Tes DNA kini menjadi salah satu pemeriksaan yang semakin populer untuk berbagai keperluan, mulai dari menentukan hubungan keturunan hingga mendeteksi risiko penyakit.
Teknologi DNA testing telah berkembang pesat dan menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat Indonesia.
Yuk, cari tahu informasi lengkapnya berikut ini!
Apa Itu Tes DNA?
Melansir Cleveland Clinic, tes DNA adalah pemeriksaan medis yang dapat mengidentifikasi perubahan (variasi) dalam gen, kromosom, dan DNA seseorang.
DNA atau deoksiribonukleat adalah suatu molekul yang menyimpan kode genetik untuk menentukan ciri fisik, risiko penyakit, hingga hubungan keturunan seseorang.
DNA testing ini menggunakan sampel darah, air liur, rambut, kuku, urine, cairan ketuban, dan jaringan tubuh lainnya. Hasil dari tes DNA biasanya siap dalam beberapa minggu setelah pemberian sampel dan pengujian dilakukan.
Tes DNA Bisa Mengetahui Apa Saja?
Tes DNA memiliki berbagai kegunaan yang sangat luas. Berikut beberapa kegunaan tes DNA:
1. Menentukan Hubungan Keluarga
Seperti yang dijelaskan WebMD, penggunaan paling umum dari tes DNA adalah untuk hubungan keluarga.
Tes ini dapat menentukan hubungan ayah-anak, hubungan saudara kandung, dan hubungan keluarga lainnya dengan akurasi hingga 99,9%.
2. Mendeteksi Risiko Penyakit Genetik
Menurut Healthline, tes molekuler dapat mengidentifikasi gen yang terkait dengan kanker tertentu.
Misalnya, mutasi pada gen BRCA1 atau BRCA2 memiliki kaitan dengan sindrom kanker payudara dan ovarium herediter.
Tes ini membantu seseorang memahami risiko genetik mereka terhadap berbagai penyakit.
3. Investigasi Forensik
WebMD menjelaskan bahwa seperti sidik jari, DNA seseorang adalah unik.
Di tempat kejadian, investigator akan mengumpulkan sampel DNA seperti rambut, kulit, air mani, dan darah.
Dokter forensik kemudian akan menganalisis DNA ini untuk membantu memecahkan kejahatan.
4. Farmakogenetik (Respons Obat)
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa farmakogenetika adalah jenis tes yang mencari perubahan dalam susunan genetik yang dapat mempengaruhi cara tubuh memproses obat-obatan tertentu.
Tes ini menentukan apakah obat akan bekerja dan dapat memprediksi dosis yang paling aman dan efektif.
5. Skrining Bayi Baru Lahir
Menurut MedlinePlus Genetics, skrining bayi baru lahir dapat mengidentifikasi gangguan genetik sejak dini dalam kehidupan sehingga pengobatan dapat dimulai sedini mungkin.
Ini memungkinkan deteksi dan intervensi dini untuk berbagai kondisi genetik yang dapat diobati.
Apa Saja Jenis Tes DNA?

Melansir laman Halodoc, beberapa jenis tes DNA di antaranya adalah:
- DNA paternitas: Mengetahui ayah biologis
- DNA forensik: Mengidentifikasi korban atau pelaku berdasarkan sampel biologis
- DNA genetik klinis: Memeriksa adanya penyakit seperti kanker, alzheimer, dan lainnya berdasarkan pemeriksaan genetik
- DNA Nutrigenomik: Menganalisis respon tubuh pada makanan dan gizi berdasarkan informasi genetik
- DNA Ancestry atau Keturunan: Menganalisi asal-usul genetik dan etnisitas dari nenek moyang.
Apa Nama Tes DNA untuk Mengetahui Ayah Kandung?
Seperti yang dijelaskan American Pregnancy Association, tes paternitas DNA adalah pemeriksaan yang digunakan untuk menentukan ayah biologis dari seorang anak. Tes ini dikenal dengan nama Paternity Test atau Tes Paternitas.
Apa Saja Syarat Tes DNA?
Tidak ada persyaratan khusus untuk melakukan tes DNA. Anda bisa berkunjung ke rumah sakit untuk melakukan DNA testing sesuai kebutuhan.
Bila ingin melakukan pengujian garis keturunan, maka persyaratan tes adalah berupa membawa sampel DNA ayah dan anak untuk diuji di laboratorium.
Nantinya, sampel yang berhasil dikumpulkan akan melalui proses pengujian.
Hasil dari pengujian tersebut biasanya akan diketahui dalam waktu 2-4 minggu setelah pengambilan sampel dilakukan.
Tes DNA Biayanya Berapa?
Berdasarkan informasi terkini tahun 2025, biaya tes DNA di Indonesia cukup bervariasi tergantung pada fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan tersebut. Berikut kisaran harga tes DNA di rumah sakit Indonesia:
- Puskesmas: Rp7.000.000 hingga Rp8.000.000, namun tidak semua Puskesmas memiliki fasilitas untuk melakukan tes ini karena keterbatasan alat dan tenaga medis yang kompeten.
- Klinik Swasta: Sebagai contoh, Klinik Vaxcorp Indonesia di Jakarta Utara menawarkan layanan tes dengan biaya sekitar Rp3.200.000.
- Laboratorium Internasional: EasyDNA Indonesia menawarkan harga mulai dari IDR4.380.000.
- Layanan Home Test: Genetrack Indonesia menyediakan tes paternitas privat dengan harga Rp4.095.830 yang sudah termasuk kit, semua biaya pemrosesan laboratorium, dan pengiriman laporan.
Perlu diperhatikan bahwa tes DNA umumnya tidak ditanggung oleh BPJS, sehingga pasien harus menyiapkan biaya sendiri.
Beberapa asuransi swasta mungkin dapat menanggung biaya tes, tetapi tetap disesuaikan dengan kebijakan masing-masing perusahaan.
***
Baca Juga:
Kenali Penyebab dan Gejala Hepatitis pada Anak Berdasarkan Jenis
Hindari Obat Flu, Ini 10 Cara Alami Mengatasi Pilek pada Anak di Rumah
Kenali Ciri-ciri Penyakit Ain pada Anak, Parents Perlu Panjatkan Doa Ini!
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.