TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Diberi obat kadaluarsa oleh Puskesmas, Bumil ini mengalami pusing dan muntah-muntah

Bacaan 4 menit
Diberi obat kadaluarsa oleh Puskesmas, Bumil ini mengalami pusing dan muntah-muntah

Seorang ibu hamil di Jakarta Utara mengaku mengalami pusing hingga muntah-muntah setelah mengonsumsi obat kedaluwarsa yang diberikan oleh Puskesmas.

Baru-baru ini tersebar berita mengenai ibu hamil bernama Novi Sri Wahyuni yang mengaku telah diberikan obat kedaluwarsa dari salah satu Puskesmas di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Perempuan berusia 21 tahun tersebut mengklaim bahwa obat yang ia terima dari Puskesmas ternyata sudah kedaluwarsa pada bulan April.

Novi pun menjelaskan bahwa dirinya terlanjur mengonsumsi 36 tablet vitamin sejak 11 Juli lalu, sedangkan ia baru tahu mengenai waktu kedaluwarsa obat pada Selasa kemarin (13/8). Ia juga mengaku merasa mual, pusing, hingga muntah-muntah sejak Juli lalu setelah mengonsumsi vitamin tersebut.

“Satu strip itu ada 12 pil, jadi saya sudah mengonsumsi 36 pil. Sempat periksa ke rumah sakit, tapi untungnya janin saya sehat,” ungkap Novi seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Obat kedaluwarsa

Pihak puskesma sempat membantah telah memberi obat kedaluwarsa

Di samping itu, Kepala Puskesmas Kamal Muara Agus Arianto membantah kejadian tersebut karena Novi dinilai tidak menyertakan bukti yang kuat. Meski demikian, seperti yang dilansir dari Asia One, Agus pun memberikan penjelasan bahwa kejadian tersebut mungkin saja terjadi.

Meski apoteker memiliki protokol untuk membaca resep dan tanggal kedaluwarsa obat sebelum diberikan pada pasien, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa apoteker melakukan kesalahan.

Obat kedaluwarsa

Baru-baru ini, pihak Puskesmas memberikan pengakuan bahwa benar ada pegawai mereka yang melakukan kesalahan dengan memberikan obat kedaluwarsa.

Dilansir dari Kompas, Dr. Agus Arianto Haryoso, Kepala Puskesmas Kecamatan Penjaringan yang membawahi Puskesmas Kamal Muara, mengaku sudah meminta maaf kepada korban.

“Saya selaku Kepala Puskesmas Kecamatan Penjaringan yang membawahi Puskesmas Kelurahan Kamal Muara mengucapkan minta maaf kepada keluarga pasien bahwa telah terjadi kesalahan pemberian obat yang ternyata kadaluwarsa,” kata Agus.

Dia juga menambahkan, bahwa untuk menebus kesalahan tersebut, pihak puskesmas akan membantu mendampingi kehamilan Novi sampai persalinan. Dan semua prosedurnya bisa didapatkan Novi secara gratis tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.

Terungkapnya kasus obat kedaluwarsa ini juga membuat pihak Puskesmas mengevaluasi sistem kefarmasian mereka, agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

Artikel terkait: Wajib tahu, Ini 10 obat yang dilarang untuk ibu hamil

Apa dampaknya bila terlanjur dikonsumsi?

bolehkah mengonsumsi obat saat hamil

Tanggal kedaluwarsa pada obat memang berlaku dan merupakan salah satu bentuk prosedur wajib bagi produsen sebelum mendistribusikan produknya seperti ke apotek atau Puskesmas. Meski demikian, sebenarnya tanggal kedaluwarsa pada suatu produk tidak selamanya menandakan bahwa produk tersebut sudah tidak layak dikonsumsi.

Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah artikel yang dipublikasikan pada laman Harvard Health Publishing – Harvard Medical School. Artikel tersebut menjelaskan, beberapa obat kedaluwarsa memang akan membuat tingkat khasiatnya berkurang. Namun, bukan berarti obat tersebut akan menjadi racun secara otomatis apabila terlanjur dikonsumsi.

Hal ini selaras dengan penjelasan Staf Penilai Obat Jadi BPOM dr. Hudyono, MS., SpOk., MFPM. Ia mengatakan, tanggal kedaluwarsa pada obat tidak memiliki batas toleransi dan tidak secara otomatis menjadi racun juga.

“Sebenarnya obat tidak ada tanggal toleransi (kedaluwarsa). Hanya saja setelah melewati tanggal itu, efektivitas obat secara bertahap akan mengalami kemunduran sampai tidak ada hasil,” jelas Hudyono seperti yang dikutip dari Okezone.com.

Artikel terkait: Obat Kadaluarsa Kembali Merebak, Ini Cara Menghindarinya!

Obat kedaluwarsa

Artikel terkait: Amankah pakai obat jerawat saat menyusui? Berikut penjelasannya!

Mana yang aman dan tidak aman dikonsumsi setelah kadaluarsa?

Sementara itu, Badan Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) juga mengklaim bahwa khasiat obat memang akan menurun saat kedaluwarsa.

Kemampuan obat dalam menyembuhkan sesuatu tetap memiliki potensi yang besar bahkan bertahun-tahun setelah tanggal kedaluwarsa. Namun, bukan berarti semua obat aman dikonsumsi setelah melewati batas berlaku untuk dikonsumsi.

Beberapa jenis obat yang dinilai tidak aman dikonsumsi saat kedaluwarsa di antaranya:

  • Insulin, jenis obat yang digunakan untuk megontrol gula darah dan diabetes.
  • Nitrogliserin oral (NTG), kerap diguanakan untuk meredakan nyeri dada.
  • Vaksin atau produk obat biologis
  • Obat bubuk
  • Obat yang memiliki bau yang menyengat
  • Krim, salep, dan tetes mata. Obat yang secara umum bersentuhan langsung dengan kulit atau alat indera.

Diberi obat kadaluarsa oleh Puskesmas, Bumil ini mengalami pusing dan muntah-muntah

Apabila Anda terlanjur mengonsumsi obat kadaluarsa, tidak ada salahnya untuk segera memeriksakan diri pada dokter untuk memastikan kesehatan Anda. Terutama apabila setelah mengonsumsi obat tersebut Anda merasakan beberapa gejala berikut ini:

  • Pusing
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Diare atau konstipasi
  • Nyeri perut
  • Pandangan kabur

Meski beberapa obat kedaluwarsa dinilai aman untuk dikonsumsi, tetapi alangkah baiknya Anda menghindari mengonsumsi obat yang sudah kadaluarsa agar kesehatan lebih terjamin, ya, Parents.

***

Anda bisa bergabung dengan jutaan ibu lainnya di aplikasi theAsianparent untuk berinteraksi dan saling berbagi informasi terkait kehamilan, menyusui, dan perkembangan bayi dengan cara klik gambar di bawah ini.

Banner TAP app

Referensi: Asian One, Harvard Health Publishing, Drugs.com

Baca juga:

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Bingung Bagaimana Cara Memberikan Obat untuk Anak? Ini Solusinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Diberi obat kadaluarsa oleh Puskesmas, Bumil ini mengalami pusing dan muntah-muntah
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti