Sosok Kapten Afwan, Pilot Sriwijaya Air SJ 182 yang Religius

Sosok Kapten Afwan, Pilot Sriwijaya Air SJ 182 yang Religius

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tujuan Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak pada hari Sabtu (9/1/2021). Di antara mereka yang berduka, salah satunya adalah keluarga Kapten Afwan, pilot Sriwijaya Air SJ 182 yang turut hilang dalam musibah tersebut. Ayah 3 orang anak itu dikenal sebagai sosok yang religius dan teladan bagi orang-orang di sekitarnya. Berikut profil lengkap Kapten Afwan.

Kapten Afwan, Pilot Sriwijaya Air SJ 182 Pernah Jadi Penerbang TNI AU 

pilot sriwijaya air

Kapten Afwan (kanan) (Sumber: Tribun News)

Kesedihan kini tengah menyelimuti keluarga Kapten Afwan, pilot Sriwijaya Air SJ 182 Boeing 737-524 yang hilang pada hari Sabtu (9/1/2021). Sang pilot ikut hilang bersama pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang ia kemudikan. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 14.36 WIB dan hilang kontak pada pukul 14.55 WIB. Badan SAR Nasional pun meyakini bahwa pesawat tersebut jatuh di perairan Kepulauan Seribu, tepatnya di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki. 

Terdapat 62 penumpang di dalam pesawat tersebut, 40 di antaranya adalah penumpang dewasa, 7 penumpang anak-anak, 3 bayi, dan 12 awak kabin termasuk Kapten Afwan. Sejak dikabarkan menghilang, sosoknya pun ramai diperbincangkan. Ia dikenal sebagai sosok pilot yang profesional dan juga religius.

Sebelum menjabat sebagai pilot pesawat komersil, ia adalah penerbang TNI Angkatan Udara (AU) yang bertugas selama 11 tahun sejak 1987 hingga 1998. Ia merupakan alumni Ikatan Dinas Pendek (IDP) IV Tahun 1987.

“Capt Afwan adalah penerbang TNI AU periode 1987-1998. Beliau terbang di Skadron Udara 4 dan Skadron Udara 31. Alumni dari IDP IV tahun 1987,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Indan Gilang, seperti diberitakan oleh Kompas.

Dikenal Sebagai Sosok yang Religius

pilot sriwijaya air

Sumber: TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne

Selama ini, Kapten Afwan dikenal sebagai sosok yang religius. Di lingkungan rumahnya, ia dikabarkan sering memberikan ceramah di masjid. Hal ini seperti diungkapkan oleh Agus Pramudibyo, Ketua RT di Perumahan Bumi Cibinong Endah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, tempat tinggalnya. 

“Beliau sosok yang baik, baik sekali ya, santun orangnya. Saya terakhir ketemu  Jumat kemarin. Sosok beliau itu santun, baik. Kalau kadang ada arisan warga beliau mengisi tausyiah,” ungkap Agus seperti diberitakan oleh Viva News.

Pasca musibah tersebut, rumah Kapten Afwan mulai ramai dikunjungi oleh saudara dan kerabat. Bahkan, Bupati Bogor Ade Yasin turut mendatangi kediamannya pada hari Minggu (10/1/2021) untuk memberikan dukungan moril.

“Saya datang untuk memberikan support untuk keluarga. Ini kan warga saya. Bahkan ini kan termasuk tetangga saya juga ya. Untuk itu saya datang memberikan doa dan dukungan,” kata Ade seperti dikutip dari Tribun News.

Sementara itu, menurut salah satu keponakan, Muhammad Akbar, pamannya itu dikenal sebagai sosok teladan. Jika sedang berada di rumah, setiap pagi, sang pilot selalu melantunkan kitab suci Al-Quran. Ia juga sering memberikan tausyiah. 

“Belakangan, jika kami berkumpul bersama, Da Aan selalu memberi tausyiah,” ungkapnya seperti diberitakan oleh Suara. 

Meninggalkan Seorang Istri dan Tiga Orang Anak

pilot sriwijaya air

Sumber: TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy

Kapten Afwan diketahui tinggal di Bogor bersama istri dan tiga orang anaknya. Pria yang lahir pada tanggal 26 Februari 1966 itu merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. 

Ia memiliki seorang istri bernama Pipit dan telah dikaruniai tiga orang anak. Anak sulungnya masih duduk di kelas satu SMP sementara anak bungsunya masih duduk di bangku TK.

Musibah yang menimpa Kapten Afwan sontak mengejutkan istri dan anak-anaknya. Sosoknya yang religius meninggalkan kesan yang mendalam di mata keluarga, rekan, hingga warganet. Bahkan, foto profil Whatsapp miliknya sempat mengundang perhatian masyarakat.  

Pasalnya, foto profil tersebut memuat gambar tokoh superhero Superman yang sedang melakukan ibadah shalat. Sementara, di samping gambar tersebut tertulis, “Setinggi apapun aku terbang, tidak akan mencapai surga bila tidak shalat lima waktu”.

Keponakan sang pilot, Ferza Mahardika pun membenarkan hal ini. Ia mengatakan bahwa gambar tersebut memang berasal dari akun WhatsApp sang paman.

“Itu kebetulan bukan status, tapi itu adalah DP [display picture/foto profil] beliau,” katanya seperti dikutip dari Tribun News. 

Parents, mari kita doakan yang terbaik bagi Kapten Afwan dan seluruh penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Semoga pencarian pesawat tersebut membuahkan hasil.

 

Baca juga:

Putrinya jadi korban pesawat Lion Air JT 610, sang ibu tak berhenti menangis

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner