Menanamkan Sikap Baik Pada Anak Dengan Cara 'Mengistirahatkan' Mereka

lead image

Sudah bosan selalu mengomel dan memberi hukuman setiap kali anak menolak menunjukkan sikap baik? Cobalah cara alternatif mendidik anak berikut ini.

shutterstock 108403514 Menanamkan Sikap Baik Pada Anak Dengan Cara 'Mengistirahatkan' Mereka

Anak yang tak menunjukkan sikap baik sepertinya adalah cobaan untuk setiap orang tua.

Anak tak mau menunjukkan sikap baik?

Anda sedang asyik mengobrol dengan ibu-ibu orang tua murid sambil menunggu anak Anda pulang sekolah. Ketika jam pulang anak asyik bergurau dengan teman-temannya dan secara tak sengaja Anda mendengar ia mengucapkan kata-kata tak pantas (makian, cibiran atau ejekan) pada seorang temannya.

Lantaran semua ibu tahu ia adalah anak Anda, mau tak mau wajah Anda pun memerah menahan malu karena dikira tak pernah mengajarkan anak tentang sikap baik dan tidak baik.

Kalau Anda merasa sudah mencoba melakukan berbagai cara untuk membuat anak mengerti tentang sikap baik dan pantas tapi ia tak juga menampakkan perubahan, mungkin ini saatnya Anda mencoba cara lain. Ya Bunda, Anda tak perlu membentaknya atau mengomel berjam-jam untuk membuatnya mengerti tentang apa itu sikap baik.

Bagaimana kalau sekarang Anda memintanya menjauh dari lingkungan yang membuatnya nyaman, sekaligus menjauhi Anda sebentar (time-out)?

Berikut adalah beberapa tips agar trik time-out Anda berhasil membuat anak menyadari kesalahannya.

1. Lebih cepat lebih baik

Jangan menunggu terlalu lama ketika anak mulai menunjukkan sikap tidak baik . Segera bertindak juga akan membuat Anda tahu apa yang menyebabkan anak tak lagi menunjukkan sikap baik sebagaimana biasanya.

Misalnya, Anda segera turun tangan saat anak berebut mainan dengan temannya. Tegur dia baik-baik dan katakan perbuatannya itu mengakibatkan dia harus menjauhi teman-temannya untuk sesaat.

2. ‘Istirahat’ bukan hukuman

Anak tak menunjukkan sikap baik ketika ia merasa tak nyaman atau terancam. Nah, mengistirahatkan anak sebentar dari aktivitasnya akan membantu ia menjauhi situasi yang tak nyaman dan menenangkan dirinya sendiri. Ia juga akan punya waktu untuk menata sikapnya menjadi baik kembali.

3. Sesuaikan dengan usia

Berikan waktu ‘istirahat’ sesuai dengan usia anak. Misalnya, anak Anda berusia lima tahun, maka waktu time-out-nya adalah sekitar lima menit. Jika ia menolak ‘istirahat’ dan tetap bermain bersama temannya, katakan dengan tegas bahwa ia belum boleh melakukannya.

4. Jangan jadikan pelampiasan

Anak Anda sudah paham bahwa ia harus berhenti beraktivitas dan beristirahat sebentar ketika ia menolak bersikap baik. Tapi, jangan jadikan time-out sebagai pelampiasan kekesalan ketika Anda sudah tak sanggup lagi menahan emosi akibat tingkah lakunya.

5. Katakan alasannya

Anak perlu memahami mengapa ia harus menjaga sikap baik dan apa yang terjadi bila ia tidak melakukannya. Anda bisa mengatakan bahwa berebut mainan atau apapun itu tidak baik, karena toh mainan itu bukan miliknya, misalnya.

Komunikasi yang intens dengan anak adalah hal lain yang Anda butuhkan agar trik time-out Anda berhasil. Dengan komunikasi, Anda dapat membuat anak memahami tentang akibat dari tak bersikap baik. Bahkan Anda pun tak perlu harus berteriak atau membentaknya saat ia melakukan kesalahan. Selamat mencoba!