TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Viral Pasien Positif COVID-19 Selama 505 Hari, Begini Penjelasan Pakar

Bacaan 3 menit
Viral Pasien Positif COVID-19 Selama 505 Hari, Begini Penjelasan Pakar

Seorang pasien positif COVID-19 selama 505 hari sebelum meninggal. Berikut ini penjelasan lengkap dari para pakar.

Seorang pasien di Inggris positif COVID-19 selama 505 hari, atau lebih dari 16 bulan. Namun, akhirnya sebuah laporan mengatakan bahwa ia meninggal dunia. Dilansir dari Live Science, kasus ini merupakan kasus infeksi COVID-19 terlama yang dilaporkan hingga saat ini, bahkan dikatakan melampaui rekor sebelumnya yang mencapai 335 hari.

Kronologi Pasien Positif COVID-19 Selama 505 Hari

Positif covid-19 selama 505 hari

Pasien positif COVID-19 selama 505 hari tersebut memang bisa dikatakan memiliki kekebalan tubuh yang cukup lemah sehingga tidak bisa mengatasi infeksi secara baik. Secara kronologis, menurut BBC, pasien tersebut memang memiliki beberapa kondisi kesehatan tertentu. Diketahui, ia tertular COVID-19 pada awal 2020 dan keluar-masuk rumah sakit beberapa kali selama 72 minggu.

Setelah itu, setiap kali dilakukan tes usap polymerase chain reaction (PCR), hasilnya selalu positif. Secara urutan genetis, diketahui virus yang menginfeksinya merupakan virus yang sama. Virus tersebut memang menginfeksi cukup lama, pasien tersebut tidak mengalami infeksi berulang.

“Ini adalah tes usap tenggorokan yang positif setiap kali. Pasien tidak pernah memiliki tes negatif,” penulis pertama studi Dr. Luke Blagdon Snell, dari Departemen Infeksi di Guy’s and St Thomas’ NHS Foundation Trust di London, mengatakan kepada BBC .

“Dan kami dapat mengatakan itu adalah satu infeksi berkelanjutan karena tanda genetiknya – informasi yang kami dapatkan dari pengurutan genom virus – unik dan konstan pada pasien itu,” lanjutnya.

Artikel terkait: Kriteria Pasien COVID-19, RS Fokus kepada Pasien Gejala Berat

Pasien Meninggal Dunia

Pasien diobati dengan obat antivirus, tetapi obat ini tidak menyembuhkan infeksi. Namun, pasien tersebut meninggal di rumah sakit pada tahun 2021. Dokter tidak mengungkapkan penyebab kematiannya, tetapi seperti diwartakan oleh Time, dokter mencatat pasien memiliki kondisi medis lain.

Kasus pasien dipresentasikan minggu ini di Kongres Eropa Mikrobiologi Klinis & Penyakit Menular di Lisbon, Portugal. Kasus ini merupakan bagian dari penelitian terhadap sembilan pasien dengan sistem kekebalan yang lemah dan infeksi COVID-19 yang berkepanjangan. Studi ini belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review.

Artikel terkait: Kenali Segera 3 Tanda Kondisi Pasien COVID-19 Memburuk, Jangan Sampai Terlambat!

Positif covid-19 selama 505 hari

Meskipun infeksi COVID-19 yang berkepanjangan seperti itu jarang terjadi, penting untuk mempelajarinya karena dapat menimbulkan varian baru SARS-CoV-2, yakni virus yang menyebabkan COVID-19. Ketika seseorang terinfeksi SARS-CoV-2 untuk waktu yang lama, itu memberi virus banyak peluang untuk mengembangkan mutasi untuk menghindari sistem kekebalan.

Memang, dari abstrak studi tersebut, para ilmuwan menemukan bahwa virus mengembangkan setidaknya satu mutasi yang ditemukan pada varian virus corona yang menjadi perhatian, termasuk varian alfa dan beta. Hal ini ditemukan oleh peneliti pada lima dari sembilan pasien yang menjadi objek penelitian.

“Pasien immunocompromised dengan infeksi (COVID-19) persisten memiliki hasil yang buruk, dan strategi pengobatan baru sangat dibutuhkan untuk menyembuhkan infeksi mereka,” kata rekan penulis studi Dr. Gaia Nebbia, spesialis penyakit menular di Guy’s and St Thomas’ NHS Foundation Trust dalam sebuah pernyataan.

“Ini juga dapat mencegah munculnya varian,” sambungnya.

Demikian berita mengenai pasien positif COVID-19 selama 505 hari. Saat ini, para ahli masih terus melakukan penelitian untuk memperbarui pengobatan infeksi yang disebabkan virus corona baru ini.

Baca juga:

Panduan Isoman di Rumah, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan COVID-19

Viral! Pasien COVID-19 Ini Tak Bisa Masuk Bali, Malah Jalan-jalan ke Malang

12 Panduan Saat Harus Tinggal Serumah dengan Pasien COVID-19

Cerita mitra kami
Anti ribet! 5 perlengkapan ini wajib Bunda bawa saat berpergian jauh bersama bayi
Anti ribet! 5 perlengkapan ini wajib Bunda bawa saat berpergian jauh bersama bayi
Mencari Stimulasi yang Tepat untuk Perkembangan Si Kecil
Mencari Stimulasi yang Tepat untuk Perkembangan Si Kecil
Ini Ciri-Ciri Anak Kekurangan Zat Besi, Si Kecil Anda Termasuk?
Ini Ciri-Ciri Anak Kekurangan Zat Besi, Si Kecil Anda Termasuk?
Mengajarkan Disiplin Sejak Dini kepada Si Kecil
Mengajarkan Disiplin Sejak Dini kepada Si Kecil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Galih Pangestu Jati

  • Halaman Depan
  • /
  • COVID-19
  • /
  • Viral Pasien Positif COVID-19 Selama 505 Hari, Begini Penjelasan Pakar
Bagikan:
  • Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

    Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

  • Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

    Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

  • Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

    Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

  • Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

    Unik, Ini Dia Zodiak yang Paling Rajin Ikut Vaksin Covid-19!

  • Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

    Pertama di Dunia, Vaksin COVID-19 Versi Hirup Akhirnya Disetujui di Tiongkok! 

  • Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

    Menunggu Hasil Uji Klinis, Vaksin Inavac Buatan Indonesia Siap Produksi

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti