Penelitian: Manfaat Vaksin tak Hanya dirasakan Individu, Melainkan juga Komunitas

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Berbagai riset soal manfaat vaksin sudah dilakukan. Namun kelompok anti vaksin tetap saja banyak. Padahal, manfaat dari vaksin tak hanya individu,

Jika di sebuah komunitas secara disiplin melakukan vaksin, maka komunitas tersebut akan terlindungi dari berbagai penyakit. Hal ini biasanya disebut sebagai herd immunity atau kumpulan orang-orang yang kekebalan tubuhnya melindungi orang-orang sekitarnya,

Sebuah komunitas yang anggotanya telah tervaksinasi akan melindungi siapapun di sekitarnya dari penyakit. Bahkan kepada anak-anak dari orangtua yang memberlakukan pemikiran anti vaksin untuk anaknya.

Saat ini, memang masih ada beberapa anak yang tidak divaksin karena orangtuanya anti vaksin yang tidak percaya tentang betapa pentingnya vaksin. Selain anak-anak seperti ini, aja juga anak yang tidak bisa divaksin karena sedang menjalani pengobatan medis tertentu, kemoterapi misalnya.

Di dalam gambar berformat GIF ini, terlihat bahwa meningkatkan setinggi mungkin angka orang yang divaksin sangat baik untuk komunitas. Semakin tinggi angka vaksinasi di dalam sebuah komunitas, maka penyakit yang datang akan semakin tertolak.

Sebaliknya, di komunitas yang prosentase vaksinasinya sedikit, penyakit akan sangat mudah menyebar. Semakin sedikit orang yang vaksin, semakin cepat sebuah penyakit akan menyebar.

Maka, jika anak Anda mendapatkan vaksin, maka yang terlindungi dari berbagai penyakit bukan hanya ia saja, melainkan lingkungannya juga. Berlaku sebaliknya, anak yang tidak divaksin akan membuat orang lain yang sistem imun tubuhnya rendah jadi tertular dan ia sendiri jadi sangat berisiko untuk sakit.

Gambar bergerak selama 6 detik ini menjelaskan bahwa fungsi dari vaksin adalah agar tubuh mendapatkan 'bala tentara' untuk melawan segala macam penyakit ganas yang hendak menyerang komunitas. Maka, vaksin menghindarkan penyakit menular tersebar karena adanya 'perisai' di dalam komunitas terhadap sebuah penyakit.

Jika Anda bukan orang yang meyakini manfaat vaksin, maka Anda juga harus waspada bahwa anak Anda barangkali bisa membuat anak oranglain tertular. Sehingga perlu memikirkan bahwa keputusan yang diambil bukan semata untuk diri sendiri, melain juga komunitas di sekitarnya.

How Herd Immunity Works

"Ketika Anda sedang berada di komunitas yang prosentase vaksinnya tinggi, maka penyakit otomastis kan terblok dari komunitas Anda. Karena sudah terkontrol oleh banyaknya individu yang tervaksin. Bahkan orang yang tidak tervaksin pun akan ikut terlindungi," ujar kreator GIF vaksin ini seperti dikutip oleh IFL Science.

Herd immunity jurnal Epidiomiologic ini berdasarkan pada tahun 1993. Penelitian ini dibicarakan di dalam forum-forum internet seperti Reddit yang terdiri dari para peneliti vaksin.

Sekalipun edukasi terhadap vaksin ini sudah digencarkan, penolakan dan hoax terhadap vaksin ini terus terjadi. Padahal, vaksin umum yang disediakan pemerintah sudah cukup baik untuk menangkal berbagai penyakit menular dan berat, beberapanya gratis.

Pada pasangan yang sedang menjalankan program kehamilan pun, disarankan untuk memeriksa kesehatan dan melakukan vaksinasi agar kelak janinnya sehat. Beberapa virus seperti rubella dan cytomegalovyrus di dalam tubuh ibu hamil dapat menyebabkan anak menderita cacat bawaan.

Maka dari itu, pilihan hidup divaksin sebenarnya adalah yang terbaik untuk melindungi tubuh serta lingkungan sekitar. Karena manfaat vaksin dapat dirasakan banyak orang.

Sudah vaksin kah keluarga Anda bulan ini?

 

Baca juga:

Seorang Ibu Menyesal Telah Menolak Vaksin Bagi Anak-anaknya

anti vaksin

vaksin

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kesehatan