TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Bayi meninggal mendadak setelah bepergian dengan pesawat, apa penyebabnya?

Bacaan 4 menit
Bayi meninggal mendadak setelah bepergian dengan pesawat, apa penyebabnya?

Kasus bayi meninggal di pesawat secara tiba-tiba ini cukup mengejutkan. Orangtua perlu berhati-hati saat membawa bayi naik pesawat.

Membawa bayi bepergian naik pesawat bukannya tanpa risiko, jika anak dalam kondisi tidak sehat, dia berisiko jatuh sakit atau yang lebih parah, meninggal. Akhir September lalu, seorang bayi meninggal di pesawat dalam perjalanan udara ke India, kedua orangtua bayi tersebut tidak mampu berbuat apapun untuk menyelamatkan buah hatinya.

Bayi meninggal di pesawat dalam perjalanan ke Hyderabad

bayi meninggal di pesawatPada hari Rabu, 26 September 2018, sebuah keluarga beranggotakan Ayah, Ibu, dan bayi berusia 11 bulan bepergian menggunakan pesawat Qatar Airways, dari Doha ke Hyderabad. Sayangnya, sang bayi meninggal di pesawat dalam perjalanan tersebut.

Awalnya dinyatakan bahwa bayi meninggal di pesawat. Namun kemudian , Sangeetha CR selaku juru bicara Bandara Hyderabad mengubah pernyataan mereka dan menyatakan bahwa bayi tersebut meninggal di Bandara.

Menurut perwakilan dari Qatar Airways, bayi berusia 11 bulan tersebut masih hidup saat turun dari pesawat di Bandara Hyderabad. Akan tetapi, orangtua bayi malang itu menyadari bahwa anak mereka mengalami kesulitan bernapas saat mereka sedang menuju bagian imigrasi.

Dalam kondisi sesak napas dan tubuhnya mulai membiru, bayi itu kemudian dilarikan ke rumah sakit Apollo di kota Hyderabad. Dan sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari pihak Qatar Airways atau rumah sakit terkait kematian bayi malang ini.

Artikel terkait: Ketentuan bayi naik pesawat dari beberapa maskapai penerbangan

Tips membawa bayi naik pesawat

bayi meninggal di pesawat

1. Berkonsultasi lebih dulu dengan dokter

Tentunya sebelum naik pesawat, pastikan kondisi kesehatan si kecil dalam keadaan prima. Bila anak memiliki masalah pernapasan, THT, atau masalah kesehatan lainnya, pastikan sudah mengantongi izin dari dokter sebelum membawanya naik ke pesawat.

2. Infeksi telinga

Apabila bayi mengalami infeksi telinga, atau pernah menjalani operasi pengobatan infeksi telinga. Maka saat hendak membawanya bepergian naik pesawat, Anda wajib berkonsultasi dahulu dengan dokter.

3. Posisikan bayi dengan benar saat di pesawat

Memangku bayi adalah cara terbaik saat naik pesawat bersamanya. Bila maskapai menyediakan bassinet atau keranjang bayi, pergunakan dengan baik.

Saat ia tidur, posisikan telentang supaya tidak ada tekanan pada bagian perut maupun dada, sehingga si kecil bisa bernapas dengan baik.

***

Bayi meninggal mendadak setelah bepergian dengan pesawat, apa penyebabnya?

Amankah Membawa Bayi Naik Pesawat?

Sebagian besar baytidak bermsalah selama naik pesawat. Namun, sebelum Bunda terbang dengan bayi pertimbangkan hal-hal yang dilansir Mayo Clinic berikut ini:

  1. Umur bayi

Dokter mungkin mencegah perjalanan udara bagi bayi baru lahir. Bayi baru lahir sedang mengembangkan sistem kekebalan tubuh dan perjalanan udara dapat meningkatkan risiko terkena penyakit menular. Jika Anda memilih bepergian dengan bayi, sering-seringlah mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan dan hindari kontak dengan orang yang jelas-jelas sakit.

  1. Kondisi telinga bayi

Tekanan kabin selama penerbangan menyebabkan perubahan sementara pada tekanan telinga tengah, yang dapat memicu sakit telinga. Untuk membantu menyamakan tekanan di telinga bayi Anda, berikan bayi sesuatu untuk dikenyot seperti menyusu atau botol dot untuk disedot saat lepas landas dan pendaratan.

Pertimbangkan untuk menggunakan bola kapas, headphone peredam bising atau penyumbat telinga kecil untuk mencegah bayi terpapar kebisingan dalam kabin dan membuatnya lebih mudah untuk tidur.

  1. Napas bayi

Selama penerbangan, tekanan udara di kabin pesawat lebih rendah daripada tekanan udara di darat. Perubahan sementara dalam tingkat oksigen ini tampaknya tidak menimbulkan masalah bagi bayi yang sehat. Namun, jika bayi Anda lahir prematur, memiliki masalah jantung atau paru-paru, bicarakan dengan dokter bayi sebelum terbang.

  1. Kursi keselamatan bayi

Sebagian besar car seat bayi disertifikasi untuk perjalanan udara. Meskipun maskapai penerbangan biasanya mengizinkan bayi untuk berada di pangkuan Bunda selama penerbangan, Administrasi Penerbangan Federal merekomendasikan agar bayi duduk di kursi keselamatan yang dipasang dengan benar.

Jika Anda memilih untuk tidak membeli tiket untuk bayi, tanyakan apakah ada kursi kosong ketika Anda naik pesawat – jika ada yang dapat ditugaskan untuk memangku bayi atau meletakkan bayi di kursi keselamatan.

  1. Jangan tergoda untuk memberi bayi obat seperti diphenhydramine (Benadryl, yang lain), untuk membuat bayi tidur selama penerbangan. Hal ini tidak dianjurkan, dan kadang-kadang obat dapat memiliki efek samping.

Semoga bermanfaat.

 

Disadur dari artikel Kevin Wijaya di theAsianparent Singapura

Baca juga:

Usia Berapa Bayi Bisa Naik Pesawat? Ini Penjelasan dan Tips Dokter

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Bayi meninggal mendadak setelah bepergian dengan pesawat, apa penyebabnya?
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti