Waspada Herpes pada Bayi, Bisa Berisiko Kebutaan Hingga Meningitis

Waspada Herpes pada Bayi, Bisa Berisiko Kebutaan Hingga Meningitis

Penyakit herpes tidak hanya bisa menyerang orang dewasa saja, bayi yang baru lahir pun bisa terinfeksi. Ketahui gejala, penyebab, dan cara mencegah penyakit herpes pada bayi berikut ini.

Penyakit Herpes atau Herpes Simplex Virus (HSV) adalah salah satu penyakit kulit yang paling umum menyerang manusia. Penyakit herpes mengakibatkan kulit menderita infeksi dan dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada bayi.

Ada berbagai jenis penyakit herpes dengan penyebabnya yang berbeda-beda pula. Umumnya gejala iritasi atau peradangan pada kulit dapat terjadi di seluruh bagian tubuh, misalnya wajah, tangan, punggung, kaki, dan lain sebagainya. Berikut adalah beberapa jenis herpes yang sering ditemui.

  • Herpes Simplex
  • Herpes Oral
  • Genital
  • Herpes Zoster atau Cacar Air
  • Epstein Barr atau Human Herpes Virus 4
  • Cytomegalovirus
  • Roseola

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), sekitar 0,03% bayi yang lahir di Amerika Serikat mengidap Herpes Simplex Neonatal, yaitu penyakit herpes yang terjadi pada bayi yang baru saja dilahirkan.

Artikel Terkait: Herpes saat Hamil Sangat Berbahaya Bagi Bayi, Bumil Perlu Waspada

Penyebab Penyakit Herpes pada Bayi

Waspada Herpes pada Bayi, Bisa Berisiko Kebutaan Hingga Meningitis

Sumber: The Native Antigen Company

Mengutip dari Klik Dokter, sekitar 4% kasus herpes simplex pada bayi adalah kasus herpes kongenital atau bawaan sejak lahir. Kasus HSV pada bayi ini disebabkan oleh tipe virus HSV-1, tapi ada pula yang diakibatkan oleh HSV-2.

Bayi dapat terpapar virus-virus tersebut jika terjadi kontak dengan kulit atau air liur penderita HSV lain. Selain itu bayi juga bisa tertular dari permukaan benda yang terkontaminasi virus herpes atau bersentuhan dengan lepuh penderita HSV yang umumnya ada di kulit atau bibir.

Bayi belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna sehingga masih rentan terhadap berbagai virus dan penyakit. Oleh karena itu, sebaiknya bayi baru lahir tidak dicium oleh sembarangan orang karena kita tidak tahu apakah mereka membawa virus atau tidak.

Kebanyakan dari bayi penderita Herpes Simplex Neonatal tertular ketika melewati jalan lahir atau vagina ibunya yang mengidap HSV. Dalam kasus-kasus yang langka, ada pula bayi yang terinfeksi di dalam rahim atau segera setelah lahir.

Artikel Terkait: Ngeri! Gara-Gara Dicium Bayi Ini Alami Herpes di Seluruh Kepala

Penyakit Herpes pada Bayi, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai

Waspada Herpes pada Bayi, Bisa Berisiko Kebutaan Hingga Meningitis

Infeksi herpes kongenital pada bayi memiliki gejala yang berbeda dengan orang dewasa pada umumnya. Gejala bisa saja terlihat langsung ketika bayi lahir, tapi bisa juga muncul saat usia bayi 1 hingga 3 minggu.

Bayi yang lahir dalam kondisi terinfeksi HSV bisa jadi berbeda dengan bayi lainnya, misalnya terlahir mikrosefali, hidrosefalus, koroiditis, premature, dan berat lahirnya rendah.

Berikut adalah beberapa gejala penyakit herpes pada bayi yang patut Parents waspadai.

  • Demam
    Demam akibat HSV pada bayi bisa muncul antara hari ke-2 hingga ke-12 setelah terinfeksi. Suhu tubuh cenderung tidak terlalu panas, hanya berkisar di 38 derajat celcius. Pada beberapa kasus ada bayi pengidap HSV yang mengalami panas tinggi di atas 39 derajat celcius hingga mengakibatkan kejang-kejang.
  • Rewel dan Tampak Lemas
    Bayi yang belum bisa berkomunikasi mengungkapkan rasa tidak nyaman di tubuhnya dengan menangis. Salah satu ciri-ciri bayi yang terinfeksi virus adalah mudah rewel dan sulit untuk ditenangkan. Bayi juga bisa terlihat lemas.
  • Tidak Mau Menyusu
    Lepuh di bibir akibat HSV pada bayi seringkali menyebabkan bayi tidak mau menyusu. Perhatikan jika ada gejala penurunan nafsu makan pada bayi karena bisa saja itu adalah tanda bayi sedang sakit.
  • Sesak Napas
    Infeksi herpes yang parah bisa menyebabkan komplikasi pada paru-paru. Hal ini mengakibatkan bayi terlihat sulit untuk bernafas. Tanda lainnya adalah kebiruan di sekitar mulut, ujung jari tangan, dan jari kaki.
  • Muncul Lepuh di Kulit
    Ciri khas penyakit herpes adalah munculnya lepuh atau lesi vesikel di kulit bayi, terutama di bagian sekitar mulut atau bibir. Jika ada pengidap herpes yang mencium bayi, biasanya lepuhan akan muncul di tempat ia dicium.

Amati perubahan yang terjadi baik secara fisik maupun perilaku pada bayi. Jika Parents mencurigai adanya gejala penyakit herpes, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Artikel Terkait: Bayi 1 Bulan Tertular Virus Herpes Karena Dicium Tamu

Bagaimana Cara Mencegah dan Mengobatinya?

Waspada Herpes pada Bayi, Bisa Berisiko Kebutaan Hingga Meningitis

Penyakit herpes pada bayi bisa jadi sangat berbahaya dan dapat menyebar dengan cepat ke organ tubuh lainnya. Bayi bisa saja mengalami masalah kesehatan seperti kejang, tidak sadar, sesak nafas, kebutaan, hingga meningitis.

Dalam jangka panjang, bayi bisa mengalami gangguan perkembangan motorik jika terinfeksi herpes yang tidak segera ditangani.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa persalinan secara operasi Caesar yang menghindari jalan lahir dapat menurunkan risiko tertularnya bayi dari ibu yang menderita HSV.

Bayi yang sudah terinfeksi herpes biasanya akan diobati dengan antivirus melalui infus. Jika bayi sulit bernafas, akan diberikan oksigen tambahan.

Karena masih sangat rentan, maka untuk mencegah penyakit herpes pada bayi sebaiknya orangtua atau keluarga menjaga kebersihan lingkungan sekitar bayi. Cucilah tangan sebelum dan sesudah menyentuh bayi, kemudian batasi kontak bayi dengan orang lain yang belum tentu sehat.

Baca Juga:

Kenali Herpes Simplex (HSV) Serta Risikonya pada Pasangan dan Anak

Herpes genital bisa dicegah dengan 3 tips dari dokter kelamin berikut ini!

Penyakit Herpes : Gejala, Faktor Risiko, dan Pencegahannya

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner