Ngulet saat hamil, bahayakah untuk Janin?

lead image

Beberapa ibu hamil sering tak sadar saat meregangkan tubuh alias ngulet saat hamil. Apakah hal ini membahayakan janin?

Pernah mendengar pendapat yang mengatakan, ngulet saat hamil bisa berdampak buruk untuk kesehatan janin? Benarkah demikian? Atau, hanya sekakadar mitos?

Siapa di atara Bunda yang memililiki kebiasaan untuk menggeliat atau ngulet setelah bangun tidur? Alhasil, saat positif hamil kemudian akan timbul pertanyaan tentang bahaya ngulet saat hamil. Setidaknya untuk memastikan apakah memiliki dampat pada kesehatan dan petumbuhan janin. 

Artikel terkait: Tasya Kamila melahirkan anak pertama, ini potret bayinya menggemaskan!

Ngulet saat hamil, bahayakah untuk janin?

Terkait dengan hal ini, sebenarnya belum ada penelitian yang mengatakan kalau ngulet berbahaya untuk ibu hamil. Faktanya justru, ibu hamil dianjurkan untuk melakukan streching atau peregangan untuk memperkuat otot perut. 

Semakin kuat otot perut saat hamil, semakin bisa mengurangi keluhan nyeri punggung akibat perut yang yang membesar. 

Namun pada beberapa kehamilan, streching atau ngulet ini bisa membuat perut kram atau nyeri. Seperti yang dialami salah seorang ibu hamil di komunitas theAsianparent Indonesia. 

Ibu yang tidak mau disebutkan namanya ini mengatakan kalau ia merasa kedutan setelah ngulet setiap hari setelah bangun tidur.

Untuk menjawab rasa khawatir ini, dr. Jessica Winoto dari Alodokter mengatakan kram setelah melakukan peregangan atau ngulet, memang bisa terjadi. Umumnya  disebabkan karena regangan otot yang berlebihan saat mengubah posisi tubuh.

“Jika tidak terdapat nyeri perut, tidak muncul flek atau pendarahan, maka kondisi ini masih normal, dan aman untuk janin,” tulis dr. Jessica.

Artikel terkait: Ini cara Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar ajarkan anaknya berpuasa

ngulet saat hamil

Manfaat streching saat hamil

Selain menghilangkan stres dan ketegangan, justru ada banyak manfaat fisik saat melakukan peregangan untuk ibu hamil.

Peregangan selama kehamilan dapat membantu meringankan rasa sakit dan nyeri di punggung dan otot-otot lain yang menopang bentuk dan ukuran tubuh baru Anda.

Peregangan teratur saat Anda hamil akan meningkatkan fleksibilitas Anda dan membantu Anda mempersiapkan diri untuk persalinan.

Aturan peregangan untuk ibu hamil

Walaupun begitu, perhatikan dan patuhi pedoman untuk berolahraga dengan aman selama kehamilan. Jangan biarkan diri Anda terlalu panas saat berolahraga.

Selain itu, tetap pastikan agar terhidrasi dengan baik dan perhatikan tingkat intensitas untuk memastikan bahwa Anda dan bayi Anda tidak menjadi terlalu panas.

Hindari peregangan yang mengharuskan Anda berbaring telentang, terutama setelah trimester pertama.

Saat perut semakin besar, berbaring telentang dapat menyebabkan tekanan pada vena utama di perut, memotong suplai darah ke rahim.

Oleh karenanya, bergeraklah perlahan-lahan saat melakukan peregangan. Selama kehamilan, perubahan pada tubuh memang dapat menyebabkan ketidakstabilan. 

Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Referensi: Alodokter, Livestrong

Baca juga: 

3 langkah mudah menjaga bentuk tubuh tetap ideal saat hamil, Bumil wajib tahu!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.