Ulasan Dokter Tentang Rahim Terbalik atau Inversio Uteri

Ulasan Dokter Tentang Rahim Terbalik atau Inversio Uteri

Rahim terbalik, inversion uteri atau uteri inversio adalah salah satu risiko yang bisa dialami ibu saat melahirkan normal. Bacalah ulasannya di sini.

Kasus rahim terbalik, inversio uteri, atau uterine inversion, bisa terjadi saat ibu melahirkan. Kejadian ini tidak sering tetapi cukup fatal.

Bagaimana ulasan dokter tentang hal ini? Mari kita baca selengkapnya di sini.

Bisakah kita mendeteksi rahim terbalik?

Rahim terbalik memang cukup sulit diperkirakan kejadiannya. Biasanya kasus ini terdeteksi pada persalinan kala tiga, yaitu saat proses pelepasan plasenta dari tempat implantasinya. Inversio uteri terjadi ketika bagian dalam rahim yaitu uterus ikut keluar saat pelepasan plasenta dan ibu pun mengalami perdarahan.

Bagaimana cara penangangannya?

Penanganan yang dilakukan haruslah cepat, yaitu:

  • perbaikan keadaan umum ibu
  • perbaikan posisi uterus ke semula
  • Jika uterus tidak bisa direposisi, makan pertimbangan lainnya adalah tindakan operatif
Apakah inversio uteri memengaruhi kesuburan?

Terlepas dari faktor penyebab maupun proses penanganannya, satu hal yang pasti akan mengurangi rasa khawatir Bunda adalah inversio uteri tidak berhubungan dengan kesuburan.

Selain itu, kondisi ini tidak berhubungan dengan posisi berhubungan seks, atau gaya berhubungan tertentu saat Anda dan pasangan menjalani konsepsi.

Apakah rahim terbalik menyebabkan susah buang air kecil?

Komplikasi yang terjadi saat seseorang mengalami rahim terbalik tergantung dari seberapa besar uterus yang keluar.

Bila uterus yang keluar menekan kantung kemih dan uretra, maka dapat menyebabkan fistel atau sumbatan pada saluran kemih. Keadaan inilah yang seringkali membuat ibu mengalami susah buang air kecil.

Apa yang harus dilakukan setelah mengalaminya?

Ibu yang mengalami kejadian ini harus banyak beristirahat makan makanan bergizi, terutama yang mengandung zat besi untuk mengatasi kekurangan darah yang terjadi saat pendarahan.

Minumlah banyak air putih dan ikutilah semua petunjuk dokter.

Bila ibu mengalami rahim terbalik, tentu ada risiko lebih besar untuk mengalaminya kembali pada kehamilan berikutnya. Beritahukan riwayat ini kepada dokter Anda di saat kehamilan berikutnya.

Parents, semoga ulasan di atas bermanfaat.

Konsultasi: Dr. Irman Christiono, SPOG, Siloam Hospitals TB Simatupang.

Artikel ini pertama kali dipublikasikan di 1Health dan digunakan atas seijin 1Health.

Ulasan Dokter Tentang Rahim Terbalik atau Inversio Uteri

Baca juga: 

Hamil 6 bulan tapi perut tidak besar, Bumil ini menjelaskan alasannya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner