TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Mutisme Selektif, Gangguan Bicara dan Kecemasan yang Kerap Dialami Balita

Bacaan 4 menit
Mengenal Mutisme Selektif, Gangguan Bicara dan Kecemasan yang Kerap Dialami Balita

Parents mesti menyadari gejala dini dari kondisi mutisme selektif yang dialami buah hati.

Apakah si kecil sering mogok bicara ketika bertemu dengan orang baru atau di situasi yang ramai? Padahal ketika di rumah ia sangat aktif dan banyak bicara. Parents perlu waspada anak mengalami mutisme selektif atau bisu selektif. 

Mutisme selektif adalah gangguan kecemasan yang sangat parah sehingga membuat anak tidak dapat berbicara dengan baik pada situasi sosial tertentu. Kondisi ini biasanya terjadi saat anak harus berhadapan dengan situasi yang tidak membuatnya nyaman, seperti bertemu orang baru atau berada di keramaian.

Mutisme selektif juga memengaruhi sekitar 1 dari 140 anak-anak. Namun, kondisi tersebut lebih sering ditemukan pada anak perempuan atau anak-anak yang belajar bahasa kedua.

Bisu selektif sering kali dianggap remeh. Padahal kondisi ini perlu diperhatikan secara khusus dan membutuhkan penanganan. Parents tentu tidak ingin kebiasaan tersebut dapat berpengaruh pada tumbuh kembang anak, apalagi sampai mempengaruhi masa depannya. 

Penyebab Mutisme Selektif atau Bisu Selektif

Ada beberapa penyebab yang membuat anak mengalami bisu selektif, di antaranya yaitu:

1. Kecemasan yang Berlebihan

mutisme selektif

Lebih dari 90% kasus anak yang mengalami bisu selektif juga mengalami kondisi fobia pada keramaian atau kecemasan yang berlebihan secara sosial. Anak akan merasa panik seperti perasaan demam panggung ketika harus bersosialisasi dengan orang lain. 

Artikel terkait: Panduan lengkap: Perkembangan anak berusia 25 bulan

2. Diturunkan dari Keluarga

Mengenal Mutisme Selektif, Gangguan Bicara dan Kecemasan yang Kerap Dialami Balita

Mutisme selektif ternyata dapat diwariskan dalam keluarga. Ketika si kecil mengalami perilaku mutisme selektif, sebaiknya Parents memeriksa apakah ada anggota keluarga yang juga pernah mengalami hal serupa.

Anak yang mengalami mutisme selektif sering kali menunjukkan kebiasaan seperti cemas bila ditinggal, sering tantrum atau marah berlebihan, kesulitan untuk tidur, dan sangat mudah merasa malu.

3. Kelainan dalam Proses Rangsangan Sensorik

Beberapa kasus anak dengan mutisme selektif memiliki kelainan dalam memproses rangsangan sensorik. Anak akan sangat sensitif pada suara, cahaya, sentuhan, rasa, atau bau.

Kelainan ini berimbas pada respons emosional anak sehingga anak mudah merasa frustasi atau cemas pada kondisi sosial tertentu. 

Artikel terkait: 9 Tips Proses Melahirkan Normal dengan Cepat dan Aman

Gejala Mutisme Selektif pada Anak

mutisme selektif

Gejala mutisme selektif biasanya mudah diamati ketika anak harus berinteraksi dengan orang baru. Parents bisa memperhatikan raut wajah hingga gerak-gerik anak saat berhadapan dengan situasi yang ramai. 

Mutisme selektif biasanya terjadi pada anak usia dua hingga empat tahun. Pada usia ini anak akan mulai berinteraksi dengan orang-orang di luar keluarganya, misalkan saja lingkungan sekolah. 

Beberapa  gejala yang menunjukkan anak mengalami mutisme selektif di antaranya adalah:

  • Sering merasa gugup dan gelisah
  • Sulit bergaul dan sangat pemalu
  • Wajah menjadi kaku dan tegang ketika bertemu orang baru
  • Menghindari kontak mata
  • Hanya menggerakkan kepala atau menggunakan isyarat lain untuk menjawab 
  • Anak lebih suka bermain sendiri atau berusaha menarik diri
  • Anak berperilaku keras kepala, murung, suka memerintah, atau mendominasi di lingkungan yang nyaman baginya. 
  • Beberapa anak menunjukkan gejala ‘demam panggung’ seperti sakit perut, mual, hingga sesak napas
  • Selalu menempel ke orang terdekatnya

Tips Mengatasi Mutisme Selektif 

mutisme selektif

Jika si kecil mengalami mutisme selektif, Parents perlu melakukan langkah yang tepat untuk meminimalkan dampaknya bagi masa depan anak. Jangan sampai kondisi ini membuat anak kesulitan untuk berkomunikasi atau hidup bersosial nantinya. 

Beberapa langkah yang bisa Parents lakukan untuk mengatasi mutisme selektif pada anak yaitu:

1. Berikan Anak Dukungan Moral

Langkah pertama yang perlu Parents lakukan adalah memahami kondisi anak. Kondisi ini di luar kendali anak secara sadar. 

Memberikan pengertian pada anak akan membuatnya merasa nyaman dan dapat mengurangi kecemasan berlebihannya secara perlahan. Nyatakan secara tulus kepada anak bahwa Parents memahami bahwa ia takut dan akan menemaninya melewati saat-saat menakutkan tersebut. 

2. Jangan Memaksa Anak 

Mengenal Mutisme Selektif, Gangguan Bicara dan Kecemasan yang Kerap Dialami Balita

Wajar bagi Parents untuk menaruh ekspektasi agar anak dapat akrab atau berbicara lancar di depan teman atau kerabat jauh. Namun, Parents sebaiknya tidak memaksa anak bicara ketika ia merasa takut atau cemas.

Memaksa anak akan memperburuk kondisinya. Berikan pengertian pada guru di sekolah atau kerabat yang baru ditemui anak, bahwa anak merasa sangat malu dan belum berani untuk berbicara. 

Artikel terkait: Waspadai tanda keterlambatan perkembangan pada anak ini, Parents!

3. Menemui Psikiater atau Terapis Anak

Parents bisa menemui psikiater atau terapis untuk membantu anak mengatasi rasa cemasnya yang berlebihan. Beberapa terapi seperti strategi Cognitive Behavioral Therapy (CBT) adalah jenis pengobatan yang paling sering dipakai untuk mengatasi kondisi ini.

Terapi wicara pun dapat dilakukan untuk membantu anak merangkai kata ketika berhadapan dengan orang banyak. Melalui terapi ini, anak-anak akan diajarkan secara bertahap untuk terlibat dalam perilaku berbicara yang lebih banyak. Psikiater atau terapis akan merekomendasikan latihan-latihan yang bisa Parents lakukan sesuai dengan kondisi setiap anak. 

Parents, itulah informasi seputar mutisme selektif. Semoga bermanfaat, ya.

Cerita mitra kami
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini
7 Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Otak Anak, Waspada Dampak Gula Berlebihan!
7 Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Otak Anak, Waspada Dampak Gula Berlebihan!

 

Artikel telah ditinjau oleh:
dr.Gita PermataSari, MD
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Baca juga:

Speech Delay pada Anak, Bagaimana Cara Mendeteksi dan Mencegahnya?

Memiliki Kontrol Diri Lebih Baik, Ini Tahapan Tumbuh Kembang Anak 6 Tahun 5 Bulan

9 Susu Tinggi Protein Anak Pilihan di 2024 untuk Dukung Tumbuh Kembangnya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Rian Andini

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Balita
  • /
  • Mengenal Mutisme Selektif, Gangguan Bicara dan Kecemasan yang Kerap Dialami Balita
Bagikan:
  • Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

    Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

  • 61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

    61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

  • Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

    Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

  • 61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

    61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti