TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Akibat Nonton YouTube, Seorang Remaja Tega Menggantung Anak Kecil hingga Tewas

Bacaan 4 menit
Akibat Nonton YouTube, Seorang Remaja Tega Menggantung Anak Kecil hingga Tewas

Akibat tindakan remaja itu, korban yang masih berusia 4 tahun tewas mengenaskan.

Baru-baru ini, warganet kembali dihebohkan kasus pembunuhan yang melibatkan anak di bawah umur. Remaja gantung seorang anak karena terilhami tayangan dari video YouTube.

Sudah sepatutnya anak dan remaja mendapat pendampingan khusus dari orangtua ketika mereka mengakses media sosial. Sebab, bukan sekali dua kali ada kasus anak dan remaja yang melakukan tindakan di luar nalar akibat pengaruh buruk media sosial.

Seperti yang terjadi pada remaja di Kairo, Mesir. Mengaku terinspirasi dari tayangan di kanal YouTube, seorang remaja tega melakukan pembunuhan terhadap anak tak berdosa berusia 4 tahun. Kasus semacam ini bukan pertama kali terjadi.

Remaja asal Mesir dilaporkan telah menggantung anak kecil tersebut yang membuat sang anak tewas seketika. Menurut pengakuannya, remaja ini terpangaruh dari sebuah tayangan video yang dilihatnya di YouTube.

Artikel Terkait : Awas, ada video berisi cara bunuh diri di Youtube Kids, peringatan buat Parents!

Kronologi Kejadian Remaja Gantung Seorang Anak

remaja gantung seorang anak

Berdasarkan laporan media Mesir pada Minggu (19/07), polisi setempat mengungkapkan peristiwa ini berawal ketika remaja 13 tahun itu melihat ada seorang anak kecil tengah berjalan seorang diri. Lalu, anak ini meminta diantar kembali ke ibunya.

Akan tetapi, remaja itu tidak mengantarkan anak kecil ini kembali kepada sang ibu. Si remaja justru membawanya ke sebuah tempat pemukiman di sebuah bangunan yang terdapat alat poros udara dari besi, di kawaan Useem, Giza dekat Kairo. 

Di tempat itu si remaja memasang sebuah kabel pada sangkar besi. Kabel ini yang kemudian ia gunakan untuk menggantung korban.

Di dalam poros udara, gadis itu diduga meletakkan tangannya di mulut sang anak yang tengah menangis. Sebelumnya, ia telah membentuk kabel menjadi seperti tali penggantung dan meletakkan kepala korban di dalamnya.

Akhirnya, tubuh anak kecil tak berdosa itu pun tegantung dan ia tewas dalam insiden mengenaskan ini.

Setelah melaksanakan aksinya, pelaku yang masih remaja itu segera melarikan diri ke rumah bibinya. Belakangan diketahui, remaja ini tinggal bersama bibinya karena kedua orangtuanya telah bercerai.

Hasil Investigasi Polisi

Akibat Nonton YouTube, Seorang Remaja Tega Menggantung Anak Kecil hingga Tewas

Polisi setempat akhirnya mendapat laporan pembunuhan setelah mayat anak itu ditemukan. Dari penyelidikan polisi, terungkap bahwa pelaku pembunuhan adalah remaja perempuan berusia13 tahun tersebut. Hasil investigasi ini didasarkan pada adanya sidik jari pelaku di tubuh korban.

“Saya berpikir untuk melakukan apa yang saya lihat di YouTube,” ujar pelaku, dilansir dari media swasta Al Masri Al Youm.

Berdasarkan laporan penyelidikan, terungkap bahwa remaja itu sudah berulang kali menonton tayangan video YouTube yang membuatnya terdorong melakukan perbuatan keji tersebut.

Kini, si remaja terancam hukuman penjara. Hal ini sesuai hukum yang berlaku di negara Mesir, pelaku pelanggaran hukum yang berusia di bawah 18 tahun diadili di pengadilan anak-anak dan mendapat hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Ketika pelaku pidana dinyatakan bersalah atas suatu tindak pembunuhan, mereka yang berusia pidana di bawah 18 tahun juga akan dirawat di sebuah lembaga rehabilitasi yang khusus menangani kasus pidana anak.

Artikel Terkait : Belajar Dari Tragedi Angga, Bunuh Diri di Kalangan Remaja

Peran Parents dalam Mendampingi Anak

remaja gantung seorang anak

Peristiwa ini mengingatkan kita pada kejadian serupa yang menghebohkan masyarakat Indonesia beberapa saat lalu. Gadis remaja berinisial NF tega menghabisi nyawa bocah yang masih berusia di bawah 5 tahun. Bocah yang masih tergolong balita ini tidak lain adalah tetangganya sendiri.

Sama dengan kasus pembunuhan anak di Mesir, remaja NF juga mengaku terinspirasi adegan video yang tayang di YouTube. Pelaku terdorong untuk membunuh tanpa motif tertentu.

Dari beberapa contoh kejadian itu, diharapkan semakin bisa membuka mata Parents. Artinya, tayangan YouTube yang sejatinya adalah sebagai konten hiburan, justru dapat menjadi alasan perbuatan kriminal.

Anak-anak dan remaja belum memiliki kematangan emosi. Oleh karena itu, orangtua sangat berperan penting dalam mendampingi perkembangan emosionalnya. Penting juga bagi Parents untuk selalu mengawasi dan mendampingi anak dan remaja ketika mereka beraktivitas di media sosial.

Tujuannya yaitu agar kejadian mengenaskan seperti remaja gantung seorang anak, ataupun yang lainnya, tidak sampai terulang kembali.

Baca Juga :

Miris, terungkap fakta ABG Slenderman pembunuh bocah adalah korban perkosaan

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Titin Hatma

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Akibat Nonton YouTube, Seorang Remaja Tega Menggantung Anak Kecil hingga Tewas
Bagikan:
  • 30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

    30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • 30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

    30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti