TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Bingung Bagaimana Cara Memberikan Obat untuk Anak? Ini Solusinya

3 Dec, 2015

Memberikan obat untuk anak memang tidak mudah. Berikut adalah saran dari seorang dokter anak bagaimana cara memberikan obat untuk anak yang efektif.

Perhatikan aturan pemberian saat memberikan obat untuk anak

Perhatikan aturan pemberian saat memberikan obat untuk anak

Memberikan obat untuk anak, terlebih bayi, bisa jadi hal yang paling menegangkan bagi orangtua. Pertanyaan seperti bagaimana memastikan dosis yang tepat, cocokah obat yang diberikan, atau bagaimana bila ia, biasanya, menjadi rentetan pertanyaan yang biasanya muncul.

Berikut adalah tips dari Christina Vo, seorang dokter anak di Berkeley, California, yang juga merupakan anggota dewan Akademi Dokter Anak Amerika.

1. Pastikan dosisnya tepat

1. Pastikan dosisnya tepat

Menurut Christina Vo, kesalahan yang paling sering dilakukan oleh orangtua saat memberikan obat untuk anak adalah dosisnya yang tidak tepat. Jadi sebelum mulai memberikan obat untuk anak, lakukan dulu hal berikut ini:

Baca label dengan hati-hati Cek ulang dosis/ jumlah yang harus diberikan, apakah berdasar berat atau usia anak Cara memberikan obat; diteteskan, dihancurkan, diencerkan atau dihancurkan terlebih dahulu Kapan atau frekuensi obat harus diberikan; setiap 8 jam sekali, pada jam-jam makan si kecil, setiap si kecil mengalami kondisi tertentu, dan lain sebagainya

Anak-anak sangat sensitif terhadap obat dibandingkan dengan orang dewasa. Jika salah dalam memberikan dosis obat bisa berbahaya atau malah membuat anak kebal dengan obat tersebut.

2. Gunakan takaran obat yang disertakan

2. Gunakan takaran obat yang disertakan

Agar dosisnya tepat, gunakan takaran obat yang biasanya telah disertakan dalam kemasan obat. Bentuknya bisa bermacam-macam seperti pipet (dropper), suntikan, cup pengukur, atau sendok.

Jangan pernah menggunakan sendok teh untuk memberikan obat pada anak, karena takarannya sudah pasti tidak akurat. Bila tidak ada penakar obat dalam kemasan, bertanyalah pada apoteker, takaran apa yang sebaiknya digunakan.

3. Pahami aturan pemberian obat

3. Pahami aturan pemberian obat

Ikuti petunjuk pemakaian yang ada pada kemasan untuk memastikan bahwa Parents menggunakan obat tersebut dengan cara yang benar. Aturan seperti jumlah cairan untuk mengencerkan, cara pemberian obat (misal perlukah dihancurkan terlebih dahulu, apakah konsumsi obat dalam keadaan perut kosong), rentang waktu pemberian obat pertama dan selanjutnya, harus sangat diperhatikan.

4. Campurkan dengan makanan lain

4. Campurkan dengan makanan lain

Umumnya, anak-anak tidak suka minum obat, terlebih bila rasanya pahit. Salah satu cara untuk mengakalinya adalah dengan memberikan obat untuk anak yang telah ditambah dengan cita rasa lain atau mencampurkannya pada makanan tertentu.

Parents dapat menanyakan hal ini pada apoteker atau dokter yang memberikan resep. Bila si kecil masih minum ASI atau biasa mengkonsumsi susu formula, tanyakan juga apakah mungkin bila obat dicampurkan ke dalam ASI atau susu formula.

Parents juga dapat menggunakan pipet atau suntikan oral untuk memasukkan obat ke mulut bayi. Tekan perlahan cairan obat di antara lidah dan sisi mulut bayi. Jangan sekali-kali memasukkan obat langsung pada bagian belakang tenggorokan. Cara ini dapat menyebabkan bayi tersedak atau muntah.

5. Bertanyalah

5. Bertanyalah

Jangan merasa sungkan untuk bertanya pada dokter atau apoteker tentang obat yang harus si kecil minum. Jika perlu buatlah daftar pertanyaan sebelum berangkat menemui dokter.

Pertanyaan seperti daftar berikut ini, mungkin bisa Parents gunakan sebagai referensi:

Apa guna obat yang diresepkan? Bisakah Dokter menjelaskan dosis obat ini kepada kami? Adakah efek samping yang mungkin timbul? Seberapa cepat obat akan mulai bereaksi? Bisakah obat tersebut dicampur dengan susu atau makanan si kecil?Jika ya, jenis makanan apa saja yang diperbolehkan? Bagaimana bila ada dosis yang terlewat?

6. Langkah memberikan obat pada bayi/ batita

6. Langkah memberikan obat pada bayi/ batita

Baringkan si kecil di punggungnya. Jika mungkin mintalah bantuan pasangan untuk memegang kedua tangan si kecil, dan tahan si kecil tepat di atas pinggulnya. Cara ini akan membantu Parents menahan si kecil agar tidak membalikkan badan saat minum obat.

Tegakkan kepalanya sedikit, dan cubit pipinya dengan salah satu tangan Parents agar mulutnya terbuka, dan Parents dapat meletakkan jari Parents di antara gusi si kecil. Dengan cara ini juga si kecil tidak akan bisa menggigit Parents atau peralatan yang Parents gunakan untuk memberikan obat.

Kemudian pipetkan obat pada bagian bawah lidah si kecil atau pada dinding mulutnya. Tujuannya agar lidah si kecil tidak mendorong obat keluar.

Sudah pasti si kecil tidak akan menyukai cara ini; tapi Parents tak perlu kawatir si kecil akan terluka karenanya. Satu yang pasti, obat untuk anak akan lebih mudah dikonsumsi si kecil.

Usai memberi obat, bersihkan alat yang Parents gunakan dengan air hangat dan sedikit sabun, serta jauhkan obat dari jangkauan anak-anak. Oya, satu pelukan hangat sebagai hadiah akan keberanian si kecil, tentu akan ia suka.

Selanjutnya
img

Penulis

Rahayu Pawitri

  • Halaman Depan
  • /
  • Balita
  • /
  • Bingung Bagaimana Cara Memberikan Obat untuk Anak? Ini Solusinya
Bagikan:
  • 210 Inspirasi Nama Bayi Puitis Bermakna Indah yang Jarang Digunakan

    210 Inspirasi Nama Bayi Puitis Bermakna Indah yang Jarang Digunakan

  • 310 Nama Bagus untuk Anak Laki-laki dan Perempuan Huruf A-Z!

    310 Nama Bagus untuk Anak Laki-laki dan Perempuan Huruf A-Z!

  • Amankah Bawang Putih untuk Obat Batuk Pilek Bayi 0-6 Bulan?

    Amankah Bawang Putih untuk Obat Batuk Pilek Bayi 0-6 Bulan?

  • 210 Inspirasi Nama Bayi Puitis Bermakna Indah yang Jarang Digunakan

    210 Inspirasi Nama Bayi Puitis Bermakna Indah yang Jarang Digunakan

  • 310 Nama Bagus untuk Anak Laki-laki dan Perempuan Huruf A-Z!

    310 Nama Bagus untuk Anak Laki-laki dan Perempuan Huruf A-Z!

  • Amankah Bawang Putih untuk Obat Batuk Pilek Bayi 0-6 Bulan?

    Amankah Bawang Putih untuk Obat Batuk Pilek Bayi 0-6 Bulan?

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti