Saat bayi diare, ini asupan penting yang perlu diperhatikan!

Saat bayi diare, ini asupan penting yang perlu diperhatikan!

Jangan salah pilih MPASI untuk bayi diare, ini yang perlu Parents ketahui!

Diare pada bayi sering dialami saat ia baru memulai MPASI. Selain memberikan si kecil banyak cairan, Parents perlu tahu apa saja menu MPASI untuk bayi diare. 

Tak dipungkiri, makanan yang tepat bisa membantu memperbaiki kondisi bayi yang sedang diare. Meskipun saat diare, nafsu makan dan minum si kecil akan menurun.  

Lantas apa saja MPASI untuk bayi diare? 

Artikel terkait: Boleh nggak, sih, anak minum susu saat diare? Ini penjelasan pakar

MPASI untuk bayi diare yang perlu diketahui

mpasi untuk bayi diare

Untuk bayi yang masih menyusui, Parents tetap harus berikan ASI. Untuk anak yang lebih besar (di atas usia 6 bulan), selain air putih, anak memerlukan cairan yang mengandung elektrolit untuk mencegah dehidrasi.

Namun tidak disarankan memberi jus buah, karena dapat mengencerkan tinja. Yoghurt disarankan untuk diberikan saat diare, karena mengandung probiotik yang dapat membantu mengurangi diare.

Bila nafsu makan atau minum yang menurun, disarankan untuk memberikannya makanan yang banyak mengandung air.

Dr. Jati Satriyo dari laman Alodokter menyarankan untuk menghindari MPASI untuk bayi diare yang mengandung minyak, berserat tinggi, yang manis dan jenis kue yang terbuat dari susu.

“Anda bisa memberikan bayi Anda bubur beras putih yang dicampur dengan daging ayam dan telah disaring. Selain pemberian makanan, atasi diare bayi Anda dengan terus memberikan ASI, jika memakai formula tambahkan air atau encerkan, hindari memberikan jus, berikan oralit teratur,” tulis dr. Jati.

Artikel terkait: Sharena Delon ungkap alasan memberikan Sea Dedari MPASI di usia 5 bulan

Jenis makanan MPASI untuk bayi diare 

Saat bayi diare, ini asupan penting yang perlu diperhatikan!

Parents bisa mengkombinasikan jenis makanan di bawah ini:

  • Nasi matang
  • Roti
  • Sereal
  • Telur matang
  • Sup
  • Pasta
  • Yoghurt
  • Kentang lumat atau panggang
  • Sayuran yang dimasak, seperti wortel, jamur, atau buncis
  • Daging sapi, ayam atau ikan, yang dipanggang.
  • Pancake dan wafel

Anda juga bisa memberikan air kelapa sebagai asupan pada anak yang diare. Pastikan apapun asupan yang Anda berikan pada anak, terjamin kebersihannya saat dipersiapkan maupun dalam penyajiannya. Serta sesuai dengan tahapan usianya. 

Artikel terkait: Usia berapa bayi boleh minum air kelapa, dan apa saja manfaatnya?

Tips memberikan makanan saat bayi diare

Saat bayi diare, ini asupan penting yang perlu diperhatikan!

Dr. Cut Nurul Hafifah, Sp.A dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan tips untuk memberikan makanan pada bayi diare.

1. Selalu siapkan cairan oralit

Diare sangat rentan terhadap dehidrasi. Anak yang dehidrasi ringan sedang akan terlihat kehausan, sebaliknya bila sudah mengalami dehidrasi berat maka ia malas minum. 

Untuk mencegah terjadinya dehidrasi, disarankan memberikan oralit sekitar 10 ml/kg berat badan. Misal, berat anak 10 kg, maka ia perlu oralit 100 ml setiap diare.

2. Lanjutkan pemberian ASI

Asi memiliki efek proteksi terhadap diare. Maka, pemberian ASI tak boleh dihentikan meskipun si kecil nggak mood untuk minum.

Kandungan laktosa yang terdapat dalam ASI tidak akan menyebabkan siare bertambah parah. 

Artikel terkait: Istri Ernanda Putra menyesal memberikan Alpukat untuk MPASI anaknya, mengapa?

3. Berikan makanan yang mengandung banyak cairan

Bagi si kecil yang sudah mengonsumsi makanan padat, Parents bisa memberikan makanan yang banyak mengandung air, seperti sup, yoghurt, atau air kelapa. 

Sedangkan untuk buah segar (jus buah) tidak disarankan, karena mengandung sukrosa, fruktosa dan sorbitol yang menyebabkan peningkatan osmolalitas. 

Hindari juga pemberian minuman yang manis atau bersoda saat si kecil diare.

Saat bayi diare, ini asupan penting yang perlu diperhatikan!

4. Berikan makanan dalam porsi dalam porsi kecil dan sering

Saat sedang diare, nafsu makan anak mungkin menurun, tapi asupan makanan harus tetap diperhatikan. Si kecil juga mungkin merasakan mual saat makan, sehingga Parents perlu memerhatikan makanan dalam porsi kecil tapi lebih sering.

Misalnya, setiap 3-4 jam, untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil saat diare.

5. Memberikan makanan yang mengandung energi setelah diare sembuh

Bila diare sudah terasa membaik, maka Parents harus mengejar kekurangan asupan makan dengan melanjutkan pemberian makanan dengan tinggi energi agar pertumbuhan si kecil tetap terjaga. 

Selalu ingat-ingat tips ini saat si kecil diare ya, Parents!

 

Referensi: IDAI, Alodokter

Baca juga:

Bayi tidak BAB setelah MPASI pertama? Kenali penyebabnya berikut ini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner