Ingin balita tumbuh bahagia, cerdas, dan sehat? Ini 5 kunci penting stimulasinya

Ingin balita tumbuh bahagia, cerdas, dan sehat? Ini 5 kunci penting stimulasinya

Intip berbagai tips dari dokter anak dan ahli gizi berikut ini.

Tahukah Parents bahwa masa konsepsi hingga lima tahun pertama seorang anak merupakan periode krusial untuk tumbuh kembangnya? Bahkan, dikatakan 1000 Hari Pertama Kehidupan ini adalah masa emas dalam kehidupan seseorang yang tak bisa diulang. Tentu, pada tahapan ini stimulasi balita menjadi hal yang penting diperhatikan setiap orangtua.

Memiliki anak yang memenuhi berbagai aspek perkembangan pastinya menjadi harapan setiap orangtua. Membentuk anak menjadi pribadi yang unggul pun tentunya butuh proses panjang serta kerja sama berbagai pihak dalam banyak aspek.

Hal ini diungkapkan oleh Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi dan  Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc. dalam acara Nestlé Dancow Journalist Masterclass – Stimulasi dan Nutrisi: Fondasi Penting di Masa Toddler dan Pra Sekolah untuk Mendukung Masa Depan Anak Indonesia, di Jakarta.

Parents, memangnya apa sih yang terjadi di usia ini?

stimulasi balita

“Lima tahun pertama anak, sel saraf di otaknya tumbuh dengan sangat cepat, ada banyak tahap pertumbuhan dan perkembangan yang penting, jadi butuh stimulasi yang tepat,” ujar Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K).

Menurut Prof Soedjatmiko, otak sendiri bagaikan super komputer yang luar biasa. Setiap anak memiliki ‘hardware’ bawaan yang harus distimulasi dengan asupan zat gizi makro dan mikro. Sementara ‘software’-nya harus distimulasi dengan kasih sayang dan cinta.

Namun sayangnya, masih banyak lho ibu yang belum mengetahui tahapan tumbuh kembang anak dengan benar di usia krusial ini, berdasarkan survey yang dilakukan oleh Dancow dan TheAsianparent.

“Faktanya, masih ada sekitar 29% ibu belum mengetahui tahapan tumbuh kembangnya dengan benar, masih ada juga ibu yang bahkan menganggap fase usia ini bukanlah masa yang penting untuk si kecil,” ujar Titi Akmar, Brand Solution TheAsianparent Indonesia, dalam acara yang sama.

Artikel terkait : Ingin anak lancar bicara? Jangan lupa stimulasi dengan 3 cara ini di rumah

5 Cara stimulasi balita yang tepat

stimulasi balita

Menurut Prof. Soedjatmiko, ada 5 poin penting yang sebaiknya diperhatikan setiap orangtua agar dapat membesarkan anak yang cerdas, bahagia, dan sehat, di antaranya:

1. Jangan lupa berikan makanan bergizi seimbang

Pemenuhan zat gizi dalam keseharian, sesuai kebutuhan harian penting untuk diperhatikan. Nah, Parents bisa memulainya dengan membiasakan si kecil maupun anggota keluarga lainnya sarapan sehat. Zat gizi keseharian pun sebaiknya dijaga, khususnya bagi anak karena kebutuhan nutrisinya lebih banyak daripada orang dewasa.

Prof. Soedjatmiko pun mengimbau bahwa orangtua pun hendaknya meminimalisasi pengeluaran untuk hal yang tidak perlu. Misalnya saja untuk merokok atau hal lain yang tidak benar-benar diperlukan. Menurutnya, lebih baik pengeluaran rumah tangga banyak dialokasikan untuk membeli kebutuhan pokok yang berkualitas.

2. Parents, cegah supaya ia tidak sakit ya

Setelah memenuhi asupan zat gizi harian, hendaknya kita mengupayakan hal lain supaya si kecil tidak mudah sakit. “Anak yang sering sakit biasanya tidak nafsu makan, pada akhirnya tumbuh kembangnya bisa terganggu karena adanya infeksi dan asupan zat gizi yang tidak optimal,” ungkap Prof. Saptawati.

Untuk itu, kita sebaiknya menciptakan lingkungan fisik yang aman dan sehat, di antaranya dengan menjaga kebersihan makanan, rumah, dan lingkungan. Minimalisasi paparan asap rokok maupun polutan lainnya.

Selain itu, Parents sebaiknya tidak melewatkan jadwal imunisasi wajib, ya. Bila perlu, diskusikan dengan dokter terkait dengan pemberian imunisasi tambahan.

3. Sudah memberikan kasih sayang dan cinta yang cukup?

Stimulasi balita

Stimulasi balita bisa dilakukan dengan cara sederhana

“Masa kanak-kanak merupakan masa ia bermain, melalui kegiatan sederhana orangtua bisa memberikan stimulasi yang tepat. Sebaiknya jangan biarkan anak bermain sendiri, jadikan momen bermain sebagai waktu bonding efektif dengan anak,” ujar Prof. Soedjatmiko.

Nah, dalam keseharian jangan lupa untuk selalu mengungkapkan rasa sayang dengan sering memeluk dan mencium si kecil. Cobalah kegiatan sederhana bersama seperti membaca buku, bermain permainan tradisional. Bila harus menggunakan gawai, pakailah dengan bijak sebagai alat pendukung dan tetap dampingi si kecil.

Artikel terkait : Selain kurangi stres dan tangisan, ini 4 manfaat stimulasi multisensori untuk tumbuh kembang anak

4. Cek pertumbuhannya, yuk!

Parents jangan lupa untuk selalu memantau kurva pertumbuhan si kecil dari waktu ke waktu. Hal yang perlu diperhatikan, pertumbuhan setiap anak bisa berbeda, Parents.

“Kita akan lihat dulu berat dan panjang awal saat dia lahir, selama masih mengikuti grafik dan cenderung naik, itu tidak apa-apa.,” ujar Prof. Soedjatmiko. Informasi ini bisa didapatkan di KIA maupun di aplikasi Primaku.

5. Perkembangannya sudah sesuai dengan usia?

Seperti aspek pertumbuhan, berbagai tugas perkembangan si kecil pun sudah tertera jelas di KIA dan aplikasi Primaku. Parents bisa sering-sering mengeceknya, ya.

Bila dalam aspek tumbuh maupun perkembangannya kurang sesuai, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak.

Baca Juga :

Lakukan cara ini untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak usia 5 tahun 4 bulan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner