Menurun 

Sejumlah orang dengan saturasi oksigen rendah terlihat seakan sehat, padahal kondisi ini bisa berbahaya.

Tingkat saturasi oksigen dalam darah merupakan ukuran seberapa banyak oksigen yang dibawa sel darah merah. Dalam hal ini, tubuh secara ketat mengatur tingkat oksigen dalam darah. Memantau saturasi oksigen normal sangatlah penting bagi kesehatan.

Orang dengan kondisi kesehatan kronis perlu memantau kadar oksigen darah mereka secara rutin. Seperti orang dengan penyakit asma, penyakit jantung, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Dalam kasus ini, memantau kadar oksigen dalam darah dapat membantu menentukan jenis perawatan yang cocok untuk kesehatan atau penyakit yang diderita. 

Oleh sebab itu, penting melakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan kondisinya normal dan tidak ada penyakit kronis di dalam tubuh Parents. Namun, tak jarang, karena berbagai faktor, tingkat saturasi oksigen menurun drastis, hal ini jelas membahayakan kesehatan. 

Lantas, berapa saturasi oksigen normal? Apa saja gejala, bahaya, dan penyebab saturasi oksigen turun? Yuk, simak penjelasannya berikut ini! 

Artikel Terkait: Hipoksia atau Kekurangan Oksigen, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Mengapa Saturasi Oksigen Normal dalam Darah Anda Penting? 

Sel darah merah layaknya sebuah kendaraan. Masing-masing dapat membawa hingga empat molekul oksigen yang diedarkan ke seluruh tubuh dan membawanya ke organ-organ seperti jantung dan otak.

Sistem vital tubuh membutuhkan saturasi oksigen normal di dalam darah setiap saat. Namun, terkadang darah mendapatkan terlalu banyak atau terlalu sedikit oksigen, dan dalam kasus ini, ada konsekuensi kesehatan yang serius.

Kenali Tingkatan Oksigen dalam Darah

saturasi oksigen normal

Kadar oksigen diukur berdasarkan persentase oksigen jenuh dalam darah yang disebut tingkat SpO2. Berikut beberapa level atau tingkatan saturasi oksigen dalam darah. 

1. Tingkat Oksigen Darah atau Saturasi Oksigen Normal

Untuk tujuan medis, tingkat oksigen dalam darah normal ialah antara 95-100%. Namun, Parents kemungkinan tidak mengalami gejala apa pun jika persentase oksigen sedikit menurun. 

2. Tingkat Oksigen Darah yang Mengkhawatirkan 

Konsentrasi oksigen antara 91-95% dapat mengindikasikan masalah medis. Orang-orang dalam situasi ini harus segera menghubungi penyedia layanan kesehatan terdekat untuk penanganan dan perawatan lebih lanjut. 

3. Tingkat Oksigen Rendah 

Definisi medis dari tingkat oksigen darah rendah adalah persentase di bawah 90%. Saturasi oksigen di bawah 90% sangat memprihatinkan dan mengindikasikan keadaan darurat. Hubungi rumah sakit terdekat untuk perawatan dan penanganan yang tepat. 

4. Tingkat Oksigen dalam Darah Rendah dan Memengaruhi Otak

Pada saat oksigen dalam darah turun menjadi antara 80-85%, otak akan kekurangan oksigen. Kondisi ini membuat seseorang mengalami perubahan penglihatan.

5. Sianosis

Sianosis menyebabkan semburat biru pada kulit, terutama di sekitar mulut dan bibir dan di bawah matriks kuku. Perubahan ini terjadi ketika saturasi oksigen darah mencapai sekitar 67%. 

Artikel Terkait: Ketahui Pentingnya Fungsi Sel Darah Merah di Dalam Tubuh Manusia

Gejala Kadar Oksigen Darah Rendah

saturasi oksigen normal

Kasus oksigen darah rendah sering diikuti oleh sejumlah gejala atau malah tidak ada gejala sama sekali. Hal ini terkadang terjadi dalam kasus hipoksemia yang serius.

Beberapa orang dengan oksigen darah rendah tampak sehat. Inilah sebabnya apabila Parents curiga bahwa tingkat oksigen dalam darah rendah, ada baiknya menggunakan oksimetri denyut untuk mengetahuinya.

Parents akan mulai mengalami gejala berikut ini jika kondisinya menurun:

  • Napas terengah-engah 
  • Napas cepat
  • Merasa lelah untuk melakukan aktivitas sehari-hari
  • Pusing
  • Mengantuk

Apa Penyebab Oksigen Darah Rendah?

Banyak hal yang dapat menyebabkan oksigen darah rendah. Ketika tubuh mengalami kesulitan memberikan oksigen yang cukup ke darah, salah satu dari kondisi ini dapat Parents alami, yakni: 

  • Kondisi jantung dan kelainan jantung
  • Asma, emfisema, COPD, dan kondisi paru-paru lainnya
  • Obat pereda nyeri golongan opioid yang dapat memperlambat pernapasan
  • Tidur apnea
  • COVID-19

Artikel Terkait: Waspada janin kekurangan oksigen, ini cara Bumil menghindarinya!

Bagaimana Mengatur Saturasi Oksigen agar Tetap Normal?

saturasi oksigen normal

Jika kadar oksigen dalam darah terlalu rendah, Parents perlu meningkatkannya. Ini sering dilakukan dengan oksigen tambahan.

Oksigen tambahan di rumah dianggap sebagai obat, dan haruslah sesuai dengan resep dokter. Penting untuk mengikuti saran dokter tentang bagaimana oksigen di rumah harus digunakan untuk menghindari komplikasi. 

Nah, itulah serba serbi mengenai saturasi oksigen normal, gejala saat menurun, hingga pengobatannya. Pastikan untuk cek secara berkala.

Artikel telah ditinjau oleh:
dr. Gita Permatasari
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Jika Parents ingin berdiskusi seputar pola asuh, keluarga, dan kesehatan serta mau mengikuti kelas parenting gratis tiap minggu bisa langsung bergabung di komunitas Telegram theAsianparent.

Baca Juga: 

Ingat! Ini Saturasi Oksigen yang Aman di Masa Pandemi COVID-19

Benarkah Anemia Bisa Perburuk Gejala COVID-19? Ini Faktanya

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

id.theasianparent.com/sistem-peredaran-darah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

lolita

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Wajib Tahu! Tingkat Saturasi Oksigen Normal serta Gejala dan Bahayanya jika Menurun 
Bagikan:
  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti