Psikologi Anak : Ketika Anak Merasa Dirinya Berbeda

lead image

Sebuah ulasan psikologi anak yang bagus untuk membuat anak merasa perbedaan yang dimilikinya adalah anugerah baginya.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/09/keep away children from bully.jpg Psikologi Anak : Ketika Anak Merasa Dirinya Berbeda

Parents, pahami psikologi anak agar mereka tetap percaya diri walaupun merasa berbeda.

Memahami psikologi anak

Dalam psikologi anak kita mempelajari bahwa setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda. Hal ini terjadi karena setiap anak itu terlahir unik. Kenyataan ini tidak bisa kita hindari, bahkan sekalipun jika kita terlahir kembar atau memiliki anak kembar. Keunikan ini akan tampak lebih besar pada anak yang memiliki perbedaan yang mencolok bila dibandingkan dengan saudara-saudara sekandungnya.

Hal inilah yang dirasakan anak saya, ia seringkali mengeluh karena memiliki kulit yang lebih gelap dibanding saudara-saudaranya. Sebelum memasuki usia sekolah, ia hanya merasa tak nyaman saat dibanding-bandingkan dengan saudaranya yang lain. Dan ketika mulai bersekolah, keluhan itu semakin sering terdengar. Keluhannya pun tidak lagi hanya karena kulitnya yang gelap, melainkan juga tubuhnya yang kecil.

Menurut seorang ahli psikologi anak, Endah Kurniadarmi, fisik adalah hal yang pertama dilihat seseorang, sebagai bentuk performance.

Hal ini menjelaskan mengapa anak kedua saya itu mengalami kegundahan yang kian menjadi seiring bertambahnya usia. Namun, Endah pun menjelaskan, bahwa dalam suatu komunitas, daya tarik tidak hanya diperoleh karena paras rupawan, namun juga bisa dimiliki oleh pribadi-pribadi yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Psikologi Anak : bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri anak yang merasa berbeda?

Gestalt seorang psikolog Jerman melihat caranya seorang anak usia sekolah mencari makna adalah dengan mencari pengertian di lingkungan terdekatnya. Ia akan mengorganisasikan sensasi yang mereka terima menjadi persepsi-persepsi yang bermakna, sehingga secara keseluruhan anak berkembang menjadi unik. Ia menyadari dirinya berbeda dari orang lain, dan ia mensyukuri perbedaan itu.

Dari hal tersebut di atas kita bisa menyimpulkan bahwa cara pandang anak terhadap dirinya tergantung bagaimana cara orangtua, sebagai lingkungan terdekatnya, memandang dirinya. Dengan kata lain, rasa percaya diri anak bisa tumbuh dan berkembang bila orangtua memiliki sikap positif terhadap perbedaan fisik si anak.

Dengan sikap positif yang dimiliki orangtua, anak akan melihat perbedaan dirinya sebagai suatu anugrah, suatu kondisi yang harus ia syukuri. Dengan demikian ia akan merasa nyaman dengan dirinya dan bisa mengembangkan secara maksimal seluruh potensi yang dimilikinya.

Beberapa tips untuk membangun sikap positif terhadap anak:

1. Berhentilah menganggap lucu perbedaan fisik anak

Orangtua seringkali terjebak pada kebiasaan buruk dengan mengungkit-ungkit perbedaan anak dan menjadikannya bahan ledekan dalam keluarga dengan memberikan gelar-gelar yang tidak disukai anak. Misal : Si Hitam, Si Pesek, Si Kribo.

2. Bantu anak menerima perbedaan dirinya dengan memberikan penjelasan yang bisa diterima anak

Misalnya, menjelaskan asal-muasal perbedaan fisik karena faktor keturunan.

Baca juga : 5 Kalimat yang Dibenci Anak Kembar

3. Bantu anak agar mampu mensyukuri setiap perbedaan yang dimilikinya

Mengajak anak untuk melihat sisi positif akan amat membantu anak untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, misalkan : kulit yang hitam pertanda banyak pigmen yang dimiliki, untuk melindungi anak dari panas matahari.

4. Membantu anak meminimalisir perbedaannya

Misalnya, pada anak yang bertubuh kecil, orangtua bisa memberikan asupan nutrisi yang kaya gizi dan aktif mengajak anak untuk berolah raga.

5. Kembangkan kelebihan yang dimiliki anak

Alangkah baiknya bila orangtua tidak memfokuskan diri pada daftar kekurangan yang dimiliki anak, melainkan fokus pada pengembangan bakat dan kelebihan anak. Sehingga anak mampu menghargai dirinya dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi terhadap dirinya sendiri.

Semoga tips di atas berguna, sekalipun tidak serta merta menunjukkan hasil nyata, namun dengan berjalannya waktu kita akan melihat dan menemukan dampak positif bagi perkembangan kepribadian buah hati kita.

Satu hal yang harus kita percayai, Parents, dengan membantu anak mengembangkan sikap positif dan rasa percaya dirinya, yakinlah, pada saat itu sejatinya kita telah membantu diri kita sendiri, agar layak dan pantas menjadi orangtua.

Salam…

Baca juga artikel menarik lainnya:

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Balita

Bullying di Sekolah, Bagaimana Seharusnya Orang Tua Bersikap?

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.