Penyakit demensia bisa dideteksi sejak dini dengan indra penciuman, ini alasannya!

lead image

Penyakit demensia tidak bisa dicegah dan diobati. Untuk itu, deteksi dini dan menghindari faktor risikonya sangat penting dilakukan mulai sekarang!

Otak merupakan salah satu organ yang paling penting dalam tubuh manusia. Seiring berjalannya waktu, otak juga akan ikut menyusut dan menua seperti halnya kulit dan tulang. Proses penuaan otak ini disebut dengan penyakit demensia.

Mengenal penyakit demensia atau pikun

Penyakit demensia bisa dideteksi sejak dini dengan indra penciuman, ini alasannya!

Dilansir dari Mayo Clinic, demensia adalah sekumpulan penyakit yang mempengaruhi daya ingat dan pemikiran seseorang sehingga mengganggu aktivitas kehidupannya sehari-hari.

Gejala demensia bervariasi tergantung pada penyebabnya, tetapi tanda dan gejala umum demensia antara lain ialah:

  • Perubahan kognitif
  • Lupa
  • Kesulitan berkomunikasi atau menemukan kata-kata
  • Kemampuan visual dan spasial menurun, contoh kasus tersesat saat mengemudi
  • Kesusahan bernalar atau pemecahan masalah
  • Tidak bisa menangani tugas yang rumit
  • Merasa kesulitan dalam perencanaan dan pengorganisasian
  • Kesulitan dengan koordinasi dan fungsi motorik tubuh
  • Sering kebingungan dan disorientasi
  • Perubahan psikologis atau kepribadian
  • Depresi
  • Kegelisahan
  • Perilaku tidak pantas
  • Paranoia
  • Agitasi
  • Halusinasi

Penyakit demensia bisa dideteksi sejak dini dengan indra penciuman, ini alasannya!

Demensia disebabkan oleh kerusakan atau hilangnya sel-sel saraf dan koneksi mereka di otak. Bisa juga disebabkan oleg faktor genetik, gaya hidup, dan lingkungan.

Dr. Yuda Taruna SpS, Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UNIKA Atma Jaya & Spesialis Saraf mengatakan hingga sampai saat ini demensia belum ada obatnya.

“Jadi kami para dokter harus fokus pada dua hal yakni dengan mengenalkan faktor risiko dan deteksi dini,” tegasnya dalam acara konferensi pers peluncuran Paviliun Bonaventura oleh RS Atma Jaya di RS Atma Jaya, Jakarta, Selasa (9/7).

Artikel terkait: Penelitian: Menikah mencegah seseorang mejadi pikun. Baca alasannya!

Deteksi dini penyakit demensia

Penyakit demensia adalah salah satu penyakit yang tidak bisa dicegah. Namun bisa diperlambat pertumbuhannya.

Oleh karena itu, Yuda menegaskan bahwa menghindari faktor risiko dan deteksi dini sangat penting untuk melakukan intervensi agar sel-sel otak tetap baik dalam jangka waktu yang lama.

Penyakit demensia bisa dideteksi sejak dini dengan indra penciuman, ini alasannya!

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran Atma Jaya Jakarta pada 2016, tes indera penciuman atau olfactory test dapat mendeteksi dini demensia atau penurunan fungsi otak.

Tes dilakukan dengan menggunakan 10 aroma yang familiar di Indonesia. Seperti minyak kayu putih, kopi, melati, mentol, tembakau, minyak tanah, pandan, kapur barus, cokelat, dan jeruk.

Pasien akan diperbolehkan mencium bau 2 kali, masing-masing selama 5 menit sebelum menjawab. Bila pasien tidak mampu mengidentifikasi jenis aroma yang ditujukan maka kemungkinan besar pasien menderita demensia dan harus mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Namun perlu dipastikan dahulu bahwa pasien sedang tidak pilek atau gangguan hidung lainnya,” ujar Yuda.

Artikel terkait: Penelitian: Terungkap! Seks menguatkan daya ingat seorang perempuan

penyakit demensia 2

Yuda kemudian menjelaskan bahwa tes ini didasarkan pada penemuan bahwa proses penuaan otak dimulai dari bagian bawah (basal) dan menjalar ke atas. Di mana salah satu bagian otak yang berada di bawah adalah korteks entorhinal yang memiliki peran dalam hal penciuman dan pengingatan.

“Saat kita menghirup atau mencium sesuatu bukan hanya soal fungsi hidung kita. Tapi bagaimana kita tahu yang kita cium adalah jeruk atau bukan  adalah suatu proses yang kompleks. Artinya otak menerjemahkan itu. Itu adalah satu memori yang cukup lama dan diterjemahkan, bukan sekedar mencium,” jelasnya.

“Jadi tahap mencium itu kita tahu itu bau atau tidak dan kita mempersepsikan bau itu apa. Proses akhirnya mempersepsikan itu ada di otak kita. di korteks entorhinal tadi,” tambah Yuda.

Bila seseorang mengalami demensia. Terutama demensia yang cepat akibat alzheimer atau parkinson maka korteks ini juga mengkerut atau mengecil sehingga ia itu susah mempersepsikan tentang aroma.

Selain tes indera penciuman, pemeriksaan kognitif, pemeriksaan olfaktorius, pemeriksaan MRI, dan medical check up juga dapat dilakukan untuk memeriksa risiko demensia.

“Lupa memang belum tentu gangguan otak. Bisa jadi itu hanyalah gangguan atensi. Namun saya anjurkan orang yang berusia 40 tahun melakukan medical check up secara komprehensif termasuk deteksi dini kerusakan otak,” tutup Yuda.

Baca juga:

6 Cara sederhana mencegah pikun di masa tua, perlu dicoba!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner