Bisa Sebabkan Komplikasi Serius, Ketahui Gejala Sinusitis dan Cara Mencegahnya

Bisa Sebabkan Komplikasi Serius, Ketahui Gejala Sinusitis dan Cara Mencegahnya

Dapat mendera anak-anak dan orang dewasa, seperti apa gejala sinusitis dan upaya pencegahannya?

Siapa di antara Parents yang mengalami  penyakit sinusitis?

Kerap dianggap remeh, sinus memiliki tugas vital dalam sistem pernapasan manusia. Yaitu menghasilkan mukus atau cairan lengket dan tebal di hidung. Mukus jugalah yang bekerja keras mencegah masuknya kuman, alergen penyebab alergi, dan benda-benda asing yang dapat menyebabkan infeksi dalam tubuh.

Sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada rongga sinus. Sinus sendiri merupakan rongga kosong yang terletak di tulang pipi (maxillary), bagian bawah dahi (frontal), bagian belakang rongga hidung (sphenoid), serta di antara hidung dan mata (ethmoid).

Gejala Penyakit Sinusitis

penyakit sinusitis

Walaupun sinus memiliki tugas penting, pada beberapa kasus sinusitis dapat menyebabkan komplikasi berbahaya yaitu infeksi tulang. Selain itu terdapat kasus langka yang mana infeksi dapat menyebar ke daerah sekitar mata, tulang, darah bahkan otak.

Berdasarkan Mayo Clinic, berikut gejala sinusitis yang harus diketahui:

  • Peradangan hidung
  • Kotoran yang kental dan berubah warna keluar dari hidung
  • Hidung tersumbat
  • Nyeri dan bengkak di sekitar mata, pipi, hidung atau dahi
  • Indera pengecap berkurang
  • Sakit telinga
  • Sakit di rahang atas dan gigi
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Bau mulut
  • Kelelahan
  • Demam

Gejala-gejala tersebut biasanya akan semakin memburuk di malam hari. Jika peradangan tak terlalu parah, biasanya gejala tersebut akan membaik setelah 7-21 hari. Namun, bila tak kunjung membaik jangan sungkan untuk berkonsultasi ke dokter ya.

Artikel terkait: Telinga Berdenging Sebelah Kiri, Penyebab dan Cara Mencegahnya yang Perlu Diketahui

Penyebab Sinusitis

penyakit sinusitis

Dapat menyerang anak dan orang dewasa, sinusitis disebabkan beragam faktor berikut:

  • Virus. Virus pilek dan flu dapat memengaruhi saluran hidung, terlebih salah satu rongga sinus sangat dekat dengan hidung memungkinkan virus untuk berpindah. Sebagai informasi, sinusitis biasanya berlangsung lebih lama dari pilek dan flu.
  • Rhinitis alergi. Terkadang rhinitis dapat terjadi bersamaan dengan sinusitis
  • Polip hidung. Polip adalah jaringan yang tumbuh di bagian dalam hidung ataupun rongga sinus yang diakibatkan karena adanya proses peradangan kronis.
  • Cystic fibrosis. Terjadi akibat menebalnya mukus di berbagai bagian tubuh seperti rongga hidung dan paru-paru. Akibatnya proses pernapasan menjadi terganggu.
  • Gangguan sistem imunitas tubuh. Seseorang dengan sistem imunitas tubuh yang sangat rendah misalnya penderita HIV/AIDS yang akan lebih rentan terhadap sinusitis.
  • Infeksi gigi. Bakteri yang bersarang di mulut, gigi, dan gusi dapat menyebar hingga ke rongga sinus. 
  • Kelainan bawaan. Sinusitis juga bisa disebabkan karena adanya kelainan pada bentuk tulang di rongga hidung, misalnya bentuk yang bengkok atau tidak lurus.

Mengingat sinusitis kerap disamakan dengan pilek, diagnosis awal akan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik oleh dokter. Pemeriksaan fisik dilakukan dokter dengan melihat adanya kemerahan atau pembengkakan pada rongga hidung, sekret hidung yang mirip nanah, pembengkakan di sekitar mata dan dahi, dan adanya nyeri ketok rongga sinus.

Selain pemeriksaan fisik, dokter juga bisa melakukan rhinoskopi. Ini adalah sebuah cara untuk melihat langsung ke dalam rongga hidung, tujuannya untuk melihat lokasi sumbatan sehingga menyebabkan nyeri.

Tak jarang, dokter akan memerlukan penyedotan cairan sinus dengan menggunakan jarum suntik untuk pemeriksaan kuman. Pemeriksaan kuman berguna untuk menentukan jenis infeksi yang terjadi. Pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI hanya diperlukan bila sinusitis tak juga sembuh dengan pengobatan awal.

Artikel terkait: Bisa Menyerang Siapa Saja, Ini yang Harus Parents Ketahui Mengenai Penyakit GERD

Cara Mengobati Penyakit Sinus

penyakit sinusitis

Pada kasus yang tak terlalu parah (sinusitis akut), biasanya peradangan akan membaik dalam dua minggu. Pada beberapa orang, kondisi tersebut membaik sendiri meski tanpa pengobatan khusus. Jika kondisi Anda belum membaik, pengobatan akan dilakukan untuk mengatasi penyakit sinus antara lain:

  • Obat semprot dekongestan. Sebagai informasi, Anda tidak boleh menggunakannya lebih dari 3 hari.
  • Antibiotik, cara ini akan dilakukan jika sinusitis disebabkan oleh bakteri.
  • Antihistamin. Pengobatan ini dilakukan terutama jika mukus disertai dengan alergi.
  • Larutan saline. Tujuannya adalah untuk mengencerkan mukus yang tebal sehingga mudah untuk dikeluarkan.
  • Operasi. Prosedur ini hanya dilakukan sebagai jalan akhir apabila sinusitis disebabkan adanya kelainan bawaan.

Di luar pengobatan tersebut, pencegahan tentu lebih baik dibanding mengobati. Mengutip Everyday Health, sinusitis dapat dicegah dengan melakukan kiat berikut.

  1. Cuci tangan Anda sesering mungkin. Ini sangat penting utamanya selama cuaca dingin karena virus dapat hidup lebih lama pada benda
  2. Dapatkan vaksinasi flu setiap tahun, langkah pencegahan ini dapat mengurangi risiko sinusitis
  3. Makan makanan bergizi seimbang dan olah raga teratur. Menjaga kesehatan yang baik menjaga sistem kekebalan Anda tetap terjaga
  4. Berhenti merokok. Asap rokok dapat mengiritasi sinus
  5. Gunakan humidifier. Udara kering di rumah berpotensi menambah risiko sinus, untuk itu menggunakan humidifier dapat menjadi solusi. Pastikan humidifier tetap bersih dan bebas dari jamur dengan pembersihan yang teratur dan menyeluruh
  6. Jangan mengonsumsi antibiotik secara berlebihan. Antibiotik akan membantu jika Anda terkena infeksi bakteri, tetapi tidak akan membantu mengatasi infeksi virus. Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak antibiotik mengakibatkan resistensi terhadap obat tersebut
  7. Gunakan larutan hidung saline. Anda dapat membeli larutan garam di toko obat atau membuatnya sendiri dengan mencampurkan 1/4 sendok teh garam dengan 250 ml air hangat. Akademi Alergi, Asma, dan Imunologi Amerika merekomendasikan penggunaan garam bebas iodida dan air suling (air yang telah direbus dan didinginkan sebelumnya). 
  8. Tutup jendela Anda. Lakukan hal ini terutama antara jam 5 pagi dan 10 pagi, karena pada waktu itulah jumlah serbuk sari paling tinggi
  9. Perangi tungau debu. Sedot dan seka semua permukaan secara teratur untuk mengurangi debu serta kotoran di permukaan benda rumah Anda

Parents, semoga informasi perihal penyakit sinusitis ini bermanfaat!

Baca juga:

Komplikasi sinusitis pada bayi bisa berbahaya, ini tanda dan penanganannya!

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak, Kapan Harus Waspada?

Bisa Akibatkan Kerusakan Otak, Ini Hal yang Perlu Diketahui Tentang Penyakit Meningitis

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner