Psikologi Anak : Ketika Anak Merasa Dirinya Berbeda

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Sebuah ulasan psikologi anak yang bagus untuk membuat anak merasa perbedaan yang dimilikinya adalah anugerah baginya.

Parents, pahami psikologi anak agar mereka tetap percaya diri walaupun merasa berbeda.

Parents, pahami psikologi anak agar mereka tetap percaya diri walaupun merasa berbeda.

Memahami psikologi anak

Dalam psikologi anak kita mempelajari bahwa setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda. Hal ini terjadi karena setiap anak itu terlahir unik. Kenyataan ini tidak bisa kita hindari, bahkan sekalipun jika kita terlahir kembar atau memiliki anak kembar. Keunikan ini akan tampak lebih besar pada anak yang memiliki perbedaan yang mencolok bila dibandingkan dengan saudara-saudara sekandungnya.

Hal inilah yang dirasakan anak saya, ia seringkali mengeluh karena memiliki kulit yang lebih gelap dibanding saudara-saudaranya. Sebelum memasuki usia sekolah, ia hanya merasa tak nyaman saat dibanding-bandingkan dengan saudaranya yang lain. Dan ketika mulai bersekolah, keluhan itu semakin sering terdengar. Keluhannya pun tidak lagi hanya karena kulitnya yang gelap, melainkan juga tubuhnya yang kecil.

Menurut seorang ahli psikologi anak, Endah Kurniadarmi, fisik adalah hal yang pertama dilihat seseorang, sebagai bentuk performance.

Hal ini menjelaskan mengapa anak kedua saya itu mengalami kegundahan yang kian menjadi seiring bertambahnya usia. Namun, Endah pun menjelaskan, bahwa dalam suatu komunitas, daya tarik tidak hanya diperoleh karena paras rupawan, namun juga bisa dimiliki oleh pribadi-pribadi yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Psikologi Anak : bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri anak yang merasa berbeda?

Gestalt seorang psikolog Jerman melihat caranya seorang anak usia sekolah mencari makna adalah dengan mencari pengertian di lingkungan terdekatnya. Ia akan mengorganisasikan sensasi yang mereka terima menjadi persepsi-persepsi yang bermakna, sehingga secara keseluruhan anak berkembang menjadi unik. Ia menyadari dirinya berbeda dari orang lain, dan ia mensyukuri perbedaan itu.





Praremaja Usia Sekolah