Awas, ada video berisi cara bunuh diri di Youtube Kids, peringatan buat Parents!

Awas, ada video berisi cara bunuh diri di Youtube Kids, peringatan buat Parents!

Pesan meresahkan tentang bunuh diri belum lama beredar di saluran video anak-anak. Apa yang sebaiknya dilakukan orangtua?

Anak suka nonton video YouTube? Anak nonton YouTube seolah menjadi hal yang lumrah di era sekarang, bahkan tak jarang anak justru lebih piawai mengoperasikan gadget apapun. Parents sebaiknya berhati-hati, tak semua yang ada di media sosial baik untuk tumbuh kembang anak.

Belum lama, orangtua dibuat geger setelah sebuah video kartun diunggah di YouTube. Bukan video biasa, unggahan ini dikemas sedemikian rupa untuk mengajarkan anak melukai diri sendiri. Spontan, banyak orangtua mulai mempertanyakan: amankah penggunaan Youtube anak?

Tak diketahui secara pasti siapa dalang dibalik video tersebut, namun video ini mencemaskan banyak orangtua.

Dalam video Youtube tersebut, terlihat seorang pria muncul di layar lalu memberikan instruksi kepada anak-anak bagaimana caranya mengakhiri hidup.

“Ingat anak-anak, iris perlahan untuk memperhatikan dan raih hasilnya,” demikian ungkap pria tersebut sambil mengarahkan pisau imajiner ke bagian dalam lengannya. Mirisnya, video klip ini dibagi ke dalam beberapa serial dan terkoneksi pada game Nintendo populer Splatoon di YouTube dan YouTube Kids yang sangat mudah diakses anak-anak.

Hal ini memancing reaksi Dr Free Hess, seorang dokter anak sekaligus ibu di Amerika Serikat. Ia melaporkan video ini pada YouTube dan berpesan agar video “pesan bunuh diri” ini dihapus segera. Ia juga menuliskan hal ini di blog nya, PediMom.

Hess yang rutin menulis perihal keamanan anak berinternet menulis, “Paparan video, foto dan konten yang mempromosikan bunuh diri adalah masalah besar yang dihadapi anak kita hari ini. Kita harus mulai melakukan sesuatu sekarang, mulailah dengan mengedukasi diri sendiri, anak-anak kita dan jangan takut berbicara jika melihat sesuatu yang berbahaya untuk anak kita.”

Ia juga memperingatkan orangtua, bahwa video klip Splatoon bukanlah satu-satunya konten berbahaya yang ada di YouTube Kids. Hess juga menemukan banyak video Youtube yang menuntun anak-anak untuk bunuh diri dan pesan berbahaya lainnya.

Youtube anak sebarkan hal meresahkan, YouTube berikan klarifikasi

Terkenal sebagai platform media sosial raksasa yang dapat diakses semua kalangan, YouTube tak tinggal diam. Tu Nguyen, juru bicara YouTube Kids memberikan klarifikasi pada the Asianparent,” Kami berupaya untuk membuat material video di YouTube Kids sebagai hal yang ramah untuk keluarga juga anak, dan kami menganggap isu ini sebagai hal yang sangat serius.”

“Kami menghargai bagaimana masyarakat menganggap material bermasalah, tapi siapa pun untuk menandai video yang mengganggu. Video dapat ditandai secara manual dan akan ditinjau setiap saat, video apapun yang tidak berkaitan dengan aplikasi akan dihapus.” ujarnya lagi.

Nguyen juga telah menganjurkan orangtua untuk memiliki kontrol dalam memilih video apa yang menguntungkan untuk anak. Mereka juga berjanji akan terus melakukan perbaikan pada sistem YouTube dan memperhatikan setiap kekurangan yang ada.

“Pengguna YouTube Kids juga bisa memilih fitur ‘Search on atau Search Off’. Dengan menonaktifkan fitur ini, Anda dapat membatasi kebebasan anak Anda untuk tidak mengakses video yang berbaaya,” demikian pesan yang juga disampaikan Nguyen.

Tips aman Youtube anak

Parents, kasus material bunuh diri dalam youtube untuk anak bukan yang pertama kalinya. Pada 2017, tantangan the Blue Whale menggemparkan jagad media karena anak diharuskan bermain game sambil melukai dirinya sendiri. Anak yang nantinya berhasil bertahan hingga level tertinggi lalu akan diinstruksikan untuk bunuh diri.

Lalu, apa yang sebaiknya Parents agar anak tetap bersentuhan dengan YouTube tanpa harus merasa khawatir?

video youtube

Video Youtube berisi konten tak etis beredar, Parents sebaiknya melakukan apa?

#1 Ketahui tanda tak wajar pada anak

Sedikit banyak media sosial memengaruhi psikologis anak, di sini orangtua harus berperan aktif. Parents sebaiknya peka dan jangan meremehkan jika setelah aktif dengan media sosial anak menunjukkan tanda berikut:

  • Menunjukkan perubahan perilaku
  • Muncul luka di tubuh yang tak biasa
  • Anak mendadak tertarik pada kebiasaan yang tak wajar
  • Lebih emosional
  • Memperlihatkan tingkah polah agresif
  • Menarik diri dari pergaulan
  • Lesu dan berusaha menarik perhatian
  • Mengirimkan atau mengunggah pesan yang mengerikan di akun media sosial
#2 Empati pada anak
video youtube

Cobalah berbicara dengan anak untuk menjauhkannya dari pengaruh negatif media sosial

Pernahkah Parents menyadari adanya perilaku berbeda pada anak, jangan langsung emosi Bun. Cobalah untuk tidak abai dan berempati pada kondisinya. Pertanyaan seperti, “Kamu terlihat sedikit berubah, apakah ada yang ingin kamu ceritakan sama Bunda?”. Pertanyaan ini dapat membuat anak merasa disayangi.

Selalu buka telinga untuk mendengarkan apa yang anak katakan. Tunjukkan bahwa Parents akan selalu hadir untuk anak, apapun yang mereka alami dan pikirkan.

#3 Perhatikan tontonan dan bacaan anak

Seiring bertambahnya usia, menjadi hal baik saat Bunda memberikan ruang privasi untuk anak. Namun, tak ada salahnya Bunda mencermati apa buku dan film yang ditonton anak. Cobalah aktif berdiskusi dengan anak mengenai film, video yang mereka tonton tanpa menghakimi anak.

Bunda bisa membicarakan hal ringan pada si kecil, misalnya karakter apa yag ia sukai dan apa yang ia rasakan setelah menonton atau membaca sesuatu. Jadilah orangtua milenial yang cerdas, sesekali memantau akun sosial media anak bukanlah hal kejam dilakukan.

#4 Ajarkan pola hidup sehat

Pernahkah Bunda memergoki anak sulit tidur? Ada beragam penyebab anak sulit tidur, terlalu banyak mengakses media sosial bisa menjadi salah satunya. Bantulah anak membentuk pola hidup lebih sehat, adakan sesi bercerita sebelum tidur agar ia menyadari keberadaan orangtua di sekitarnya.

#5 Tunjukkan pengaruh positif

Sudah seharusnya orangtua menjadi pintu gerbang awal anak untuk segala sesuatunya, termasuk ilmu pengetahuan. Di sinilah peranan Bunda sangat penting agar anak bisa menyerap informasi yang ada di sekitarnya dengan cerdas.

Ajarkan anak cara membedakan berita akurat dan mana berita bohong. Pastikan anak tidak tenggelam dalam pesan yang masih diragukan pertanggungjawabannya.

 

Disadur dari artikel Jaya di theAsianparent Singapore

Baca juga : 

7 Trik pilih tontonan berkualitas untuk si kecil, Parents jangan sampai keliru

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner