TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk / Daftar
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

3 Faktor penyebab janin meninggal dalam kandungan, Bunda perlu waspada

Bacaan 5 menit
3 Faktor penyebab janin meninggal dalam kandungan, Bunda perlu waspada

Untuk mencegah janin meninggal dalam kandungan atau stillbirth, ada 3 kompartemen faktor kemungkikan penyebab yang perlu diperhatikan menurut pakar. Apa saja?

Ada berbagai penyebab janin meninggal dalam kandungan atau bayi lahir mati (stillbirth). Namun, secara lebih rinci, sebenarnya ada tiga faktor utama yang perlu diperhatikan dan bisa menjadi kemungkinan menyebabkan kondisi ini

Lalu, apa sajakah 3 faktor tersebut?

Artikel terkait: Jangan salah! Keguguran dan stillbirth tidak sama, ini perbedaan dan cara mencegahnya

3 Faktor penyebab bayi meninggal dalam kandungan yang perlu diperhatikan

3 Faktor penyebab janin meninggal dalam kandungan, Bunda perlu waspada

Bayi lahir mati (stillbirth) merupakan kondisi bayi meninggal di dalam kandungan saat kehamilan sudah mencapai usia di atas 28 minggu. Penyebab terjadinya kondisi stillbirth ini sebenarnya beragam dan cenderung kompleks.

Untuk mengetahui faktor penyebab tersebut, theAsianparent pun melakukan wawancara dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Kanadi Sumapraja, SpOG (K) dari Rumah Sakit Pondok Indah Pondok Indah.

Menurutnya, untuk mencari tahu atau memahami penyebab janin meninggal dalam kandungan, ada 3 kompartemen atau faktor yang perlu diperhatikan. Ketiga faktor tersebut di antaranya adalah keadaan janin, plasenta, dan juga kondisi ibu.

“Sejatinya, kalau kita melihat kejadian kehamilan, maka kita perlu melihat hubungan ketiga faktor tersebut. Hal ini karena, bayi merupakan individu yang sangat bergantung pada eksistensi plasenta dan ibu. Maka, untuk mengetahui penyebab stillbirth, biasanya dokter melihat ketiga kompartemen tersebut,” ujar dokter Kandani.

Faktor penting yang perlu dipahami

  • Kondisi janin

penyebab janin meninggal dalam kandungan

Faktor pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi janin itu sendiri. Pasalnya, keadaan janin juga bisa menjadi penyebab atau menimbulkan kematian bagi si janin di dalam kandungan.

Menurut Kanadi, beberapa kondisi janin yang rentan menyebabkan stillbirth adalah adanya kelainan berat yang membuat ia tidak dapat bertahan di dalam kandungan.

“Kelainan berat tersebut bisa berhubungan dengan fungsi organ-organ tertentu yang sangat dibutuhkan oleh janin. Atau mungkin, adanya cacat bawaan yang sangat berat sehingga hal tersebut bisa menyebabkan janin itu meninggal dalam kandungan,” ungkap dokter yang juga seorang dosen tersebut.

  • Plasenta

penyebab janin meninggal dalam kandungan

Kedua, adalah faktor plasenta. Faktor yang satu ini juga penting untuk dipahami. Pasalnya, plasenta ini merupakan konektor atau penghubung antara ibu dan janin.

Sebagai individu yang masih dependent atau berketergantungan, maka bayi akan membutuhkan banyak hal dari ibunya yang diberikan melalui plasenta. Misalnya, kebutuhan nutrisi dan oksigen bagi janin dalam kandungan.

Oleh karena itu, keadaan stillbirth ini sering kali dikaitkan dengan masalah plasenta yang tidak bekerja dengan baik. Saat plasenta ini mengalami masalah atau gangguan, maka perkembangan bayi pun akan terhambat.

Kanadi menjelaskan, “Apabila ada kelainan pada plasenta, misalnya plasenta tidak menempel dengan baik atau pun lepas sebelum waktunya, ini akan menyebabkan gangguan pengiriman bahan yang dibutuhan oleh janin. Nah, faktor ini pun berpotensi menyebabkan stillbirth.”

  • Kondisi kesehatan ibu

penyebab janin meninggal dalam kandungan

Faktor berikutnya yang menjadi sumber utama adalah kondisi ibu yang mengandung. Ketika ibu hamil mengalami kondisi yang membuat dia tidak bisa memberikan apa yang dibutuhkan janin, tentu hal ini akan berdampak pada kesehatan janin.

“Penyebab terjadinya stillbirth juga dilihat dari kondisi ibu saat hamil dan melahirkan. Misalnya, apakah ada peningkatan darah tinggi atau hipertensi yang berujung pada preeclampsia. Atau, adanya kelainan darah yang menyebabkan mudahnya terjadi pembekuan darah. Infeksi juga bisa terjadi pada kasus tertentu.”

Artikel terkait: Cegah stillbirth hingga stunting, ini alasan wajib melakukan pemeriksaan kehamilan!

penyebab janin meninggal dalam kandungan

Ketiga faktor di ataslah yang menjadi dasar dan penting untuk melihat penyebab stillbirth. Saat akan mencari tahu mengapa stillbirth bisa dialami, maka dokter biasanya akan melihat tiga faktor tersebut.

Tidak hanya itu, pada usia berapa stillbirth terjadi pun bisa sangat berpengaruh dan memberikan arti mengapa bayi bisa meninggal dalam kandungan.

“Timing dari stillbirth ini juga dapat memberikan arti. Saat plasenta semakin tua, maka fungsi plasenta akan semakin berkurang. Di satu sisi, semakin janin bertumbuh, ukurannya semakin besar sehingga kebutuhannya juga akan semakin meningkat. Artinya, kalau kita melihat konsepnya, kalau stillbirth terjadi di masa tua atau kehamilan besar, maka ini kemungkinan disebabkan oleh plasenta bermasalah,” jelas Kanadi.

Ia juga menjelaskan, “Stillbirth ini juga masih dalam kategori unexplained. Ada beberapa hal yang tidak dilakukan secara rutin oleh dokter, seperti pemeriksakan kromosom. Kami juga biasanya tidak rutin memeriksakan langsung plasenta dan tali pusat. Karena untuk melakukannya, harus melalui pemeriksaan makroskopik.”

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan

3 Faktor penyebab janin meninggal dalam kandungan, Bunda perlu waspada

Seperti yang dijelaskan Kanadi, stillbirth sebenarya masih dalam kategori unexplained. Artinya, belum ada yang tahu apa penyebab pasti bayi bisa meninggal dalam kandungan.

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?

Oleh karena itu, langkah pencegahan yang perlu dilakukan adalah menjaga kesehatan dari ketiga faktor kemungkinan penyebab; janin, plasenta, dan kondisi ibu.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah stillbirth di antaranya:

  • Sebelum merencanakan kehamilan, pastikan kondisi kesehatan Bunda stabil. Bila menderita diabetes atau hipertensi, ada baiknya untuk memastikan agar kondisi tersebut terkendali sebelum kehamilan.
  • Jalani pola hidup sehat. Selalu konsumsi makanan bernutrisi dengan gizi seimbang agar kesehatan janin dan Bumil tetap terjaga.
  • Hindari merorok, asap rokok, dan mengonsumsi minuman beralkohol. Pola hidup tidak sehat dan penyalahgunaan zat akan memengaruhi kesehatan plasenta, janin, serta ibu hamil.
  • Perhatikan pergerakan bayi dalam kandungan yang bisa mulai dirasakan pada minggu 26 – 28 kehamilan.
  • Rutin memeriksakan diri ke dokter.

Artikel terkait: 5 Infeksi kehamilan yang bisa sebabkan bayi lahir mati atau stillbirth, hati-hati!

Itulah tiga faktor utama yang perlu diperhatikan untuk mengetahui kemungkinan penyebab janin meninggal dalam kandungan.

Agar kondisi ini dapat dicegah, maka tidak ada salahnya untuk selalu berkonsultasi ke dokter untuk memantau kondisi kehamilan. Sehingga apabila terjadi masalah, bisa dideteksi sejak dini dan segera melakukan upaya penanganan tepat sesuai kondisi kesehatan.

Semoga bermanfaat!

***

Baca juga:

Cegah stillbirth, ini posisi tidur saat hamil tua yang aman untuk Bumil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Shafa Nurnafisa

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • 3 Faktor penyebab janin meninggal dalam kandungan, Bunda perlu waspada
Bagikan:
  • Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

    Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

  • 5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

    5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

  • Ciri-Ciri Orang Hamil dari Bentuk Perut, Apakah Bisa Terlihat?

    Ciri-Ciri Orang Hamil dari Bentuk Perut, Apakah Bisa Terlihat?

  • Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

    Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

  • 5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

    5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

  • Ciri-Ciri Orang Hamil dari Bentuk Perut, Apakah Bisa Terlihat?

    Ciri-Ciri Orang Hamil dari Bentuk Perut, Apakah Bisa Terlihat?

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti