TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Gejala dan Faktor Risiko Penyakit Lupus, Rentan Dialami Perempuan!

Bacaan 4 menit
Gejala dan Faktor Risiko Penyakit Lupus, Rentan Dialami Perempuan!

Lebih rentan menyerang perempuan, seperti apa gejala dan pemicu penyakit lupus?

Parents, pernahkah Anda mendengar soal penyakit lupus? Lupus atau dalam bahasa medis disebut lupus eritematosus adalah penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan peradangan di beberapa bagian tubuh termasuk kulit, sendi, ginjal, hingga otak.

Penyakit ini memang bisa menyerang siapa saja, tetapi faktanya lebih sering dialami oleh perempuan 

Pada dasarnya, saat tubuh dalam kondisi normal, sistem imunitas tubuh akan melindungi dari infeksi atau cedera dalam bentuk apa pun.

Namun, bagi seseorang yang mengalami penyakit autoimun termasuk lupus akan mengalami sebaliknya. Sistem imun justru menyerang jaringan dan organ tubuh yang sehat.

Penyebab Lupus

Penyakit Lupus

Sayangnya, sampai saat ini penyebab seseorang menderita lupus belum diketahui secara pasti. Namun, kombinasi faktor genetik dan lingkungan ditengarai menjadi penyebabnya.

Beberapa pemicu lain seperti seringnya terkena paparan sinar matahari, adanya infeksi, atau konsumsi obat-obatan tertentu. WebMD juga menyebutkan ada beberapa faktor risiko lupus yang patut dicermati.

  • Ras. Orang yang berasal dari Afrika, Asia, dan Amerika cenderung berisiko tinggi mengalami lupus
  • Jenis kelamin. Faktanya, 99% orang yang didiagnosis lupus berjenis kelamin perempuan. Fluktuasi hormon menjadi alasan utama
  • Usia. Perempuan dalam rentang usia 14-45 tahun sering didera penyakit ini
  • Riwayat keluarga. Anda patut memperhatikan apabila ada anggota keluarga yang mengalami lupus, tak menutup kemungkinan Anda juga dapat mengalaminya. Namun, hanya 10% orang dengan lupus yang juga mengalami kerabat keluarga dengan penyakit serupa
  • Kontak dengan virus tertentu dan bahan kimia memungkinkan memicu penyakit lupus

Artikel terkait: Bisa Sebabkan Komplikasi Serius, Ketahui Gejala Sinusitis dan Cara Mencegahnya

Gejala Lupus

Penyakit Lupus

Lupus dapat dialami siapa pun, dan gejalanya bervariasi untuk setiap orang. Namun, umumnya tanda berikut akan dirasakan penderita lupus:

  • Sendi pegal (artralgia)
  • Demam lebih tinggi dari 100′ F
  • Pembengkakan sendi (arthritis) dan pergelangan kaki
  • Kelelahan yang konstan atau parah
  • Ruam kulit berbentuk kupu-kupu, seringnya mengenai area pipi dan hidung
  • Nyeri di dada saat bernapas dalam (radang selaput dada)
  • Kerontokan rambut
  • Sensitivitas terhadap matahari atau cahaya lain
  • Kejang
  • Jari tangan atau kaki pucat atau ungu saat Anda kedinginan atau stres (fenomena Raynaud)
  • Berat badan menurun
  • Sariawan

Artikel terkait: Waspada Serangan Serangan Jantung, Ini Penyebab, Gejala, dan Pencegahan

Diagnosis Penyakit Lupus

Penyakit Lupus

Lupus adalah penyakit yang sulit didiagnosis. Dokter akan melakukan tanya jawab, pemeriksaan fisik untuk melihat tanda dan gejala yang timbul, serta melakukan pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis penyakit ini.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan untuk memastikan lupus yaitu tes lab (tes darah, tes urine, biopsi) dan pemindaian seperti Rontgen.

Pemeriksaan darah juga dilakukan untuk memastikan adanya antibodi ANA (antinuclear antibody) yang kadarnya meningkat pada penderita penyakit autoimun.

Mengutip Medical News Today, American College of Rheumatology mempunyai 11 checklist untuk membantu dokter mengklasifikasi seseorang menderita lupus atau tidak.

Bila seseorang mengalami 4 dari kriteria berikut ini, dokter akan mempertimbangkan kemungkinan menderita lupus.

  • Ruam malar: Ruam berbentuk kupu-kupu yang muncul di pipi dan hidung.
  • Ruam diskoid: adanya bercak kemerahan
  • Fotosensitivitas: Ruam kulit yang muncul setelah terpapar sinar matahari.
  • Ulkus mulut atau hidung: Biasanya tidak menimbulkan rasa sakit.
  • Artritis non-erosif: Ini tidak merusak tulang di sekitar sendi tetapi ada nyeri tekan, bengkak, atau efusi pada 2 atau lebih sendi perifer.
  • Perikarditis atau pleuritis: Peradangan yang akan memengaruhi lapisan di sekitar jantung (perikarditis) atau paru-paru (pleuritis).
  • Masalah pada ginjal: Tes menunjukkan kadar protein atau sel yang tinggi dalam urin jika seseorang memiliki masalah ginjal.
  • Adanya gangguan neurologis: Mengalami kejang, psikosis, atau masalah dengan pemikiran dan penalaran.
  • Gangguan hematologi (darah): Ada anemia hemolitik dengan jumlah sel darah putih atau trombosit yang rendah.
  • Kondisi imunologi yang tidak normal: Tes menunjukkan bahwa terdapat antibodi terhadap DNA untai ganda (dsDNA), antibodi terhadap Sm, atau antibodi terhadap kardiolipin.
  • ANA Positif: Tes untuk ANA positif, dan orang tersebut belum pernah menggunakan obat apapun yang menjadi penyebab

Artikel terkait: Ombrophobia atau Fobia Hujan: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Pengobatan dan Pencegahan Lupus

Sayangnya, hingga kini lupus merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Namun, obat tertentu akan dianjurkan dokter dengan mengubah gaya hidup dan mengurangi risiko penyakit ini kambuh lebih sering.

Obat-obatan juga diberikan dalam rangka mengatur sistem kekebalan tubuh, menyeimbangkan hormon tubuh, meminimalisasi tekanan darah, menekan risiko infeksi, serta mengontrol kolesterol.

Di samping itu, cara berikut ini akan dianjurkan dokter untuk mengurangi lupus kambuh antara lain:

  • Olahraga teratur untuk menghilangkan rasa sakit pada tubuh
  • Rutin melakukan aktivitas relaksasi atau meditasi, misalnya yoga dan tai chi
  • Mengurangi terpapar sinar matahari, seperti memakai sunblock berkala, memakai topi lebar, pakaian lengan panjang
  • Sebisa mungkin menghindari stres.

Parents, semoga informasi perihal penyakit lupus bermanfaat untuk Anda dan keluarga, ya!

***

Baca juga:

Kenali Beragam Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Penyakit Autoimun

id.theasianparent.com/gangguan-kepribadian-paranoid

Penyebab Kematian Nomor 1 di Indonesia, Kenali Gejala dan Faktor Risiko Stroke

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Gejala dan Faktor Risiko Penyakit Lupus, Rentan Dialami Perempuan!
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti