Tubuh Sering Kaku, Nyeri, dan Bengkak? Waspada Penyakit Autoimun Arthritis!

Tubuh Sering Kaku, Nyeri, dan Bengkak? Waspada Penyakit Autoimun Arthritis!

Nyeri sendi kerap diabaikan, padahal ini bisa jadi salah satu gejala penyakit autoimun arthritis.

Sekitar 300 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit autoimun arthritis atau radang sendi autoinflamasi. Pada artikel ini, kami akan coba menjelaskan apa yang dimaksud dengan radang sendi autoimun atau yang sering dikenal autoimun arthritis.

Apa itu Autoimun Arthritis?

penyakit autoimun arthritis

Autoimun arthritis atau radang sendi autoimun adalah penyakit radang sendi yang disebabkan oleh sejenis autoimun. Jenis penyakit autoimun ini menyebabkan sistem kekebalan pada tubuh justru menyerang sel-sel normal.

Kata “arthritis” sendiri mengarah pada sendi atau lapisan sendi, sementara peradangannya terjadi di dalam aliran darah dan akan mempengaruhi seluruh fungsi tubuh termasuk organ dan jaringan.

Rheumatoid arthritis merupakan jenis penyakit autoimun yang menyerang persendian. Faktanya, penyakit ini adalah jenis radang sendi akut yang umum dijumpai di Singapura, menyerang sekitar 1% dari total penduduk Singapura.

Sayangnya, penyebab rheumatoid arthritis sendiri seringkali tak diketahui dan berbeda-beda setiap orang. Ini dikarenakan ada kombinasi dari faktor genetik dan penyebab dari luar. Beberapa jenis infeksi ini memicu terjadinya peradangan di dalam tubuh hingga membuat sistem kekebalan tubuh menyerang organ tubuh seperti paru-paru dan mata.

Baca juga: Jenis-Jenis Penyakit Autoimun Yang Sering Menyerang Wanita

Gejala Autoimun Arthritis

penyakit autoimun arthritis

Sumber: Pixabay

Gejalanya biasanya bertahap, terkadang hampir tidak terasa, dan sering datang dan pergi sehingga hasilnya, penyakit ini sulit dideteksi sejak dini. Berdasarkan International Foundation for Autoimmune & Autoinflammatory Arthritis, berikut adalah gejala yang sering dialami oleh pasien autoimun pada tahap awal.

4 Gejala Autoimun  

1. Kelelahan yang tidak biasa tapi bukan karena kurang istirahat.
2. Rasa tidak nyaman akibat otot-otot melemah.
3. Ruam pada kulit. Biasanya ini karena pasien telah menderita penyakit autoimun sebelumnya.
4. Demam ringan atau bisa juga demam tinggi, tergantung pada kondisi pasien.

Selain hal-hal di atas, apabila Parents merasakan gejala radang sendi di bawah ini, sebaiknya segera pergi menemui dokter untuk mencari tahu perawatan dan pengobatan apa yang sebaiknya diambil:

penyakit autoimun arthritis

1. Merasakan kaku yang tidak biasa pada sendi-sendi, khususnya setelah tubuh lama tidak bergerak (misalnya saat bangun tidur di pagi hari). Cuaca dingin juga bisa menyebabkan radang sendi, tapi syukurlah, kita tinggal di negara tropis yang tidak akan memperburuk keadaan.
2. Gerakan terhambat, misalnya tiba-tiba kesulitan menyalakan keran, sulit memegang benda, atau bahkan menulis.
3. Bengkak di sekitar persendian. Biasanya pembengkakan terjadi di sekitar pergelangan tangan dan kaki.

Pengobatan untuk Autoimun Arthritis

Sayangnya, tak ada pengobatan yang bisa diterapkan pada semua penderita penyakit autoimun arthritis. Perawatan atau pengobatan penyakit ini bisa meliputi kombinasi dari beberapa jenis obat antiinflamasi nonsteroid, kortikosteroid, obat imunosupresan dan lain-lain. Terapi fisik juga bisa mengurangi rasa sakit akibat peradangan dan meluweskan gerakan. Pada beberapa kasus, operasi bisa jadi dibutuhkan untuk memperbaiki sendi yang rusak.

Baca juga: Kisah Inspiratif: Berdamai Dengan Penyakit Autoimun

Pengobatan di Rumah

Selain pengobatan medis, pasien penderita autoimun arthritis juga bisa menjalani pengobatan di rumah. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit akibat radang sendi dan ada juga yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Apa saja? Simak selengkapnya di bawah ini!

penyakit autoimun arthritis

Sumber: Pixabay

1. Olahraga

Meskipun yang diserang adalah persendian, namun bukan berarti Parents tak bisa berolahraga. Aktivitas ini justru sangat dianjurkan namun dengan kadar yang ringan. Olahraga bisa membantu mengurangi nyeri pada sendi akibat beban penyakit.

2. Istirahat yang cukup

Jika terserang penyakit ini, salah satu hal termudah yang bisa dilakukan untuk mengobatinya adalah tidur yang cukup secara rutin. Tidur yang cukup setiap hari bisa membuat badan menjadi lebih segar dan mencegah penyakit ini kambuh. Selain itu, istirahat yang cukup bisa mengurangi rasa sakit dan kelelahan.

3. Kompres panas atau dingin

Mengompres bagian sendi yang sakit dengan air panas atau es juga bisa membantu meringankan rasa sakit. Ini juga bisa digunakan untuk mengobati kejang otot.

4. Menggunakan alat bantu

Jika kondisi sudah semakin parah, sebaiknya pertimbangkan untuk memasang alat bantu di rumah. Alat bantu jenisnya bermacam-macam tergantung dengan kebutuhan pasien.

Biasanya, alat bantu berupa belat atau brace untuk menahan sendi saat istirahat, tongkat untuk membantu bergerak lebih leluasa terutama saat penyakit kambuh. Bisa juga memasang tiang di kamar, atau di titik-titik tertentu di dalam rumah untuk memudahkan pergerakan.

Jika Parents merasakan beberapa gejala penyakit autoimun arthritis seperti yang telah disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga :

Tips Hidup Bahagia dengan Penyakit Autoimun

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner