TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Peran Bidan dalam Kesehatan Ibu dan Bayi Beserta Sejumlah Tantangan yang Dihadapi

Bacaan 4 menit
Peran Bidan dalam Kesehatan Ibu dan Bayi Beserta Sejumlah Tantangan yang Dihadapi

Akses kesehatan minim masih sangat marak dirasakan di Indonesia, bahkan turut dirasakan oleh tenaga kesehatan.

Peran bidan sangat krusial dalam menjaga kesehatan ibu hamil dan bayinya. Sayangnya, masih banyak tantangan yang dihadapi banyak bidan di seluruh penjuru Nusantara. Gebrakan dalam hal teknologi dibutuhkan demi menunjang tugas bidan mengabdi untuk negeri.

Sebagai negara besar dan padat penduduk, kesehatan sumber daya manusia haruslah terjaga. Tak pelak, layanan kesehatan yang tersedia di Indonesia masih menjadi tantangan di berbagai wilayah.

Khususnya bagaimana memaksimalkan kinerja bidan dalam membantu menjaga kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Terlebih, penyebaran tenaga kesehatan dokter belum sebanding dengan fasilitas kesehatan yang tersedia.

Peran Bidan dalam Kesehatan Ibu dan Bayi Beserta Tantangan di Indonesia

Peran Bidan dalam Kesehatan Ibu dan Bayi dan Tantangan di Indonesia

Faktanya, per Desember 2021 tercatat ada 266 ribu bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia dengan sekitar 37 ribu bidan membuka praktiknya sendiri. Angka ini sungguh membantu agar bidan bisa berbaur di tengah masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan sebuah negara itu bukan hanya dilihat dari GDP saja, tetapi salah satu indikatornya adalah kesehatan ibu dan anak. Bidan adalah profesi yang uni, karena fokusnya tak hanya ibu dan anak saja. Mereka juga menangani balita,” begitulah penuturan Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes., Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dalam acara Diskusi Media Halodoc Luncurkan Aplikasi “Bidanku”, Bantu Bidan Tingkatkan Kualitas Kesehatan Ibu dan Anak.

Dalam kesempatan tersebut, terpapar fakta bahwa terjadi kesenjangan akses kesehatan di Indonesia. Laporan Organisasi Kesehatan Dunia pada 2015 memaparkan bahwa Indonesia hanya memiliki 2 dokter dan 12 rumah sakit untuk setiap 10.000 populasi.

Padahal, peran bidan sangat penting, utamanya ketika menangani ibu yang melahirkan. Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menjelaskan secara gamblang kinerja bidan yang menunjang keberlangsungan SDM di Indonesia.

Artikel terkait: 2 Cara Menghitung Berat Janin yang Bisa Dilakukan di Rumah

Hambatan yang Sering Dialami

Peran Bidan dalam Kesehatan Ibu dan Bayi dan Tantangan di Indonesia

Sebanyak 80% ibu hamil diperiksa oleh bidan setiap tahunnya. Bidan juga membantu 62% persalinan ibu secara vaginal dan menangani serta mengasuh 53% bayi yang baru lahir. Namun, bukan berarti fakta ini tidak menemui kerikil hambatan.

“Indonesia itu luas, dan sebagian besar bidan fokusnya hanya ada di area rural atau wilayah terpencil. Padahal, bidan diperlukan sebagai tenaga strategis yang dekat sekali dan kehadirannya dibutuhkan oleh masyarakat.

Komunikasi dan metode pelaporan yang masih konvensional menjadi salah satunya yang membuat data pasien lama sekali keluarnya. Padahal laporan ini kan tidak bisa setiap saat memerlukan waktu” lanjut Dr. Emi.

Dokter yang kerap dijuluki ‘Bundanya’ seluruh bidan Indonesia ini juga menegaskan bahwa lambatnya pelaporan membuat intervensi terhadap bayi yang sebenarnya berisiko jadi tertunda.

Akibat terlambatnya data dengan integrasi aplikasi, tidak sedikit bayi yang memiliki risiko kesulitan ketika harus mencari rumah sakit rujukan. Perujukan akan menjadi hal yang dilakukan bidan demi memantau permasalahan pada bayi yang baru lahir.

Dr. Emi mencontohkan di DKI Jakarta masih ada fasilitas kesehatan yang untuk merujuk, tidak bisa langsung terkoneksi dengan data yang diperlukan. Keterbatasan NICU membuat bayi sering tidak terselamatkan bahkan sebelum tiba di rumah sakit.

Artikel terkait: Kaki Bengkak saat Hamil? Ini Jenis Makanan yang Sebaiknya Bunda Konsumsi dan Hindari

Seperti Apa Bidan yang Produktif?

Peran Bidan dalam Kesehatan Ibu dan Bayi dan Tantangan di Indonesia

Tak hanya berperan dalam menolong kehamilan dan kesehatan bayi, seorang bidan turut berperan dalam membantu pemerintah mengentaskan masalah stunting di Indonesia. Data Litbang Kemenkes menyebut Indonesia masih memiliki prevalensi stunting pada anak sebesar 30%.

Untuk itu, platform digital akan membantu mempermudah tugas bidan. Inovasi teknologi akan membantu masyarakat juga dalam mengakses informasi kesehatan saat itu juga (realtime).

Diharapkan akses teknologi juga akan mendorong upgrade bidan menjadi lebih baik dan produktif. Dr. Emi menuturkan tidaklah mudah menjadi seorang bidan. Dibutuhkan standar terbaik sebelum bidan dapat melayani masyarakat.

“Bicara kriteria bidan berkualitas, kita pastinya punya standar. Bidan tidak langsung jadi, harus melalui pendidikan tinggi dulu lalu menjalani pendidikan profesi selama lima tahun. 

Kualitas ini tentunya enggak hanya ketika dia entry point akan menjadi bidan, tetapi juga saat menjalankan tugas. Harus ada standar kompetensi dan di akhir proses ada evaluasi yang akan dilakukan,” jelas Dr. Emi.

Dalam bertugas, kualitas berkelanjutan atau continuing professional development diharapkan melekat dalam diri seorang bidan. Standar profesi, pelayanan, pengasuhan harus bisa dilakukan.

“Misalnya memeriksa ibu hamil ada standarnya namanya 10T yang harus dihafalkan bidan di luar kepala. Pertolongan pertama persalinan bidan harus mampu melakukan. Makanya inovasi diperlukan, termasuk bidan akan bisa mengikuti seminar dan pelatihan yang menunjang,” pungkas Dr. Emi.

Baca juga:

Studi: Depresi Saat Hamil Tingkatkan Risiko Melahirkan Caesar

Takut Berhubungan Intim saat Janin Sudah Masuk Panggul? Cari Tahu Posisi Bercinta yang Aman

Cerita mitra kami
Serunya Launching Philips Avent Wearable Breast Pump IMBEX 2025
Serunya Launching Philips Avent Wearable Breast Pump IMBEX 2025
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
17 Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil
17 Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil

Bumil, Ini 8 Tips Merencanakan Cuti Melahirkan yang Perlu Disimak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kehamilan
  • /
  • Peran Bidan dalam Kesehatan Ibu dan Bayi Beserta Sejumlah Tantangan yang Dihadapi
Bagikan:
  • Minum Susu Hamil Berapa Kali Sehari? Ini Penjelasannya!

    Minum Susu Hamil Berapa Kali Sehari? Ini Penjelasannya!

  • Apa Obat Demam untuk Ibu Menyusui yang Aman? Cek di Sini!

    Apa Obat Demam untuk Ibu Menyusui yang Aman? Cek di Sini!

  • Hukum Suami Minum ASI Istri dalam Islam, Apakah Jadi Mahram?

    Hukum Suami Minum ASI Istri dalam Islam, Apakah Jadi Mahram?

  • Minum Susu Hamil Berapa Kali Sehari? Ini Penjelasannya!

    Minum Susu Hamil Berapa Kali Sehari? Ini Penjelasannya!

  • Apa Obat Demam untuk Ibu Menyusui yang Aman? Cek di Sini!

    Apa Obat Demam untuk Ibu Menyusui yang Aman? Cek di Sini!

  • Hukum Suami Minum ASI Istri dalam Islam, Apakah Jadi Mahram?

    Hukum Suami Minum ASI Istri dalam Islam, Apakah Jadi Mahram?

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti