TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kisah Perempuan Malaysia Lahir Tanpa Rahim karena Sindrom Langka

Bacaan 4 menit
Kisah Perempuan Malaysia Lahir Tanpa Rahim karena Sindrom Langka

"""Saat remaja, saya merasa sangat terkucil karena pada saat itu, saya tahu saya berbeda,"" ujar sang perempuan..."

Pernahkah Anda menjumpai seorang perempuan yang tidak memiliki rahim? Meskipun terdengar tak begitu lumrah, namun hal ini benar-benar dapat terjadi. Seperti yang dialami oleh perempuan tanpa rahim asal Malaysia berikut ini.

Ia terlahir dengan kondisi langka tanpa rahim yang dikenal dengan sindrom MRKH. Seperti apa penyakitnya? Lalu, bagaimana kondisinya saat ini? Simak cerita selengkapnya berikut ini!

Klik image di bawah ini untuk baca lebih lanjut

Kisah Wani Ardy, Perempuan Tanpa Rahim Asal Malaysia 

perempuan tanpa rahim

Sumber: Laras Potraits/Sufian Abas

Terlahir sebagai perempuan yang tidak memiliki rahim tentu bukan hal yang mudah. Itulah yang dirasakan oleh Wani Ardy, perempuan asal Malaysia yang terlahir tanpa rahim. Ketika berusia 17 tahun, dokter memvonis dirinya tak memiliki rahim sehingga tak kunjung mendapatkan menstruasi pertamanya. 

Vonis tersebut tak pelak membuat dirinya, termasuk dokter yang menanganinya kebingungan. Hari-harinya setelah itu juga tidak mudah. Ia merasa terkucilkan dari teman-teman sebayanya karena merasa berbeda. 

“Saat remaja, saya merasa sangat terkucil karena pada saat itu, saya tahu saya berbeda,” kata Wani Ardy seperti dikutip dari CNN Indonesia. 

Namun, apa yang dialami oleh Wani rupanya bukan hal baru dalam dunia medis. Ketiadaan rahim dalam tubuh perempuan disebut dengan sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser atau MRKH. Kondisi ini membuat perempuan terlahir tanpa organ seks internal seperti rahim dan vagina. 

Fenomena ini memang cukup langka yang mana hanya menimpa 1 dari 5000 perempuan. Hingga saat ini, dunia kesehatan pun belum bisa menguak apa yang menyebabkan kondisi ini bisa terjadi. Namun, hal ini ada kaitannya dengan organ dalam seksual yang kurang berkembang saat lahir. 

Artikel Terkait: Rahim kering bikin susah hamil, catat 7 penyebabnya berikut ini!

Kisah Wani Ardy yang Sedang Berjuang Kalahkan Stigma

perempuan tanpa rahim

Sumber: Reuters

Kini, Wani Ardy telah berusia 37 tahun. Meski sempat mengalami masa-masa pahit ketika remaja, namun ia berhasil tumbuh menjadi seorang perempuan yang pemberani. Tak mau terpuruk dengan kondisinya, ia pun bergabung dengan grup dukungan online untuk perempuan MRKH yang berbasis di AS. 

Setelah bertahun-tahun menyembunyikan kondisinya, pada 2014 ia pun memberanikan diri untuk berterus terang kepada publik. Ia sadar bahwa urgensi kesehatan seksual reproduksi yang masih dianggap tabu di Malaysia membuat perempuan dengan kondisi yang sama seperti dirinya malu mencari pertolongan. 

“Saya pikir jika saya bisa merasakan kedekatan dengan seseorang yang ada di seluruh dunia, bayangkan bagaimana perasaan saya jika bisa menemukan orang dengan MRKH di negara saya sendiri, yang lebih terkoneksi dengan pendidikan, latar belakang, dan budaya,” katanya. 

Setelahnya, Wani membuat grup dukungan untuk perempuan MRKH yang berbasis di Malaysia. Hingga saat ini, komunitas tersebut terus bertumbuh dan telah memiliki lebih dari 200 anggota, termasuk dari Indonesia dan Singapura.

Artikel Terkait : Ulasan Dokter Tentang Rahim Terbalik atau Inversio Uteri

Kenali Sindrom Langka MRKH

perempuan tanpa rahim

Sindrom MRKH adalah kondisi yang sangat langka. Penyebabnya hingga kini juga belum diketahui. Selain itu, kondisi ini baru bisa didiagnosis ketika perempuan memasuki usia remaja, yakni di usia 15-16 tahun. Biasanya, perempuan di usia ini mulai bertanya-tanya apabila tak kunjung mendapatkan menstruasi pertama. 

Selain ketiadaan menstruasi, nyaris tak ada gejala lainnya yang menyertai sindrom MRKH. Sebab, perubahan fisik seperti tumbuhnya payudara dan rambut kemaluan masih terjadi seperti pada umumnya. 

Untuk mengetahui apakah seorang perempuan menderita sindrom MRKH, dokter perlu melakukan serangkaian tes seperti tes darah, tes USG, hingga pemindaian MRI. Tes darah berfungsi untuk mengecek kelainan pada kromosom, sementara USG dan MRI dilakukan untuk memastikan ada tidaknya vagina, rahim, dan leher rahim di dalam tubuh seorang perempuan.

Lalu, apakah perempuan dengan kondisi MRKH bisa memiliki anak? Jawabannya adalah bisa. Kendati tak punya rahim, indung telur pengidap MRKH masih berfungsi dengan baik. Sehingga masih memungkinkan memiliki keturunan dengan meminta bantuan ibu pengganti atau yang biasa disebut surrogate pregnancy, meski metode ini pun masih tabu untuk sebagian orang.

Walaupun kondisi ini umumnya tak menyebabkan rasa sakit, namun stigma serta ketabuan membicarakan kesehatan reproduksi membuat para pengidap MRKH enggan memeriksakan diri. 

Nah Parents, demikian kisah Wani Ardy, perempuan tanpa rahim asal Malaysia yang berjuang melawan stigma. Semoga kisah perjuangan dan keberaniannya di atas bisa menginspirasi para perempuan lainnya, ya.

****

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun

Baca juga: 

Minum Air Es Saat Haid Menyebabkan Kanker Rahim? Ini Penjelasan Dokter

Bahaya Kanker Rahim mengintai wanita, Bunda perlu waspada!

Apakah tumor rahim menghambat kehamilan? Ketahui penjelasannya

 

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruhaeni Intan

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Kisah Perempuan Malaysia Lahir Tanpa Rahim karena Sindrom Langka
Bagikan:
  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti