Kapan anak mulai boleh berpuasa Ramadan? Ini penjelasan dokter!

Kapan anak mulai boleh berpuasa Ramadan? Ini penjelasan dokter!

Mengajarkan anak puasa kerap dilakukan orangtua sebagai bentuk latihan, agar anak terbiasa menjalani puasa. Namun, kapan anak boleh diajak berpuasa?

Mengajak anak berpuasa memang kerap dilakukan orangtua sebagai bentuk latihan, agar anak terbiasa menjalani puasa di bulan Ramadan berikutnya. Bagi Parents yang akan mulai mengajarkan anak puasa, berikut ini adalah hal yang perlu diperhatikan.

Kapan anak boleh berpuasa?

Kapan anak mulai boleh berpuasa Ramadan? Ini penjelasan dokter!

Dokter Juwalita Surapsari, M. Gizi, Sp. GK, dokter spesialis gizi klinik RS Pondok Indah, menjelaskan bahwa terdapat berbagai pertimbangan sebelum memutuskan seorang anak mulai boleh berpuasa atau tidak.

“Sebelum memutuskan apakah seorang anak boleh atau tidak berpuasa, kita harus lihat status nutrisi anak. Jika anak berat badannya kurang, jangan paksakan untuk berpuasa sepanjang hari, karena takut cadangan energinya kurang,” jelasnya saat ditemui dalam acara Small Media Discussion RS Pondok Indah, di Jakarta (29/04),

Juwalita juga mengungkapkan bahwa anak sudah mulai boleh berpuasa saat usia 7 tahun.

“Sebenarnya, anak-anak sudah boleh diajarkan puasa setengah hari pada usia 7 tahun. Saat ia sudah lebih dewasa, maka ia mungkin baru boleh puasa satu hari penuh,” tambahnya.

Artikel terkait: Yuk, Ajari Anak Berpuasa

Mengajarkan anak puasa, begini pola makan yang sebaiknya diterapkan

mengajarkan anak puasa

Hal yang paling utama saat mulai mengajak anak berpuasa adalah memenuhi kebutuhan nutrisinya. Meskipun sedang berpuasa, anak tidak boleh kekurangan nutrisi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya. 

Juwalita mengungkapkan agar orangtua memberikan gizi seimbang untuk bekal anak berpuasa.

“Anak harus diberikan makanan yang bergizi dan seimbang agar tetap bisa beraktivitas saat berpuasa. Agar anak tidak kekurangan nutrisi harian. Jangan biarkan anak hanya makan roti dan selai saat sahur, meskipun anak-anak memang sangat menyukai roti dan selai saat mereka malas dan ngantuk saat sahur.”

“Roti mengandung indeks glikemik tinggi, makanan dengan indeks glikemik tinggi ini akan membuat anak cepat kenyang dan akan cepat lapar kembali. Jika hanya makan roti, anak mungkin sudah mulai merasa lapar saat baru tiba di sekolah,” tambah Juwalita.

Artikel terkait: Pentingnya melatih anak berpuasa sejak dini, ini cara yang bisa Parents lakukan

Kiat membangunkan anak sahur yang bisa Parents tiru

mengajarkan anak puasa

Juwalita juga membagikan kiat agar anak mau makan saat sahur.

“Untuk meningkatkan nafsu makan anak, anak baiknya dibangunkan 1 jam sebelum makan sahur. Sebab dibangunkan mendadak, anak biasanya akan enggan makan,” ungkapnya.

Agar anak yang sedang berpuasa tetap sehat, Parents juga harus memperhatikan asupan air dan kesehatannya secara umum.

“Selama puasa, asupan cairan anak juga harus diperhatikan, untuk mencegah anak dehidrasi. Susu adalah pilihan yang tepat untuk memberikan tambahan protein dan air secara bersamaan.

Anak juga harus diberi arahan untuk memberi tahu orangtuanya jika ia merasa pusing. Perhatikan juga detak nadi anak, jika detak nadi anak cepat, mungkin anak mulai dehidrasi, maka ia harus segera membatalkan puasa,” tutupnya.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga:

Ingin melatih anak puasa seharian penuh? ini yang perlu Parents perhatikan!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner