Ingin Hadiri Acara di Pontianak, Pengantin Ini Jadi Korban Jatuhnya Sriwijaya Air

Ingin Hadiri Acara di Pontianak, Pengantin Ini Jadi Korban Jatuhnya Sriwijaya Air

Begini kronologis kejadian dan kesaksian dari keluarga terdekat.

Duka mendalam tengah menyelimuti masyarakat Indonesia setelah kasus hilang kontak dan terjatuhnya pesawat Sriwijaya Air. Khususnya bagi keluarga yang ditinggalkan, duka ini begitu masih dirasakan. Tak terkecuali bagi keluarga pengantin penumpang pesawat Sriwijaya Air.

Ialah Ihsan Adhlan Hakim dan Putri Wahyuni, pasangan suami istri penumpang pesawat Sriwijaya Air yang dinyatakan hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021). Dua sejoli ini merupakan pasangan suami istri baru. Keduanya baru saja melangsungkan acara pernikahan di penghujung 2020 silam.

Kisah Pengantin Penumpang Sriwijaya Air

pengantin-penumpang-sriwijaya-air

Kisah pengantin penumpang pesawat Sriwijaya Air yang baru menggelar akad penghujung 2020 dan akan melangsungkan Ngunduh mantu di Pontianak.

Tak ada yang menyangka bahwa kebahagiaan yang baru saja dirasakan, sebagaimana pengantin baru, harus berujung pada kabar yang menyedihkan. Namun, takdir berkata lain.

Ya, pasangan ini merupakan dua dari puluhan jiwa yang menjadi penumpang pesawat tersebut. Keduanya diketahui tengah dalam perjalanan menuju kota Pontianak, kota tempat tinggal keluarga Ihsan.

Berdasarkan informasi dari adik kandung Ihsan, Arwin Amru Hakim, keduanya pergi ke Pontianak untuk menyelenggarakan acara ngunduh mantu. Keluarga Ihsan sendiri memang sebagian besar berada di ibukota Kalimantan Barat tersebut.

Artikel Terkait : Sosok Kapten Afwan, Pilot Sriwijaya Air SJ 182 yang Religius

Rencana Sabtu Depan Menggelar Acara Ngunduh Mantu

pengantin-penumpang-sriwijaya-air

Betapa hati tak pilu, kedua keluarga besar sudah menyepakati acara ngunduh mantu di tempat yang bahkan sudah dipesan jauh-jauh hari. Acara yang menjadi tradisi Jawa tersebut memang sudah menurut budaya akan dilangsungkan setelah acara resepsi dan akad pernikahan, di tempat mempelai laki-laki.

Melansir Kompas, sang adik pun bercerita mengenai rencana acara yang akan diadakan pada Sabtu depan itu. “Rencananya Sabtu depan ini acara ngunduh mantu di Gedung PCC,” ujar Arwin.

Artikel Terkait : Bayi 14 Bulan Selamat Dari Kecelakaan Pesawat yang Menewaskan 36 Orang

Pengantin Penumpang Sriwijaya Air Sempat Memberikan Kabar Terakhir pada Keluarga

pengantin-penumpang-sriwijaya-air

Sebelum akhirnya menghilang tanpa kabar, Ihsan rupanya sempat menginformasikan anggota keluarganya dua kali. Saat baru sampai di Bandara Soekarno Hatta, ia memberikan kabar pada keluarga, khususnya sang adik. Ia menginformasikan bahwa pesawat ditunda keberangkatannya.

“Saat tiba di Bandara Soekarno Hatta sempat telepon saya. Dia bilang pesawat delay,” kata Arwin.

Rupanya, saat itu pesawat sempat tertunda keberangkatan lantaran faktor cuaca yang buruk, sehingga pesawat belum diizinkan untuk terbang.

“Tak lama telepon lagi, kasih tahu pesawat delay karena cuaca buruk. Nah setelah itu lah, hilang kontak,” kata Arwin.

Arwin pun masih sangat berharap agar sang kakak dan kakak iparnya tersebut bisa ditemukan dan selamat. “Buat abang dan kakak ipar, semoga diberikan keselamatan dan yang terbaik bagi Allah,” ujar Arwin.

Artikel Terkait : Bayi meninggal mendadak setelah bepergian dengan pesawat, apa penyebabnya?

Kronologis Hilang Kontaknya Pesawat Sriwijaya

Ingin Hadiri Acara di Pontianak, Pengantin Ini Jadi Korban Jatuhnya Sriwijaya Air

Pada Sabtu, 9 Januari 2020, tepatnya pukul 14.36 WIB dikabarkan bahwa Sriwijaya Air SJ 182 tujuan Jakarta-Pontianak lepas landas dari Bandara Soetta. Tak berselang lama, yakni sekitar 4 menit pesawat dinyatakan hilang kontak, tepatnya pada 14.40 WIB, pesawat dinyatakan hilang kontak.

Pesawat tersebut sempat dinyatakan ke luar jalur penerbangan, yakni menuju arah barat laut pada pukul 14.40 WIB. Pihak Air Traffic Controller (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat. Akan tetapi, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak.

Berdasarkan informasi tambahan, pesawat jatuh di perairan Kepulauan Seribu, dekat Pulau Laki dan Pulau Lancang. Proses pencarian yang melihatkan Badan SAR Nasional (Basarnas) dilakuakn pada Minggu (10/1/2021).

Dalam proses pencarian ini, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito mengatakan bahwa pihaknya melakukan tiga metode pencarian. Mulai dari pencarian di udara, pemukaan laut, dan bawah permukaan laut.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ini diketahui mengangkut 62 jiwa. Sebanyak 56 penumpang terdiri atas 46 orang dewasa, 7 anak, dan 3 bayi, serta 6 kru ada di dalam pesawat tersebut.

Parents kita doakan saja ya agar kejadian ini bisa bisa menemukan titik terang secepatnya. Agar para keluarga penumpang Sriwijaya Air bisa mendapatkan kabar mengenai kerabat mereka yang hilang. 

Kami dari theAsianparent turut berdoa untuk para penumpang Sriwijaya Air. 

Baca Juga :

Bayi lahir dalam penerbangan; Berapa usia kehamilan yang aman untuk naik pesawat?

Amankah bumil bepergian dengan pesawat terbang? Berikut penjelasannya!

Bayi Lahir di Pesawat, Dapat Tiket Penerbangan Gratis Seumur Hidup

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

nisya

app info
get app banner