TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk yang Wajib Parents Tahu!

Bacaan 6 menit
Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk yang Wajib Parents Tahu!

Agar tidak keliru, pahami perbedaan keduanya berikut ini, Parents!

Siapa di antara Parents yang belum tahu soal perbedaan antara stunting dan gizi buruk? 

Beberapa waktu lalu, pembahasan soal stunting jadi sorotan lantaran sempat dibahas pada debat terakhir Pilpres 2024.

Saat itu, Prabowo Subianto sebagai calon presiden nomor urut 2 mengusung program pembagian makanan gratis untuk mencegah stunting.

Namun, gagasan itu tidak disetujui oleh calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo. 

Mengapa demikian? Hal ini karena, Ganjar berpendapat bahwa program pembagian makanan gratis hanya berfokus ketika anak sudah dilahirkan.

Sementara itu, upaya pencegahan stunting seharusnya dilakukan saat bayi masih dalam kandungan dengan memperhatikan nutrisi ibu hamil.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa stunting dan gizi buruk merupakan kondisi yang berbeda dan masih banyak yang bingung mengenai perbedaan keduanya. 

Artikel Terkait: Berdampak Krusial, Ini Pentingnya Deteksi Dini Stunting Menurut Dokter

Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk

Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk yang Wajib Parents Tahu!

Stunting dan gizi buruk sebenarnya sama-sama menjadi bagian dalam permasalahan gizi pada anak yang dapat memengaruhi proses tumbuh kembang si Kecil, Parents. 

Stunting

Nah, yang perlu kita pahami, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis pada anak.

Kekurangan gizi ini umumnya terjadi ketika bayi masih dalam kandungan dan dampaknya akan terlihat saat anak berusia 2 tahun, di mana ia memiliki tubuh lebih pendek atau sangat pendek dibandingkan anak seusianya. 

Meski begitu, tidak semua anak yang bertumbuh pendek semuanya mengalami stunting, ya.

Anak yang tidak mengalami masalah gizi atau sakit yang bertubuh pendek tidak bisa disebut stunting, bisa saja ini disebabkan oleh faktor genetik atau kondisi lain seperti berat badan lahir rendah.

Selain pertumbuhan tinggi badan yang terhambat, stunting juga dapat mengakibatkan si Kecil mengalami perkembangan otak yang tidak optimal sehingga bisa juga memengaruhi kemampuan belajar dan kondisi mentalnya.

Gizi Buruk

Sementara itu, gizi buruk pada anak adalah kondisi ketika anak kurang mendapatkan nutrisi yang semestinya dia dapatkan sehingga mengakibatkan berat badannya terlalu rendah, tidak sepadan dengan tinggi badannya.

Umumnya, kondisi ini terjadi ketika anak sudah dilahirkan ya, Parents. 

Selain tubuh kurus, anak dengan gizi buruk juga biasanya memiliki lingkar lengan atas (LiLA) yang kecil, serta gejala seperti kulit kering, tumbuh kembang tidak optimal, rambut tipis, dan mudah terinfeksi berbagai penyakit atau daya tahan tubuh lemah.

Supaya Parents bisa lebih mudah membedakan keduanya, Anda bisa mengingat hal penting ini:

  • Stunting: berkaitan dengan gagal tumbuh dan menyoroti tinggi badan, risiko kekurangan gizi kronis yang tidak ditangani dengan baik dialami sejak anak dalam kandungan dan bisa terlihat ketika ia berusia 2 tahun atau di rentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting juga sifatnya permanen. Artinya, anak tidak bisa mendapatkan kembali tinggi badan semestinya apabila sudah mengalami kondisi ini. 
  • Gizi Buruk: bisa dialami usia berapa pun setelah anak dilahirkan dan berkaitan dengan asupan nutrisi yang kurang (dari segi kualitas maupun kuantitas) sehingga utamanya berdampak pada berat badan anak. Kondisi ini juga bisa diakibatkan oleh faktor lain seperti penyakit tertentu yang bisa memengaruhi nafsu makan atau kemampuan anak dalam mendapatkan nutrisi. Salah satunya adalah anak mengalami diare kronis. 

Stunting dan Gizi Buruk Saling Berkaitan

Meski keduanya merupakan kondisi yang berbeda, tetapi stunting dan gizi buruk bisa saling berkaitan dan menjadi penyebab satu sama lain.

Masih mengutip laman Kementerian Kesehatan, anak yang mengalami gizi buruk yang tidak ditangani dengan baik bisa berisiko 3 kali lebih tinggi mengalami stunting.

Sementara itu, anak dengan stunting berisiko 1,5 kali lebih tinggi mengalami gizi buruk dibandingkan dengan anak lainnya.

Apabila anak mengalami kedua kondisi ini secara bersamaan, maka risiko komplikasi penyakit hingga kematian akan meningkat. 

Artikel Terkait: Bisa Cegah Stunting, Ini Pentingnya Protein Hewani untuk MPASI Bayi

Upaya Pencegahan

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, di Indonesia setidaknya ada 3,9% balita yang mengalami gizi buruk, sementara angka prevalensi stunting di Indonesia saat ini adalah 21,6%.

Artinya, kedua kondisi ini masih menjadi permasalahan serius yang perlu ditangani. 

Salah satu yang bisa kita lakukan untuk menekan angka ini adalah menerapkan upaya pencegahan yang tepat. 

Misalnya terkait pencegahan stunting, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso menjelaskan dua hal penting yang bisa dilakukan.

Pertama, pencegahan stunting bisa dimulai dari memperhatikan nutrisi anak di 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Kedua, pemenuhan nutrisi sejak masa kehamilan harus berfokus pada penguatan protein hewani. Sumber protein hewani ini bisa didapat dari susu, ikan, ayam, dan telur.

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

“Mencegah stunting mulainya itu dari sejak masa kandungan, di 1000 Hari Pertama Kehidupan. Di masa ini, ibu hamil harus mulai perhatikan asupan nutrisinya, terutama protein hewani,” ungkapnya dikutip dari Antara.

Selengkapnya, berikut ini beberapa cara mencegah stunting dan gizi buruk yang perlu Parents tahu.

Mencegah Stunting

Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk yang Wajib Parents Tahu!

  • Perhatikan asupan gizi anak di 1000 hari pertama kehidupannya, yaitu sejak dia dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. Maka itu, memperhatikan asupan nutrisi ketika Bunda hamil juga sudah menjadi salah satu upaya untuk mencegah stunting. 
  • Bunda juga dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan.
  • Perhatikan kandungan nutrisi ketika si Kecil memasuki masa MPASI.
  • Periksa tumbuh kembang si Kecil secara rutin ke dokter atau posyandu. Hal ini dilakukan supaya ketika ditemukan kelainan terkait pertumbuhan dan perkembangan anak, bisa segera ditangani dengan cepat dan tepat.
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan terapkan pola hidup sehat agar anak tidak mudah terkena infeksi.

Mencegah Gizi Buruk

Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk yang Wajib Parents Tahu!

  • Berikan ASI eksklusif hingga anak usia 6 bulan.
  • Perhatikan kandungan nutrisi ketika si Kecil memasuki masa MPASI.
  • Periksa tumbuh kembang si Kecil secara rutin ke dokter atau posyandu. Hal ini dilakukan supaya ketika ditemukan kelainan terkait pertumbuhan dan perkembangan anak, bisa segera ditangani dengan cepat dan tepat.
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan terapkan pola hidup sehat agar anak tidak mudah terkena infeksi. 

Artikel Terkait: Stunting pada Anak Bisa Memengaruhi Masa Depannya, Parents Wajib Tahu

Dari penjelasan tersebut, semoga Parents sudah tidak bingung lagi dengan perbedaan antara stunting dan gizi buruk, ya!

***

Mengenal Stunting dan Gizi Buruk. Penyebab, Gejala, Dan Mencegah

promkes.kemkes.go.id/?p=8486

Stunting vs Wasting pada Anak

yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1673/stunting-vs-wasting-pada-anak

Ini Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk yang Perlu Dipahami

www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/perbedaan-stunting-dan-gizi-buruk

Stunting, Wasting, and Micronutrient Deficiency Disorders

www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK11761/

Baca Juga:

Perhatikan Asupan Gizi Anak Prasekolah untuk Cegah Stunting, Begini Rekomendasi Ahli!

3 Jenis Gizi Buruk pada Balita, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya

4 Masalah Gizi pada Anak yang Sering Tidak Disadari Orangtua, Apa Saja?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk yang Wajib Parents Tahu!
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti