TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Nyeri Leher Bikin Nggak Nyaman? Segera Atasi dengan Cara Ini, Parents!

Bacaan 4 menit
Nyeri Leher Bikin Nggak Nyaman? Segera Atasi dengan Cara Ini, Parents!

Nyeri leher kerap dialami siapa pun dan akan menghilang dengan sendirinya. Namun, kondisi ini perlu diatasi segera apabila terjadi secara berkepanjangan.

Nyeri leher atau disebut juga neck pain/cervicalgia merupakan gangguan kesehatan yang umum dialami oleh siapa pun. Meskipun dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi kita tetap harus berhati-hati apabila sakit leher tidak menghilang dalam 1-2 minggu. 

Lantas, apa saja penyebab dan gejala nyeri leher yang perlu diperhatikan? Simak penjelasan selengkapnya sebagai berikut, Yuk!

Artikel terkait: Pastikan Leher Si Kecil Tetap Tegak untuk Menjaga Postur Leher yang Sehat

Nyeri Leher: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya  

nyeri leher

Perlu diketahui, leher yang juga disebut sebagai tulang belakang servikal berfungsi untuk melindungi saraf-saraf tulang belakang dan mendukung kepala untuk melakukan gerakan-gerakan tertentu. Leher terdiri dari tulang belakang (tengkorak hingga tengkuk), saraf-saraf, otot-otot, ligamen-ligamen, dan tendon-tendon. Nah, setiap kelainan atau gangguan pada salah satu bagian tersebut dapat menyebabkan sakit leher atau kaku leher.

Pada kebanyakan kasus, sakit leher bukanlah suatu kondisi serius atau membahayakan. Umunya, masalah ini akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Kebanyakan nyeri leher disebabkan karena postur yang buruk, posisi tidur yang salah, atau otot terkilir. Sebagian lainnya disebabkan karena cedera akibat kecelakaan.

Sakit leher yang terjadi karena cedera akibat kecelakaan, sering kali memerlukan penanganan medis yang lebih serius. Terlebih, apabila hal tersebut disertai dengan gejala lain, seperti nyeri yang menekan bahu atau lengan dan menyebabkan mati rasa.

Penyebab dan Gejala

nyeri leher

Rasa nyeri yang menyebabkan leher kaku dan tegang dapat dipicu oleh kesalahan saat beraktivitas, serta bisa juga disebabkan apabila ada penyakit penyerta. Berikut beberapa penyebab selengkapnya:  

  • Postur tubuh yang buruk. Contohnya, bekerja dalam jangka waktu lama tanpa mengubah posisi, dan tidur dengan posisi leher yang kurang tepat
  • Menyentakkan leher ketika berolahraga atau leher tegang ketika melakukan gerakan tertentu
  • Trauma leher ketika jatuh, kecelakaan mobil (whiplash injury), atau olahraga
  • Beberapa olahraga dapat menyebabkan kifosis pada leher
  • Penyakit penyerta yang dapat menimbulkan sakit leher yakni; meningitis, rheumatoid arthritis, osteoporosis, fibromialgia, osteoarthritis, HNP (hernia nukleus pulposus), spinal stenosis, kelainan bawaan, adanya infeksi, abses, tumor, hingga kanker tulang belakang.

Nyeri Leher Bikin Nggak Nyaman? Segera Atasi dengan Cara Ini, Parents!

Ada pun penyebab-penyebab tersebut dapat menimbulkan gejala sakit leher sebagai berikut:

  • Nyeri pada daerah leher, baik dapat berupa sensasi tajam, nyeri seperti tertusuk, ataupun nyeri tumpul, dan terkadang nyeri dapat menetap
  • Kekakuan pada otot leher 
  • Kejang otot leher
  • Pergerakan leher menjadi kaku
  • Rasa sakitnya sering memburuk di saat-saat tertentu, seperti saat sedang mengemudi atau bekerja di depan komputer
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Mual dan terkadang muntah
  • Sulit menggerakkan kepala

Artikel terkait: Leher hitam saat hamil, inilah penyebab dan cara mengatasinya!

Penanganan Nyeri Leher

nyeri leher

Apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya Anda mengonsumsi obat anti nyeri dan mengurangi stres, agar otot leher dapat meregang kembali. Berikut ini beberapa langkah penanganan yang biasanya dilakukan: 

  • Apabila penyebabnya cedera yang baru, sebaiknya berikan kompres es pada area nyeri selama 20 menit beberapa kali dalam sehari untuk mengurangi proses peradangan
  • Terapi panas dengan air hangat atau handuk hangat diberikan beberapa hari setelah cedera terjadi
  • Peregangan otot apabila penyebabnya karena otot yang kaku atau karena posisi yang buruk
  • Mengonsumsi obat anti nyeri
  • Obat relaksan otot
  • Collar neck untuk mendukung kepala dan membatasi pergerakan leher
  • Traksi atau penarikan
  • Antibiotika bila penyebabnya adalah infeksi
  • Akupunktur
  • Pijat
  • Stimulasi saraf elektrik transkutan
  • Pembedahan bila diperlukan

Apabila nyeri tidak membaik selama beberapa hari tanpa pengobatan, hadirnya nyeri akibat cedera baik olahraga maupun kendaraan, serta nyeri dirasakan menjalar hingga ke salah satu atau kedua lengan Anda, terlebih apabila lengan Anda menjadi semakin lemah dan mati rasa, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter. 

Artikel terkait: Salah bantal bikin leher kaku? Simak 5 dampak buruk yang bisa disebabkan bantal ini

Upaya Pencegahan

Nyeri Leher Bikin Nggak Nyaman? Segera Atasi dengan Cara Ini, Parents!

Untuk menghindari sakit leher terjadi, berikut beberapa upaya yang dapat Anda lakukan:

  • Melakukan peregangan atau latihan leher setiap hari atau secara teratur
  • Hindari memakai kasur yang terlalu lunak agar posisi leher yang bengkok ketika tidur dapat terhindari
  • Hindari posisi tidur tengkurap
  • Mempertahankan postur yang baik, seperti menyesuaikan tinggi meja, kursi, dan komputer sejajar dengan mata ketika bekerja
  • Menghindari menaruh telepon antara leher dan bahu
  • Sering mengubah posisi duduk
  • Melakukan pijat leher
  • Menggunakan bantal leher untuk tidur

Sakit atau nyeri leher memang merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dan dapat Anda tangani sendiri. Namun, apabila sakit leher masih terasa hingga 1-2 minggu, segeralah berkonsultasi dengan dokter, ya. Semoga bermanfaat!

 

Artikel ini ditulis oleh:

dr. I Made Tirta Saputra

Dokter Umum

RS Pondok Indah – Pondok Indah

***

Baca juga: 

Kenali Gejala Penyakit Ain pada Anak, Pastikan Rutin Bacakan Doa Ini!

Penyakit Bau Mulut – Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Kenali Gejala TBC Tulang Belakang, Penyakit Langka yang Sebabkan Kerusakan Saraf

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Rumah Sakit Pondok Indah

Diedit oleh:

Shafa Nurnafisa

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Nyeri Leher Bikin Nggak Nyaman? Segera Atasi dengan Cara Ini, Parents!
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Author Image

Rumah Sakit Pondok Indah

RS Pondok Indah Group adalah grup rumah sakit swasta yang mengelola tiga rumah sakit di Indonesia, yakni RS Pondok Indah - Pondok Indah, RS Pondok Indah - Puri Indah, dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya yang didukung para dokter ahli dari berbagai disiplin ilmu serta dilengkapi dengan peralatan dan teknologi medis terkini untuk memberikan pelayanan kesehatan terdepan. Cari tahu lebih lanjut mengenai RS Pondok Indah Group: Website: www.rspondokindah.co.id Instagram: @rspondokindah Facebook: Rumah Sakit Pondok Indah Twitter: @rspondokindah Youtube: RS Pondok Indah atau https://www.youtube.com/c/RSPondokIndahGroup
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti