TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Sangat Menular! Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakit Campak

Bacaan 4 menit
Sangat Menular! Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakit Campak

Sudahkah si kecil mendapatkan vaksin campak? Berikut adalah gejala, penyebab, dan cara mengobati penyakit campak yang perlu Parents ketahui.

Penyakit campak adalah penyebab kematian yang cukup besar di dunia. Dilansir dari Healthline, ada sekitar 110.000 kematian global karena kasus penyakit campak yang terjadi tahun 2017. Sebagian besar kasusnya terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun.

Di beberapa negara berkembang seperti Asia dan Afrika, campak sangat umum terjadi dengan angka kematian menembus lebih dari 95%. Salah satu penyebabnya adalah infrastruktur kesehatan yang kurang baik dan kepadatan penduduk berlebihan yang meningkatkan risiko terinfeksi.

Sementara melansir dari Media Indonesia, di Indonesia sendiri ada 12,2 juta anak yang belum terlindungi vaksin yang dapat mencegah infeksi penyakit campak. Vaksin campak diberikan pada usia bayi 9 bulan dan dilanjutkan dengan vaksin gabungan MMR atau MR untuk mencegah campak, gondongan, dan rubella.

Sudahkah si kecil mendapatkan vaksinasi wajibnya?

Artikel Terkait: Serba-Serbi Imunisasi Campak yang Perlu Mam Ketahui

Gejala dan Penyebab Penyakit Campak

Sangat Menular! Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakit Campak

Paramyxovirus adalah virus penyebab campak

Penyebab dari penyakit campak adalah infeksi yang disebabkan oleh virus jenis paramyxovirus. Virus ini sangat menular dan hidup di dalam rongga hidung dan lendir tenggorokan orang yang terinfeksi. Paramyxovirus menyebar lewat percikan air liur yang keluar ketika penderita batuk dan bersin, serta bertahan hingga dua jam di udara tempat orang tersebut bersin.

Apabila seseorang menghirup udara yang terkontaminasi atau menyentuh permukaan yang terkena percikan air liur yang mengandung virus dan menyentuh mata, hidung, atau mulut, maka mereka dapat terinfeksi.

Bisa saja seorang penderita campak menularkan penyakitnya kepada orang lain sebelum ia mengetahui dirinya telah terinfeksi.

Menurut Center of Disease Control and Prevention (CDC), jika belum mendapatkan vaksin sebelumnya, orang yang dekat dengan penderita campak berisiko 90% akan tertular.

Sangat Menular! Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakit Campak

Mengutip dari laman resmi World Health Organization (WHO), sekitar 10 hingga 12 hari setelah terpapar virus, gejala yang paling pertama nampak adalah demam tinggi selama 4 hingga 7 hari. Selain itu, gejala lainnya adalah sebagai berikut.

  • Hidung meler
  • Batuk
  • Lemas
  • Mata merah dan berair
  • Nyeri badan
  • Tidak berselera makan
  • Bintik-bintik putih kecil di dalam pipi
  • Munculnya ruam kemerahan di wajah dan leher bagian atas

Ruam kemerahan akan menyebar ke seluruh tubuh, termasuk tangan dan kaki, dalam waktu 3 hari kemudian berangsur-angsur hilang setelah kurang lebih seminggu.

Jika mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya Parents segera menghubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel Terkait: Gejalanya Mirip, Ini Beda Campak, Roseola, dan Rubella

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

penyakit campak

Kematian yang terjadi akibat campak sebagian besar disebabkan oleh komplikasi yang timbul setelah terinfeksi virus. Biasanya komplikasi serius cenderung terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun atau orang dewasa di atas usia 30 tahun.

Anak-anak yang kekurangan gizi, kurang vitamin A, dan mengalami penurunan fungsi kekebalan tubuh akibat penyakit HIV/AIDS juga berisiko mengalami penyakit campak yang lebih parah dibandingkan anak yang normal.

Komplikasi dari penyakit campak ada beberapa yang cukup serius seperti kebutaan, infeksi pembengkakan otak (Ensefalitis), dan infeksi pernafasan parah seperti pneumonia. Selain itu diare parah, dehidrasi, dan infeksi telinga juga sangat mungkin terjadi.

Cara Mengobati Campak

Sangat Menular! Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakit Campak

Jika belum pernah mendapatkan imunisasi campak, seseorang akan lebih berisiko tertular terutama ketika berada di wilayah yang mengalami wabah campak atau kekurangan vitamin A.

Untuk mencegah infeksi virus Campak, cara paling utama adalah mendapatkan imunisasi campak.

Bayi di bawah usia 12 bulan juga merupakan kelompok yang paling rentan terinfeksi campak. Bayi akan mendapatkan perlindungan dari campak melalui imunitas pasif yang diberikan lewat plasenta saat masih dalam kandungan dan selama menyusui. Kekebalan tersebut hilang dalam waktu 2,5 bulan setelah lahir atau setelah berhenti menyusui.

Campak dapat sembuh dengan sendirinya sekitar 2 hingga 3 minggu, tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini.

Namun biasanya dokter akan memberikan obat pereda nyeri untuk membantu meredakan gejala campak seperti badan nyeri dan lemas. Penderita campak dianjurkan untuk banyak beristirahat sambil memulihkan diri dan memastikan tubuh mendapat cukup asupan cairan dan nutrisi yang baik.

Anak yang didiagnosis menderita campak akan diberikan suplemen vitamin A untuk memulihkan kadar vitamin A yang biasanya rendah ketika menderita campak dan mencegah kerusakan mata dan kebutaan. Jika muncul tanda-tanda infeksi mata, telinga, dan pernafasan, barulah biasanya dokter meresepkan antibiotik.

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Itulah hal-hal yang perlu diketahui mengenai gejala, penyebab, dan cara mengobati penyakit campak. Jangan lupa untuk memberikan si kecil vaksinasi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan agar ia kebal akan penyakit tersebut.

Baca Juga:

Hal Penting Seputar Virus Campak yang diderita oleh Bayi hingga Orang Dewasa

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Annisa Pertiwi

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Sangat Menular! Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Penyakit Campak
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti